Pengawetan Kayu Gubal Jati Secara Rendaman Dingin dengan Pengawet Boron untuk Mencegah Serangan Rayap Kayu Kering (Cryptotermes cynocephalus Light.)

https://doi.org/10.22146/jik.7516

Afif Sumaryanto(1*), Sutjipto Achmad Hadikusumo(2), Ganis Lukmandaru(3)

(1) Alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
(2) Bagian Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(3) Bagian Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Pada penggunaan kayu jati umur muda, umum diketahui bahwa bagian gubal banyak diserang oleh rayap kayu kering karena keawetan alaminya yang rendah. Asam borat dan boraks merupakan salah satu pengawet yang mengandung bahan aktif boron yang murah, mudah didapat, tidak berbau, dan tidak mengubah warna kayu. Bahan yang digunakan adalah bagian gubal papan jati yang diperoleh dari tebangan jati hutan rakyat di Kecamatan Kali Bawang, Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang disusun secara faktorial dengan dua faktor yaitu faktor jenis bahan pengawet yaitu asam borat dan boraks (konsentrasi 5 %) dan faktor lama perendaman (12, 24, 36, dan 48 jam). Rayap yang digunakan untuk pengujian keawetan contoh uji pada penelitian ini adalah rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light.) Hasil penelitian menunjukkan kisaran hasil rerata nilai pada parameter absorbsi sebesar 33,09 – 70,77 kg/m3 , nilai retensi sebesar 3,81 – 10,77 kg/m3 , kedalaman penetrasi 2,34 – 3,86 mm, mortalitas rayap sebesar 46,33 – 53 % selama 2 minggu dan 82,67 – 94,33 % selama 4 minggu pengumpanan, pengurangan berat sampel sebesar 0,56 – 0,57 gram, serta derajat kerusakan sebesar 30,34 – 31,27 %. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara faktor jenis bahan pengawet dan lama perendaman yang berpengaruh nyata terhadap mortalitas rayap. Faktor jenis bahan pengawet berbeda sangat nyata terhadap absorbsi dan penetrasi. Faktor lama perendaman berbeda sangat nyata terhadap absorbsi, retensi, penetrasi. Pemberian bahan pengawet mampu mengurangi kehilangan berat sampai sekitar 70 % serta memberi persentase kematian rayap yang lebih tinggi (87-92 %) dibandingkan gubal tanpa perlakuan.

Katakunci: Tectona grandis L.f., gubal, pengawetan kayu, boraks, rendaman dingin, Cryptotermes cynocephalus Light

 

Preservation of Teak Sapwood by Cold Soaking Using Boron Against Drywood Termite (Cryptotermes cynocephalus Light.) Attacks.

Abstract

The utilization of younger teakwood has a disadvantage, which is the sapwood is more susceptible to dry wood termites as it has less natural durability. Boric acid and borax are inexpensive preservatives, which contain boron as the active material. Those preservatives are also easy to be obtained as well as do not produce smells and the wood discoloration. The experiment materials were the sapwood parts from teak boards obtained from the felled trees in the community forest of Kali Bawang, Kulon Progo. A complete randomized block design was arranged in a factorial with two factors, which were the type of preservatives (boric acid and borax in 5% concentration) and duration of cold soaking (12, 24, 36, and 48 hours). To examine the durability of sample, dry wood termites (Cryptotermes cynocephalus Light) were used. The results showed that the average values of absorption, retention, and depth of penetration were 33.09 to 70.77 kg/m3, 3.81 to 10.77 kg/m3, and 2.34 to 3.86 mm, respectively. The average values of termite mortality during 2 weeks and 4 weeks were 46.33 to 53 %, 82.67 to 94.33 %. Weight reduction and degree of the damage were, 560 to 570 mg, and 30.34 to 31.27 %, respectively. By analysis of variance, there was an interaction between the type of preservatives and the duration of cold soaking factors, which affected significantly the termite mortality. Type of preservative affected significantly the absorption and penetration. Further, the duration of cold soaking affected significantly the level of absorption, retention and penetration. The application of preservatives could reduce the mass loss of specimens until 70 % as well as to give higher levels of mortality rate (87-92 %) compared to that of untreated one.


