Pemetaan Habitat dan Status Resistensi Aedes aegypti terhadap Temefos dan Sipermetrin di Wilayah Buffer Pelabuhan Laut Kota Padang
Sonya Oktarita(1), Susi Soviana(2*), Supriyono Supriyono(3)
(1) IPB University
(2) IPB University
(3) IPB University
(*) Corresponding Author
Abstract
Wilayah buffer Pelabuhan Laut Kota Padang memiliki kondisi ekologi yang mendukung perkembangbiakan Aedes aegypti, vektor utama demam berdarah dengue (DBD). Berdasarkan International Health Regulation (IHR) 2005 dan pedoman Kementerian Kesehatan RI, kawasan pelabuhan wajib bebas dari vektor penyakit dalam radius minimal 400 meter dari titik masuk pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik habitat larva, menentukan indeks entomologi, serta menilai status resistensi populasi Ae. aegypti terhadap temefos dan sipermetrin di tiga wilayah buffer Pelabuhan Laut Kota Padang: Teluk Bayur, Muara Padang, dan Bungus. Pengambilan sampel dilakukan melalui survei wadah/kontainer pada 300 bangunan dan pemasangan 600 ovitrap (perangkap telur nyamuk) secara merata. Uji resistensi terhadap temefos (menggunakan larvasida kimiawi technical grade) dianalisis menggunakan regresi probit untuk memperoleh nilai LC90, sedangkan uji kerentanan nyamuk dewasa terhadap sipermetrin 0,05% menggunakan kertas impregnasi WHO (WHO Collaborating Centre) dilakukan sesuai prosedur WHO Susceptibility test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habitat perkembangbiakan larva Ae. aegypti dominan ditemukan pada bak mandi terbuka berbahan semen. Nilai House index, Container Index dan Breteau Index mengindikasi risiko penularan sedang dan melebihi ambang batas Kementerian Kesehatan RI. Nilai LC90 temefos berkisar 0,011-0,029 mg/L menunjukan populasi masih rentan, meskipun terdapat indikasi awal toleransi pada wilayah Teluk Bayur. Uji kerentanan terhadap sipermetrin menunjukkan populasi masih rentan dengan mortalitas 100% pada seluruh isolat. Penelitian ini merupakan laporan pertama mengenai status resistensi Ae. aegypti terhadap temefos dan sipermetrin di wilayah buffer Pelabuhan Laut Kota Padang.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Affiandy D, Amin AA, Ridwan Y. 2019. Karakteristik habitat larva dan status resistensi Aedes aegypti (L) terhadap sipermetrin dan malation di wilayah perimeter Pelabuhan Laut Cirebon. Veterinary Science IPB.
Ardhi K. 2024. Status kerentanan dan mekanisme resistensi Aedes aegypti terhadap insektisida di Pelabuhan Dumai. Disertasi. Universitas Gadjah Mada.
Davila-Barboza JA, Gutierrez-Rodriguez SM, Juache-Villagrana AE, Lopez-Monroy B, Flores AE. 2024. Widespread resistance to temephos in Aedes aegypti (Diptera: Culicidae) from Mexico. Insects. 15(2).
Faridah L, Hamda ME, Syafei NS, Agrianfanny YN. 2018. Potential container and its environmental conditions for mosquito breeding site in Universitas Padjadjaran Jatinangor. Majalah Kedokteran Bandung (MKB). 50(2):116–119.
Handayani D. 2023. Uji resistensi nyamuk Aedes aegypti terhadap cypermethrin 0,05% di Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health). 9(3):624–629.
Harrington LC, Scott TW, Lerdthusnee K, Coleman RC, Costero A, et al. 2005. Dispersal of the dengue vector Aedes aegypti within and between rural communities. American Journal of Tropical Medicine and Hygiene. 72(2):209–220.
Hidayati L. 2016. Status resistensi Aedes aegypti terhadap insektisida dan hubungan iklim dengan kejadian demam berdarah dengue di Kota Sukabumi [Skripsi]. IPB University.
Irayanti I, Martini M, Wurjanto A, Susanto HS, Firmansyah YW, Ramadhansyah MF. 2022. Status kerentanan larva Aedes aegypti terhadap temephos di wilayah kerja Pelabuhan KKP Kelas II Tarakan. Jurnal Rekam Medis & Manajemen Informasi Kesehatan. 2(1):19–27.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Pedoman survei entomologi demam berdarah dengue dan kunci identifikasi nyamuk Aedes. Jakarta (ID): Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Pedoman pencegahan dan pengendalian demam berdarah dengue di Indonesia. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2024. Pedoman surveilans dan pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit di pintu masuk. Jakarta (ID): Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI.
Kleden MA, Atti A, Talahatu AH. 2023. Factors causing dengue hemorrhagic fever (DHF) in Sikka District, East Nusa Tenggara Province. Jambura Journal of Biomathematics. 4(1).
Kurnia R, Safitri MD, Zufri A, Putra RM. 2023. Status resistensi nyamuk Aedes albopictus terhadap insektisida sipermetrin di Pelabuhan Meral Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau tahun 2022. JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan). 8(1):53.
Nirwan AA, Ishak H. 2010. Faktor yang berhubungan dengan keberadaan vektor Aedes aegypti di kapal dalam wilayah Pelabuhan Makassar. Jurnal MKMI. 6(3).
Palomino M, Pinto J, Yañez P, Cornelio A, Dias L, Amorim Q, Martins AJ, Lenhart A, Lima JBP. 2022. First national-scale evaluation of temephos resistance in Aedes aegypti in Peru. Parasites & Vectors. 15(1).
Rachmawati FE. 2020. Status resistensi larva Aedes sp. terhadap larvasida sebagai faktor risiko kejadian demam berdarah dengue di wilayah buffer Pelabuhan Laut Tanjung Perak Surabaya. Medical Technology and Public Health Journal. 4(1).
Sudiharto M, Udiyono A, Kusariana N. 2020. Status resistensi Aedes aegypti terhadap malathion 0,8% dan sipermetrin 0,05% di Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 8(2):243–249.
Sukmawati. 2022. Pengendalian populasi nyamuk Aedes aegypti. Purbalingga (ID): Eureka Media Aksara.
Sulistyorini E, Hadi UK, Soviana S. 2016. Entomology factors related to the existence of Aedes sp. larvae in highest and lowest DBD cases in Bogor City. Jurnal MKMI. 12(3).
Tomia A. 2022. Karakteristik habitat dan keberadaan larva Aedes spp. di Kelurahan Gambesi Kecamatan Ternate Selatan. JUSTE Journal of Science and Technology. 2(2).
Windyaraini DH, Siregar FT, Vanani A, Marsifah T, Poerwanto SH. 2020. Identification of Culicidae family diversity as vector control management and mosquito-borne disease prevention in Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Lingkungan. 12(1):1–9.
World Health Organization. 2022. Standard operating procedure for testing insecticide susceptibility of adult mosquitoes in WHO tube tests. Geneva (CH): WHO.
Article Metrics
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Sain Veteriner

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Sain Veteriner Indexed by
Copyright of JSV (Jurnal Sain Veteriner) ISSN 0126-0421 (print), ISSN 2407-3733 (online).
Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada
Jl. Fauna No.2, Karangmalang, Yogyakarta
Phone: 0274-560862
Fax: 0274-560861
Email: jsv_fkh@ugm.ac.id
HP. 0895363078367

Jurnal Sain Veteriner is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









