HUBUNGAN SIPIL-MILITER YANG HARMONIS DAN SINERGIK DALAM NEGARA KESATUAN R.I

https://doi.org/10.22146/jkn.11377

H. Budisantoso S(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Sejak Zaman purba, manusia yang hidup bermasyarakat dalam kelompok-kelompok, suku, dan kemudian masyarakat tersebut bersepakat membentuk negara (bernegara), manusia selalu membutuhkan kesejahteraan juga mencakup kebutuhan spriritusl seperti keadilan dan harga diri. Sedangakn kebutuhan keamanan antara lain meliputi ketentraman, ketertiban, perlindungan terhadap bahaya/ancaman baik yang berasal dari alam maupun manusia.

Fungsi penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan dalam masyarakat pada mulanya berada pada pemimpin masyarakt, seperti kepala suku, atau pada raja dan para bangsawan dalam negara yang berbentuk kerajaan. Dalam hal ini juga terjadi di Indonesia, Sultan Agung dari Mataram bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo, Senopati Ing Alogo, Sayidin Panotogomo, Khalifatulah Ing Tanah Jawa, yang berarti Sultan Agung adalah penguasa pemerintah(raja), juga Panglima Angkatan Perang serta Pemimpin Agama


Keywords


-

Full Text:

PDF


References

Lemhannas, Hubungan Sipil Militer,

Peran Kontribusi dan Tanggung

Jawab Sipil-Militer, Peran Kontri-

busi dan Tanggung jawab Sipil-

Militer dalam Penyelenggaraan

Negara, (Jakarta: Lemhanas Dephankam Mei 1999).

Wiranto, "Membangun Format Baru Hubungan

Sipil-Militer", Kompas, Mei 1999

Pokja Tannas Lemhannas, Ketahanan Nasional Indonesia,

(Jakarta:lemhannas, April 1999)

Budiarto Shambazy, Kompas Mei 1999.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkn.11377

Article Metrics

Abstract views : 1508 | views : 813

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 1970 Jurnal Ketahanan Nasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


web
analytics View My Stats