Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Hipertensi melalui Intervensi Foot Massage di Desa Sungai Rangas Ulu: Studi Kasus

https://doi.org/10.22146/jkkk.75430

Ainun H Herman(1), Agianto Agianto(2*)

(1) Universitas Lambung Mangkurat
(2) Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat
(*) Corresponding Author

Abstract


Background: Intradialytic hypertension is one of the problems experienced by patient with chronic kidney failure who undergoing hemodialysis with a prevalence of 13,2% to 33,9%. This kind of hypertension is one of the biggest causes of death in patient who undergoing dialysis, with a rate of 59%. Several factor can affect intradialytic hypertension, such as interdialytic weight gain, age, gender, and the duration of hemodialysis.
Objective: To determine the characteristic of patients who underwent hemodialysis and to determine the correlation between interdialytic weight gain (IDWG) and confounding factors (age, gender, and the duration of hemodialysis) with intradialytic hypertension.
Methods: This research used quantitative methods with observational analytic design. The sampling used simple random sampling with a sample size of 126 patients, who met inclusion and exclusion criteria. Data were collected using secondary data and then analyzed using Fischer Test.
Results: The result showed there was no correlation between Interdialytic weight gain (IDWG) and intradialytic hypertension (p value = 0,484). For confounding variable, there was also no correlation between age with intradialytic hypertension (p value= 0,584), gender with intradialytic hypertension (p value= 1,000), and the duration of hemodialysis with intradialytic hypertension (p value= 0,333).
Conclusion: There was no statistically significant correlation between interdialytic weight gain (IDWG) and intradialytic hypertension. Age, gender, and duration of hemodialysis did not contribute to intradialytic hypertension.

ABSTRAK

Latar belakang: Hipertensi intradialisis merupakan salah satu permasalahan yang dialami pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis, dengan prevalensi sekitar 13,2% sampai 33,9%. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar pada pasien yang menjalani dialisis, yaitu sebesar 59%. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi hipertensi intradialisis, seperti Interdialytic Weight Gain, usia, jenis kelamin, dan lama hemodialisis.
Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien yang menjalani hemodialisis serta mengetahui hubungan antara Interdialytic Weight Gain (IDWG) dan faktor confounding (usia, jenis kelamin, dan lama hemodialisis) dengan hipertensi intradialisis.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 126 pasien, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan lembar dokumentasi subjek penelitian dan analisis data menggunakan Fischer test.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara Interdialytic Weight Gain (IDWG) dengan hipertensi intradialisis (p-value = 0,484). Pada faktor confounding juga tidak ada hubungan antara hipertensi intradialisis dengan usia (p-value= 0,584), dengan jenis kelamin  (p-value = 1,000), dan dengan lama hemodialisis (p-value= 0,333).
Simpulan: Tidak ada hubungan antara Interdialytic Weight Gain (IDWG) dengan hipertensi intradialisis. Usia, jenis kelamin, dan lama hemodialisis, juga tidak berhubungan dengan hipertensi intradialisis.


Keywords


hipertensi; komplementer; pijat kaki

Full Text:

PDF


References

  1. World Health Organization (WHO). 2021. ‘Hypertension’. [Online]. [Accessed: 09 Mei 2022]. Available At: Https://Www.Who.Int/News-Room/Fact-Sheets/Detail/Hypertension.
  2. Kemenkes RI. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease Covid-19 Revisi 5. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.
  3. Kemenkes RI 2018, Hipertensi The Silent Killer. [Online]. [Accessed: 09 Mei 2022]. Available At: Http://P2ptm.Kemkes.Go.Id/Infographic-P2ptm/Hipertensi-Penyakit-Jantung-Dan-Pembuluh-Darah/
    Hipertensi-The-Silent-Killer.
  4. P2PTM Kemenkes. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular; 2020.
  5. Kementerian Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riskesdas. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018.
  6. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Laporan Tahunan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Banjarmasin: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan; 2019.
  7. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Laporan Tahunan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Banjarmasin: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan; 2022.
  8. Tim Penyusun Rencana Induk Penelitian ULM 2020. Rencana Induk Penelitian 2020-2024. Bajarmasin: ULM.
  9. Ardiansyah & Huriah, T. Metode Massage terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi: A Literatur Review. Jurnal Penelitian Keperawatan. 2019;5(1).
  10. Yanti E, Rahayuningrum DC, Arman E. Efektivitas Massase Punggung dan Kaki terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. Jurnal Kesehatan Medika Saintika. 2019;10(1):18.
  11. Patria A. Pengaruh Masase Kaki terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Kelompok Dewasa yang Mengalami Hipertensi. Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung. 2019;7(1):48.
  12. Agianto. Asuhan Keperawatan Pasien Stroke: (Aplikasi NANDA-I, NOC dan NIC pada Pasien Stroke. Purwokerto: Penerbit CV IRDH; 2018.
  13. Afianti N, Mardhiyah A. Pengaruh Foot Massage terhadap Kualitas Tidur Pasien di Ruang ICU. Jurnal Keperawatan Padjadjaran. 2017;5(1):86–97.
  14. Ainun K, Kristina K, Leini S. Terapi Foot Massage untuk Menurunkan dan Menstabilkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. Keperawatan Lanjut Usia. Edisi 1. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2021;3(2):328-336.
  15. Gloria MB, Howard KB, Joane MD, Cheryl MW. Nursing Interventions Classification (NIC). Singapore: Elsevier Ltd; 2016.
  16. Zunaidi A, Nurhayati S, Prihatin TW. Pengaruh Pijat Refleksi terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Klinik Sehat Hasta Therapetika Tugurejo Semarang. Prosiding Konferensi Nasional II PPNI Jawa Tengah. 2014; 56– 65.
  17. Irawani AT, Indriani YWI. Masase Kaki terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Lansia. Syntax Literate. Jurnal Ilmiah Indonesia. 2020;5(10):995-1005.
  18. Yumni FL. Studi Kasus Penerapan Masase Kaki dengan Citronella Oil terhadap Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Wilayah Puskesmas Medokan Ayu Surabaya. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah. 2018;3(3):71.
  19. Maulana F. Pengaruh Masase Ekstremitas Bawah dengan Minyak Esensial Lavender terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi Di UPTD Griya Werdha. Surabaya [Skripsi]. Surabaya: Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga; 2016.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkkk.75430

Article Metrics

Abstract views : 3440 | views : 8693

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Ainun H. Herman, Agianto Agianto



Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) 
collaborates with DPW PPNI DIY

Lisensi Creative Commons  

Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.