Makna Peran Gender bagi Suami Peserta Program Laki-Laki Peduli di Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta

Inggriani Leila Roosi, Wenty Marina Minza

Abstract


The most Gunungkidul is a region that embraces the culture of Java and has a high number of domestic violence. Program Laki-Laki Peduli of Rifka Annisa Women Crises Center comes to Gunungkidul to encourage husbands in Gunungkidul to change their character identity to fit the positive masculinity. That means there is a conflict between the new men concepts with the concept that has been owned by them before (traditional concept of gender). This study will discuss that phenomenon. Through the qualitative method and phenomenological approach, this study involved two subjects who are alumni of Program Laki-Laki Peduli. This study aims to understand the psychological meaning of the subjects' gender role after experiencing the clash of two different gender role concepts. The data were collected through semi-structured interview with the subjects and data triangulation (subject and time) with the wives of the subjects. The results of this study showed that gender role of new men concept can emerge if subjects face the circumstances "forced". Circumstances forced in this context are situations of socio-economic demands and personal motivations to cope with such situations.


Keywords


gender role; javanese culture; masculinity; new man; psychological meaning

References


American Psychological Association (APA). (2012, January). Guidelines for psychological practice with lesbian, gay, and bisexual clients. American Psychologist, 67(1), 10–42. doi: 10.1037/a0024659

Azwar, S. (2011). Sikap manusia: Teori dan pengukurannya (Edisi Kedua ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Baron, R. A., & Byrne, D. (1997). Social psychology (7th ed.). Massachusetts: Allyn and Bacon.

Bem, S. L. (1981). Bem sex-role inventory: Professional manual. California: Consulting Psychologists Press, Inc.

Berk, L. E. (1989). Child development. Boston: Allyn and Bacon.

Berrios, R., Totterdell, P., & Kellet, S. (2015). Investigating goal conflict as a source of mixed emotions. Cognition and Emotion, 29(4), 755-763. doi: 10.1080/02699931.2014.939948

Bhasin, K. (1996). Menggugat patriarki. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya. Bhasin, K. (2004). Exploring masculinity. New Delhi: Women Unlimited.

Budiati, A. C. (2012). Aktualisasi diri perempuan dalam sistem budaya Jawa. Jurnal Sosiologi: Dilema, 29(1), 13-22.

Cahplin, J. P. (2011). Kamus lengkap psikologi. (K. Kartono, Trans.) Jakarta: Rajawali Pers.

Connell, R. W. (2005). Change among the Gatekeepers: Men, masculinities, and gender equality in the global arena. Signs: Journal of Women in Culture and Society, 30(3), 1801-1825. doi: 10.1086/427525

Creswell, J. W. (2007). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (2nd ed.). Thousand Oaks: Sage Publications, Inc.

Darwin, M. (2004). Gerakan perempuan di Indonesia dari masa ke masa. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 7(3), 283-294. doi: 10.22146/jsp.11061

Fakih, M. (1996). Analisis gender dan transformasi sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Febrianto, R. F. (2014). Feminisme dan aktivisme laki-laki: Analisis frame alignment dalam gerakan laki-laki pro-feminis. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Departemen Sosiologi. Depok: Universitas Indonesia.

Feist, J., & Feist, G. J. (2008). Theories of personality (6th ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Geertz, H. (1983). Keluarga Jawa. Jakarta: Grafiti Pers.

Gunaryo, A. (2002). Kesetaraan jender: Antara cita dan fakta. In S. S. Sukri (Ed.), Bias jender dalam pemahaman Islam Jilid I. Yogyakarta: Gama Media.

Hasyim, N. (2011). Men can be allies in ending domestic violence: Study on men involvement in ending domestic violence in Mumbai. Review artikel: Tidak diterbitkan. http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.557.9911&rep=rep1&type=pdf

Hasyim, N., Kurniawan, A. P., & Hayati, E. N. (2007). Menjadi laki-laki (Pandangan laki-laki Jawa tentang maskulinitas dan kekerasan dalam rumah tangga). Yogyakarta: Rifka Annisa Women Crises Centre.

Helgeson, V. S. (2012). The psychology of gender. New York: Pearson Education, Inc.

Ihromi, T. O. (2001). Wanita dan hukum nasional: Hukum adat, tradisi, dan budaya lokal mengenai wanita dan keluarga. In H. M. Mudzhar (Ed.), Wanita dalam masyarakat Indonesia: Akses, pemberdayaan, dan kesempatan. Yogyakarta: Sunan Kalijaga Press.

Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). (2015, Maret 6). Kekerasan terhadap perempuan: Negara segera putus imunitas pelaku. Catatan tahunan tentang kekerasan terhadap perempuan. Laki-Laki Peduli. (2016, Januari 9). Tentang laki-laki peduli: Mengapa? Retrieved from laki-laki peduli: Bekerja sama untuk kesetaraan. http://lakilakipeduli.org/tentang-kami

Larsen, J. T., & Green, J. D. (2013). Evidence for mixed feelings of happiness and sadness from brief moments in time. Cognition and Emotion, 27(8), 1469-1477. doi: 10.1080/02699931.2013.790782

Larsen, J. T., & McGraw, A. P. (2014). The case for mixed emotion. Social and Personality Psychology Compass, 8(6), 263–274. doi: 10.1111/spc3.12108

Lombard, D. (2008). Nusa Jawa: Kajian sejarah terpadu bagian III: Warisan kerajaan-kerajaan konsentris. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Magnis-Suseno, F. (1997). Javanese etchics and world-view: The Javanese idea of the good life. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Marván, M. L., Campos, Z., Castillo-López, R. L. & López-Vázquez, E. (2014). Psychological meaning and attitudes toward elective abortion: A study with Mexican youth. Women's Reproductive Health, 1(1), 31-42. doi: 10.1080/23293691.2014.901798

Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods. California: SAGE Publications.

Murniati, A. N. (2004). Getar gender: Buku kedua. Magelang: Indonesia Tera. Mustaqim, A. (2015, Desember 24). Kekerasan meningkat, perempuan enggan melaporkan. Retrieved Januari 7, 2016, from Metro TV News Web Site: http://jateng.metrotvnews.com/read/2015/12/24/204648/kekerasan-meningkat-perempuan-enggan-melaporkan

Passer, M. W., & Smith, R. E. (2011). Psychology: The science of mind and behavior (5th ed). New York: McGraw-Hill.

Passer, M. W., & Smith, R. E. (2009). Psychology: The science of mind and behaviour (4th ed.). New York: McGraw-Hill.

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta. (2015, Juli 14). Asal-usul budaya patriarki. Retrieved Desember 2, 2015, from PKBI DIY Web Site: http://pkbi-diy.info/?p=3940

Pradhani, S. I., & Widodo, H. (2015). Program laki-laki peduli sebagai upaya pelibatan laki-laki dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak. Prosiding Pusat Kajian Wanita dan Gender Universitas Indonesia Seminar Series (pp. 165-185). Depok: Pusat Kajian Wanita dan Gender Universitas Indonesia.

Puspitawati, H. (2010). Persepsi peran gender terhadap pekerjaan domestik dan publik pada mahasiswa IPB. Yingyang: Jurnal Studi Gender dan Anak, 5(1), 17-34. doi: 10.24090/yy.v5i1.2010.pp17-34

Putri, D. P., & Lestari, S. (2015, Februari). Pembagian peran dalam rumah tangga pada pasangan suami istri Jawa. Jurnal Penelitian Humaniora, 16(1), 72-85. doi: 10.23917/humaniora.v16i1.1523

Retnowulandari, W. (2010, Januari). Budaya hukum patriarki versus feminis: dalam penegakan hukum di persidangan kasus kekerasan terhadap perempuan. Jurnal Hukum, 8(3), 16-57.

Río, A. A., & Marván, M. L. (2011). On euthanasia: Exploring psychological meaning and attitudes in a sample of Mexican physicians and medical students. Developing World Bioethics, 11(3), 1471-8847. doi: 10.1111/j.1471-8847.2011.00308.x

Rogers, W. S., & Rogers, R. S. (2001). The psychology of gender and sexuality: An introduction. McGraw-Hill Education (UK).

Rufaida, A. (2015, April 10). Kehendak laki-laki untuk peduli. Retrieved Februari 14, 2016, from Aliansi Laki-Laki Baru: http://lakilakibaru.or.id/kehendak-laki-laki-untuk-peduli/

Saeroni, & Thontowi, M. (2014). Modul diskusi komunitas untuk kelas ayah (Program Laki-Laki Peduli). Yogyakarta: Rifka Annisa Women's Crisis Centre.

Sastroatmodjo, S. (2006). Citra diri orang Jawa. Yogyakarta: Penerbit Narasi. Slavin, R. E. (2011). Educational psychology: Theory and practice (10th ed.). Pearson Education.

Suharyo, Rustono, & Irianto, A. M. (2003). Ketidaksejajaran gender dalam pendidikan dasar dan menengah di Jawa Tengah. Fakultas Sastra. Semarang: Universitas Diponegoro.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1988). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Williams, J. E., & Best, D. L. (1990). Sex and psyche: Gender and self viewed cross-culturally (Vol. 13). New Delhi: SAGE Publications.

Wolf, N. (1997). Gegar gender kekuasaan perempuan menjelang abad 21. (O. I. Naomi, Trans.) Yogyakarta: Pustaka Semesta Press.

 


Full Text: PDF

DOI: 10.22146/gamajop.44108

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.