Editorial Policies

Focus and Scope

Bakti Budaya bertujuan untuk memublikasikan naskah luaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Tulisan yang dimuat berupa temuan atau refleksi kegiatan PkM yang terhilirkan untuk pemanfaatan secara lebih luas oleh masyarakat. Hilirisasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak terbatas pada konsep, metode, objek material penelitian, dan kajian, tetapi juga aspek-aspek penguatan kapasitas masyarakat dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan.

Cakupan Bakti Budaya adalah naskah luaran kegiatan PkM dengan tema kajian budaya dalam perspektif Indonesia.

 

Section Policies

Editorial

Unchecked Open Submissions Unchecked Indexed Unchecked Peer Reviewed

Artikel

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed

Rubrik Info

Unchecked Open Submissions Unchecked Indexed Unchecked Peer Reviewed
 

Peer Review Process

Setiap naskah yang masuk ke Bakti Budaya secara objektif akan melalui tahapan-tahapan di bawah ini.

  1. Seleksi awal. Semua artikel akan melalui penyaringan awal oleh pemimpin redaksi terkait dengan kesesuaiannya dengan cakupan Bakti Budaya, persyaratan dasar, dan pemeriksaan plagiarisme. Naskah yang gagal mematuhi standar tersebut segera ditolak, demikian juga naskah yang tidak sesuai dengan fokus dan cakupan jurnal.
  2. Penugasan mitra bestari. Naskah yang lolos penyaringan awal kemudian diserahkan kepada editor. Editor kemudian akan mencari mitra bestari yang sesuai untuk melakukan peer-review.
  3. Proses peer-review. Selama tahap ini, mitra bestari akan menilai substansi naskah dan memberikan rekomendasi kepada pemimpin redaksi.
  4. Keputusan pertama. Mitra bestari akan mengirimkan rekomendasi (ditolak, diterima dengan direvisi [kecil atau besar], atau diterima apa adanya). Jika diterima, naskah akan dikembalikan ke penulis untuk dilakukan proofreading. Keputusan akhir naskah dibuat oleh pemimpin redaksi bersama dengan dewan redaksi.
  5. Revisi. Naskah yang membutuhkan revisi dikembalikan ke penulis untuk direvisi. Setelah revisi diajukan kembali, naskah akan diperiksa oleh dewan redaksi untuk ditentukan apakah perubahan itu memadai dan sesuai dengan komentar serta saran dari pengulas. Jika revisi dianggap tidak memadai, langkah ini akan diulangi (manuskrip dikembalikan lagi kepada penulis untuk direvisi lebih lanjut).
  6. Keputusan akhir. Naskah yang telah direvisi belum tentu akan diterima. Hal ini tergantung pada dewan redaksi yang menentukan apakah naskah telah diperbaiki dan telah layak untuk dipublikasi. Jika penulis tidak dapat memperbaiki sesuai dengan standar Bakti Budaya, naskah tentu akan ditolak.
  7. Pengeditan bahasa dan perwajahan. Setelah naskah diterima, naskah dikembalikan ke penulis untuk dilakukan proofreading. Selanjutnya, naskah akan masuk pada tahap edit bahasa oleh penyunting bahasa Bakti Budaya. Pada tahap terakhir, naskah akan melalui tahap perwajahan atau tata letak.
  8. Publikasi. Publikasi dilakukan secara online dan cetak.
(Referensi: Situs Web Humaniora)

 

Open Access Policy

This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.

 

Archiving

Bakti Budaya menggunakan sistem LOCKSS untuk pengarsipan data secara digital sehingga jika terjadi hal diluar kendali masih dapat dilakukan restorasi data Bakti Budaya. Lebih lanjut...

 

Plagiarism Check

Naskah yang diterima oleh Bakti Budaya disaring untuk plagiarisme menggunakan Turnitin. Sesuai dengan etika publikasi kami, manuskrip yang memiliki tingkat similaritas yang tidak dapat ditoleransi dengan artikel yang terbit sebelumnya akan secara otomatis ditolak.

 

Publication Ethics

Bakti Budaya menjunjung tinggi etika publikasi. Secara spesifik, berikut adalah uraian tentang etika publikasi yang setidaknya harus dipatuhi dalam proses editorial pengelolaan Bakti Budaya. Penerapan etika publikasi setidaknya berlaku dalam beberapa area seperti uraian di bawah ini. Naskah yang diterima oleh Bakti Budaya setidaknya harus terhindar dari unsur berikut ini:

  1. Plagiarisme. Artikel harus orisinal dan merupakan hasil dari pemikiran penulis. Jika ditemukan naskah yang berisi karya lain tanpa memberikan kredit yang sesuai, misalnya sebuah teks yang disalin kata demi kata tanpa indikasi yang jelas bahwa itu adalah kutipan, naskah tersebut masuk dalam kategori plagiat.
  2. Referensi yang salah atau tidak lengkap. Seluruh teks, angka, grafik, tabel, data, ide, atau konsep yang telah dipublikasikan sebelumnya harus dikutip sesuai dengan kaidah yang berlaku. Pencantuman tanpa kutipan akan dianggap sebagai plagiasi terlepas dari ketidaktahuan ataupun niat penulis.
  3. Publikasi ulang. Bakti Budaya tidak memublikasikan naskah yang telah terbit di jurnal lain sebelumnya.
  4. Penipuan. Sering terjadi bahwa penulis salah membaca sumber dan secara tidak sengaja membuat pernyataan yang tidak akurat. Segala bentuk ketidakakuratan, manipulasi, atau perusakan data harus segera dicegah dan dihindari.

Etika publikasi terkait dengan artikel yang diserahkan tidak terbatas pada empat hal di atas. Jika terdapat indikasi penulis telah berusaha menyesatkan pembaca, melanggar hak cipta atau paten, atau mungkin membahayakan integritas jurnal dengan cara lain, terdapat beberapa kemungkinan, yaitu:

  1. perbaikan naskah;
  2. penerbitan surat pernyataan;
  3. penarikan artikel dari edisi yang telah terbit;
  4. pemberitahuan kepada intsitusi asal penulis.

(Sumber Referensi: Situs Web Humaniora dan Sasdaya)

 

Reviewer Guidelines

Selain memenuhi keahlian dan waktu yang diperlukan untuk memberikan evaluasi kritis terhadap artikel tersebut, mitra bestari harus memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Kesesuaian artikel dengan bidang keilmuan yang menjadi keahlian.
  2. Batas waktu yang diberikan oleh dewan redaksi. Pastikan dapat menyelesaikan tepat waktu.
  3. Pastikan tidak ada konflik kepentingan yang dapat memengaruhi keberpihakan Anda. Jika ada, Anda harus menghubungi editor dan segera mengundurkan diri.
  4. Semua naskah yang ditugaskan ditelaah secara objektif sesuai bidang keahlian atau bidang ilmu.
  5. Mitra bestari harus mengesampingkan isu-isu yang terkait dengan agama, ras, kelompok, suku, gender, kewarganegaraan, dan opini politik pribadi.
  6. Jika merasa ada konflik kepentingan selama proses peer-review, mitra bestari harus berkomunikasi dengan editor.
  7. Menjaga kerahasiaan segala informasi yang berkaitan dengan naskah.
  8. Menggunakan pendekatan yang logis dan sesuai fakta terkait dengan pemberian rekomendasi keputusan kepada editor.
  9. Mitra bestari dan editor tidak boleh menggunakan data, argumen, atau interpretasi apa pun, kecuali mereka memiliki izin dari penulis.
(Referensi: Situs Web Sasdaya)