Identifikasi Bakteriosis Sebagai Infeksi Sekunder Otitis Parasitik Pada Kucing di Klinik Hewan Satwagia Fortune Cibaduyut, Kota Bandung
Annisa Permata Cyntia(1*)
(1) Padjadjaran University
(*) Corresponding Author
Abstract
Otitis merupakan peradangan pada telinga yang umum terjadi pada kucing, dengan prevalensi mencapai 40-48,27% di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteriosis sebagai infeksi sekunder pada otitis parasitik kucing di Klinik Hewan Satwagia Fortune Cibaduyut. Sampel ear cerumen diambil dengan metode ear swab dari kucing yang terinfestasi parasit. Sampel kemudian dilakukan kultur pada media selektif Mannitol Salt Agar dan Pseudomonas Agar Base, dilanjutkan dengan pewarnaan Gram, uji katalase dan oksidase. Hasil penelitian menunjukkan dari 13 sampel, 69% terinfeksi Staphylococcus sp., 8% terinfeksi Pseudomonas sp., dan 23% terinfeksi keduanya. Analisis Chi-Square mengungkapkan tipe pemeliharaan p>0.05 dan frekuensi mandi p<0.05 berkontribusi signifikan terhadap risiko infeksi bakteri sekunder. Dapat disimpulkan bahwa Otodectes cynotis merupakan penyebab utama otitis parasitik pada kucing dengan infeksi sekunder Staphylococcus sp. dan Pseudomonas sp., dimana faktor pemeliharaan dan frekuensi mandi berkontribusi dalam kejadian infeksi sekunder.
Keywords
Full Text:
PDFArticle Metrics
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Sain Veteriner

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Sain Veteriner Indexed by
Copyright of JSV (Jurnal Sain Veteriner) ISSN 0126-0421 (print), ISSN 2407-3733 (online).
Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada
Jl. Fauna No.2, Karangmalang, Yogyakarta
Phone: 0274-560862
Fax: 0274-560861
Email: jsv_fkh@ugm.ac.id
HP. 0895363078367

Jurnal Sain Veteriner is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