Keywords


Tectona grandis L.f.; sap wood; wood preservation; borax; cold soaking; Cryptotermes cynocephalus Light

Full Text:

PDF


References

  1. ASTM. 1985. ASTM D-1758. Standard test method of evaluating wood preservatives by field tests with stakes. Annual Books of ASTM Standard. Philadelphia.
  2. Abdurrohim S. 1992. Pengawetan tiga jenis kayu untuk barang kerajinan memakai dua jenis bahan pengawet bor secara rendaman dingin. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 10(2), 54-58.
  3. Abdurrohim S. 2000. Manfaat Pengawetan Kayu Perumahan dan Gedung. Prosiding Diskusi Peningkatan Kualitas Kayu. Pusat Penelitian Hasil Hutan. Bogor, 24 Februari 2000. Hlm.13-30
  4. Abdurrohim S. 2008. Penggunaan Bahan Pengawet Kayu Di Indonesia. Buletin Hasil Hutan 14(2), 107-115.
  5. Abdurrohim S & Martono D. 2002. Pengawetan lima jenis kayu untuk perumahan secara rendaman dingin dengan bahan pengawet CCB. Buletin Penelitian Hasil Hutan 20(4), 259-331.
  6. Abdurrohim S & Martawijaya A. 1983. Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Keterawetan Kayu. Pertemuan Ilmiah Pengawetan Kayu. Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH). Bogor, 9-11 Oktober 1983.
  7. Australian Wood Preservation Committee. 2007. Protocol for Assessment of Wood Preservatives. Australian Wood Preservation Committee
  8. Badan Standarisasi Nasional. 1998. SNI 03-3233-1998. Tata Cara Pengawetan Kayu untuk Bangunan Rumah dan Gedung. Badan Standarisasi Nasional.
  9. Badan Standarisasi Nasional. 1999. SNI 03-5010.1-1999. Pengawetan Kayu untuk Perumahan dan Gedung. Badan Standarisasi Nasional.
  10. Badan Standarisasi Nasional. 2006. SNI 01-7207-2006. Uji Ketahanan Kayu dan Produk Kayu terhadap Organisme Perusak Kayu.
  11. Bhat KM & Florence EJM. 2003. Natural decay resistance of juvenile teak wood grown in high input plantations. Holzforschung 57, 453-455.
  12. Barly & Abdurrohim S. 1996. Petunjuk Teknis Pengawetan Kayu untuk Bangunan Hunian dan Bukan Hunian. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Departemen Kehutanan, Jakarta.
  13. Barly & Lelana NE. 2010. Pengaruh ketebalan kayu, konsentrasi larutan dan lama perendaman terhadap hasil pengawetan kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 28(1), 1-8.
  14. Hadikusumo SA. 2004. Pengawetan Kayu. Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
  15. Hunt GM & Garratt GA. 1986. Pengawetan Kayu. Diterjemahkan oleh Mohamad Yusuf. CV. Akademika Presindo. Jakarta.
  16. Martawijaya A, Kartasujana I, Mandang Y, Prawira SA, & Kadir K. 2005. Atlas Kayu Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Bogor.
  17. Martawijaya A & Barly. 1991. Petunjuk Teknis Pengawetan Kayu Bangunan Perumahan dan Gedung. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kehutanan.
  18. Noor GS. 2010. Pengeringan dan pengawetan kayu kamalaka asal Kalimantan Selatan. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 28(2), 111-118.
  19. Novriyanti E & Nurrohman E. 2004. Pengawetan Bambu Talang Secara Sederhana. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 22(4), 223-230.
  20. Suheryanto D. 2010. Pengaruh konsentrasi cupri sulfat terhadap keawetan kayu karet. Seminar Rekayasa Kimia dan Proses 2010. Teknik Kimia UNDIP Semarang, 4-5 Agustus 2010.
  21. Sushardi. 2000. Pengawetan kayu sengon (Paraserianthes falcataria (L).Nielsen) secara rendaman dingin dengan tiga jenis bahan pengawet untuk bahan bangunan. Prosidings Seminar Nasional II Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia. Hlm. 139-151.
  22. Tarumingkeng RC. 2001. Biologi dan Perilaku Rayap. http://www.rudyct.com/biologi dan perilaku rayap.htm. Diakses pada tanggal 15 September 2011. 15.00 WIB



DOI: https://doi.org/10.22146/jik.7516

Article Metrics

Abstract views : 2762 | views : 9402

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2013 Jurnal Ilmu Kehutanan




© Redaksi Jurnal Ilmu Kehutanan
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No 1, Bulaksumur, Sleman 55281
Telp. (0274) 512102, 550541, 6491420
Fax. (0274) 550541 E-mail : jik@ugm.ac.id
website : jurnal.ugm.ac.id/jikfkt/

 

Indexed by:

 

Jurnal Ilmu Kehutanan is under the license of Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International

Creative Commons License