Akselerasi Pertumbuhan Cendana (Santalum album) dengan Aplikasi Unsur Hara Makro Ensensial pada Tiga Jenis Tanah

Eny Faridah, Haryono Supriyo, M Gunawan Wibisono, Kristinawati Dwi Afiani, Dian Hartanti

Abstract


Cendana (Santalum album Linn.) merupakan satu dari pilihan penting untuk digunakan dalam program rehabilitasi lahan-lahan kritis di Indonesia. Upaya untuk mempercepat tingkat pertumbuhannya menjadi sangat penting karena pertumbuhannya yang lambat mengganggu tingkat keberhasilan program rehabilitasi hutan. Mempertimbangkan permasalahan tersebut, studi ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan formulasi pendekatan untuk mempercepat pertumbuhan cendana melalui aplikasi unsur hara makro esensial yang dibutuhkan cendana pada tiga tipe tanah, dalam bentuk pupuk biologi seperti biofosfo dan biosulfo. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk: 1) Pengaruh jenis media tanah (Grumusol (Vertisol), Mediteran (Alfisol) dan Regosol (Entisol)) terhadap pertumbuhan semai cendana, 2) Pengaruh jenis dan dosis pupuk (biosulfo, biofosfo, dan NPK) terhadap pertumbuhan semai cendana, dan 3) Pengaruh jenis media tanah, jenis serta dosis pupuk terhadap ketersediaan hara pada tanah dan jaringan daun tanaman. Penelitian dilakukan di Lab. Silvikultur Intensif, Klebengan, Fakultas Kehutanan UGM dengan menggunakan anakan cendana umur enam bulan. Desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dengan perlakuan berupa 3 tipe tanah (Grumusol (Vertisol), Mediterran (Alfisol) dan Regosol (Entisol)), 3 tipe pupuk (biosulfo, biofosfo, dan NPK), serta 5 dosis pupuk (0; 2,5; 5; 7,5 dan 10 g) dengan 5 ulangan untuk setiap unit eksperimen. Parameter yang diukur meliputi tingkat pertumbuhan tanaman (pertumbuhan tinggi & diameter, panjang akar) dan tingkat kandungan hara pada tanah dan jaringan daun tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah Mediteran secara positif mempengaruhi semua parameter pertumbuhan diikuti oleh Regosol dan Grumusol, sementara aplikasi jenis dan dosis pupuk yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter pertumbuhan. Tanah Mediteran memiliki kandungan N dan K paling tinggi dibandingkan dengan jenis tanah Regosol dan Grumusol, sementara tanah Regosol memiliki kandungan P-tersedia yang tertinggi diikuti dengan Mediteran dan Grumusol. Interaksi antara tanah Grumusol dengan pupuk biofosfo dan biosulfo menghasilkan kadar P-tersedia tanah yang terendah. Untuk kurun waktu 3 bulan, pemberian pupuk biofosfo, biosulfo dan NPK pada dosis yang berbeda meningkatkan kadar P, S dan N jaringan daun tanpa tren perubahan yang jelas.

Kata kunci: cendana, akselerasi pertumbuhan, pupuk biologi, tipe tanah

 

An Acceleration of Cendana (Santalum album) Growth Using Addition of Essential Macro Nutrients n on Three Types of Soil

Abstract

Sandalwood is one of important alternatives to use for rehabilitation programs of critical land areas in Indonesia. Therefore, due to its slow growth which held up forest rehabilitation program, attempts to accelerate its growth rate are crucially necessary. Considering that problem, the study is aimed to formulate an approach to accelerate cendana’s growth through the application of essential macro nutrients needed by cendana grown in three types of soil in the form of biofertilizers such as biofosfo and biosulfo. In a specific way, the study aimed to analyze 1) the effect of soil types ((Grumusol (Vertisol), Mediteran (Alfisol) dan Regosol (Entisol)) on growth of sandalwood, 2) the effect of fertilizer types and dosages on growth of sandalwood, and 3) the effect of soil type, and fertilizer types and dosages on nutrient content of soil and plants’ leaves. The research was conducted in Lab. of Intensive Silviculture, Klebengan, the Faculty of Forestry GMU using cendana seedlings of 6 months old. Research was applied using Completely Randomized Design (CRD) with treatments of 3 soil types (Grumusol (Vertisol), Mediterran (Alfisol) and Regosol (Entisol)), 3 fertilizer types (biosulfo, biofosfo, and NPK), and 5 fertilizer dosages (0, 2.5, 5, 7.5 and 10 g) with 5 replications for each experiment unit. Parameters assessed were plant growth rate (height & diameter growth, root length), and nutrient level of soil media and plant leaves. The results showed that Mediterran soil positively affected all growth parameters (height, diameter, root length) followed by Regosol dan Grumusol, while application of different fertilizers and dosages did not give significant effects on all plant growth parameters. Mediteran soil contained the highest N and K followed by Regosol and Grumusol, while Regosol contained the highest available P followed by Mediteran and Grumusol. Interaction between Grumusol and biofosfo/biosulfo, which resulted in lowest growth of all parameters, contained the lowest soil P level, indicating the role of phosphate on plant growth. During the 3-month period, the application of biofosfo, biosulfo dan NPK at different dosages increased leaf P, S and N level with no clear trend.


Keywords


sandalwood; accelerated growth; biofertilizer; soil types

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.22146/jik.3305

Article Metrics

Metrics Loading ...

Metrics powered by PLOS ALM

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2012 Jurnal Ilmu Kehutanan




© Redaksi Jurnal Ilmu Kehutanan
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No 1, Bulaksumur, Sleman 55281
Telp. (0274) 512102, 550541, 6491420
Fax. (0274) 550541 E-mail : jik@ugm.ac.id
website : jurnal.ugm.ac.id/jikfkt/

 

Indexed by :

  

Jurnal Ilmu Kehutanan/Journal Forest Science is under the license of Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International

Creative Commons License

View My Stats