Ancaman terhadap Masuknya Virus Penyakit Mulut dan Kuku melalui Daging Ilegal di Perbatasan Darat Indonesia-Malaysia

https://doi.org/10.22146/jsv.11422

Risma Juniarti Silitonga(1*), Retno Damayanti Soejoedono(2), Hadri Latif(3), Etih Sudarnika(4)

(1) Badan Karantina Pertanian
(2) 
(3) 
(4) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan daging ilegal di perbatasan darat Indonesia-Malaysia sebagai ancaman risiko masuknya virus PMK ke wilayah Indonesia. Data primer diambil menggunakan teknik pengumpulan pendapat pakar dengan kuisioner, wawancara mendalam (in-depth interview) dan pengamatan langsung di lapang. Data sekunder diperoleh dari publikasi ilmiah dan tulisan atau data yang tidak dipublikasi (statistik, dokumen dan laporan dari instansi berwenang). Penentuan responden secara purposive sampling. Hasil studi menunjukkan bahwa daging ilegal diperkirakan berasal dari berbagai negara termasuk dari negara/zona yang berstatus endemis PMK seperti Semenanjung Malaysia, Thailand, India dan negara/zona yang dinyatakan tidak diketahui oleh responden. Jenis daging ilegal yang masuk ke Entikong berisiko sebagai sumber infeksi PMK seperti daging beku bertulang tanpa limfoglandula dan jeroan beku tanpa limfoglandula. Berdasarkan jalur dan frekuensi pengangkutan, perkiraan volume pemasukan daging ilegal menunjukkan kemungkinan daging masih bisa lolos melalui jalur non-kendaraan. Kondisi-kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pemasukan daging ilegal dapat sebagai ancaman risiko masuknya virus PMK ke Indonesia khususnya di perbatasan darat Indonesia-Malaysia, Entikong. Perlu dilakukan upaya pencegahan untuk mengurangi ancaman risiko yaitu dengan melakukan pengawasan yang lebih ketat di pintu-pintu pemasukan dengan koordinasi lintas instansi di perbatasan untuk bersama-sama mencegah pemasukan daging ilegal.

Keywords


daging ilegal, Entikong, PMK, perbatasan



References

[Deptan] Departemen Pertanian Republik Indonesia. (2004) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Jakarta (ID): Deptan.

[Ditkeswan] Direktorat Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan, Departemen Pertanian. (2009) Kesiagaan Darurat Veteriner Indonesia. Seri: Penyakit Mulut dan Kuku (Kiat Vetindo PMK). Edisi 2.2. Jakarta (ID): Ditkeswan.

Harada Y, Lekcharoensuk P, Furuta T, and Taniguchi T. (2015) Inactivation of foot-and-mouth disease virus by commercially available disinfectants and cleaners. Biocon. Sci. 20(3):205-208.

Hartnett E, Adkin A, Seaman M, Cooper J, Watson E, Coburn H, England T, Marooney C, Anthony C, and Wooldridge M. (2007) A quantitative assessment of the risk from illegally imported meat contaminated with foot and mouth disease virus to Great Britain. Risk. Analysis. 27(1):187-202. doi: 10.1111/j.1539-6924.2006.00869.x.

[OIE] Office International des Epizooties. (2015) World Animal Health Information Database (WAHIS Interface). [internet]. [diacu 2015 Oktober 15]. Tersedia dari : http://www.oie.int/wahis_2/public/wahid.php/ Countryinformation/ Countrytimelines. Paris (FR): World Organization for Animal Health.

Paton D.J, Sinclair M, and Rodriguez R. (2010) Qualitative assessment of the commodity risk for spread of foot-and-mouth disease associated with international trade in deboned beef. Transbound. Emerg. Dis.57:115–134.

Rushton J, and Knight-Jones T.J.D. (2013) The impact of foot-mouth-disease. Rev. sci. tech. Off. int. Epiz. 1:1-27.

Rweyemamu M, Roeder P, Mackay D, Sumption K, Brownlie J, Leforban Y, and Valarcher J.F. (2008) Epidemiological patterns of foot-and-mouth disease worldwide. Transbound. Emerg. Dis. 55:57–72.

Ryan E.D, Mackay D, and Donaldson A. (2008) Foot-and-mouth disease virus concentrations in products of animal origin. Transbound. Emerg. Dis. 55:89-98.

[SIKAWAN] Sistem Karantina Hewan. (2015) Badan Karantina Pertanian. [internet]. [diacu 2015 Nopember 6]. Tersedia dari : http://www.karantina.deptan.go.id/. Jakarta (ID).

Valarcher J.F, Leforban Y, Rweyemamu M, Roeder P.L, Gerbier G, Mackay D.K, Sumption K.J, Paton D.J, and Knowles N.J. (2008) Incursions of foot-and-mouth disease virus into Europe between 1985 and 2006. Transbound. Emerg. Dis. 55:14–34.



DOI: https://doi.org/10.22146/jsv.11422

Article Metrics

Abstract views : 236

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jurnal Sain Veteriner

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Sain Veteriner Indexed by

    CrossrefROADCOREDimensions  JournalTOCs   


Copyright of JSV (Jurnal Sain Veteriner) ISSN 0126-0421 (print), ISSN 2407-3733 (online).

Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada

Jl. Fauna No.2, Karangmalang, Yogyakarta

Phone: 0274-560862

Fax: 0274-560861

Email: jsv_fkh@ugm.ac.id

Jurnal Sain Veteriner is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

free
web stats View My Stats