Deteksi Molekuler Virus Infectious Bursal Disease (IBD) pada Samp l Bursa Fabrisius yang Diperoleh dari Ayam Terdiagnosa Penyakit IBD

https://doi.org/10.22146/jsv.17890

Michael Haryadi Wibowo(1*), Radhian Fadiar(2), Dito Anggoro(3), Sidna Artanto(4), Surya Amanu(5), Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni(6)

(1) Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Hewan, UGM
(2) Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Hewan, UGM
(3) Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Hewan, UGM
(4) Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Hewan, UGM
(5) Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Hewan, UGM
(6) Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Hewan, UGM
(*) Corresponding Author

Abstract


Kasus penyakit Infectious Bursal Disease (IBD) dewasa ini masih sering ditemukan pada peternakan ayam komersial baik layer maupun broiler di Indonesia. Diagnosis penyakit IBD sejauh ini mengandalkan lesi patologik spesifik dan kultur in ovo dengan mengamati lesi makroskopis embrio, serta diidentifikasi dengan uji agar gel presipitasi (AGP). Penelitian ini bertujuan menerapkan diagnosis dengan teknik reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) dari sampel Bursa Fabrisius (BF) sebagai konfirmasi pada kasus terdiagnosa IBD. Deteksi serologis virus IBD dengan uji AGP dengan sumber antigen chorioallantoic membrane (CAM) dan embrionya, untuk melihat potensinya sebagai sumber antigen uji AGP. Sampel Bursa
Fabrisius sebanyak 5 yang diperoleh pada kasus terdiagnosa IBD, dikoleksi dari peternakan ayam komersial di Yogyakarta. Konfirmasi diagnosis dilakukan dengan metode RT-PCR. Sampel positip uji RT-PCR yang mengamplifikasi fragmen gen VP2. Isolasi virus IBD yang dilakukan kultur in ovo pada telur ayam berembrio (TAB) antibodi negatif terhadap virus IBD, berumur 11 hari. Desposisi materi inokulasi dilakukan pada (CAM), diinkubasi selama lima hari. Panen virus dilakukan dengan mengkoleksi membran korioalantois dan embrio, selanjutnya diamati lesi makroskopis yang timbul akibat infeksi virus IBD. Membran korioalantois dan embrio
selanjutnya digerus dan diproses sebagai suspensi antigen yang digunakan dalam uji AGP. Hasil uji RT-PCR terhadap lima sampel Bursa Fabrisius yang dikoleksi dari peternakan ayam terdiagnosa penyakit IBD, tiga sampel menunjukkan hasil positif teramplifikasi fragmen gen VP-2 virus IBD dengan produk amplifikasi sebesar 440 bp, sedangkan dua sampel sisanya menunjukkan hasil negatif. Uji AGP dengan sumber antigen CAM menunjukkan hasil positip 2 dari 3 sampel yang diuji, sedangkan sumber antigen embrio menunjukkan
hasil negatif. Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa uji RT-PCR dapat digunakan dalam mendeteksi virus IBD dari sampel BF terdiagnosa IBD. Uji AGP dengan sumber antigen CAM menunjukkan hasil lebih baik dari pada embrionya.

Keywords


bursa fabrisius, membran korioalantois, presipitasi, amplifikasi, virus IBD

Full Text:

PDF


References

Daftar Pustaka

Allan, W.H., Faragher, J.T. and Cullen, G.A. (1972)

Immunosuppression by the Infectious bursal

agent in chickens immunized against Newcastle

disease. Vet. Rec. 90:511–512.

Anonimus (1979) Methods for examining poultry

biologics for identifying and quantifying avian

pathogen. Subcommitte, national academic

science, Washington D.C. : 109-125.

Anonimus (2001) Manual of Standards Ddiagnostic

Tests and Vaccines Infectious Bursal Disease

(http://education.vetmed.vt.edu/Curriculum/

VM8124/VM8124toth_2002/VirDis/avia/avia.

htm#reoviridae)

Ashraf, S., Tang, y. and Saif, M. (2007)

Development of differential RT-PCR assays and

molecular characterization of the complete VP1

gene of five strains of very virulent infectious

bursal disease virus. Avian Dis. 51 (4): 935-941.

Barlic-Maganja, D., Zorman-Rojs, O. and Grom, J.

(2002) Detection of infectious bursal disease

virus in different lymphoid organ by single-step

reverse transcriptase polymerase chain reaction

and microplate hybridization assay. J. Vet.

Diagn. Invest. 14: 243-246.

Beard, C.W. (1989) Serologic procedures. Dalam:

Purchase, H.G, Arp, H.L., Domermuth, C.H.

and Pearson, J.E. (Eds). A Laboratory manual

for the isolation and identification avian

pathogens. 3rded. Kendal/Hunt publishing

company, Iowa : 192-200.

Becht, H., Muller, H. and Muller, H.I.S. (1998)

Comparative studies of structural and antigenic

properties of two serotype of infectious bursal

disease virus. J. Gen. Virol. 69: 631-640.

Cao, Y.C., Young, W.S. and Law, M. (1998)

Molecular characterization of seven chineese

isolates of infectious bursal diseases virus:

classical, very virulent and variant strain. Avian

Dis. 42: 340-351.

Cavanagh, D. and Naqi, S.A. (2003) Infectious

bronchitis. In: Diseases of poultry, 11th ed. Saif,

Y.M. (Ed). Iowa State University Press, Ames,

Iowa, USA : 101-119.

Hirai, K., Kunihiro, K. and Shimakura, S. (1974)

Characterization of immunosupression in

chickens by infectious bursal disease virus.

Avian Dis. 23:950-965.

Hitchner, S.B. (1970) Infectivity of infectious bursal

disease virus for embryonating eggs. Poult. Sci.

, 511-516.

Kataria, R.S., Tiwari, A.K., Nanthakumar, T. and

Goswani, P.P. (2001) One-step RT-PCR for the

Detection of infectious bursal disease virus in

clinical samples. Vet. Res. Comm. 25(5): 429-

Kaufer, I. and Weiss, E. (1980) Significance of bursa

fabricius as target organ in infectious bursal

disease of chickens. Infect. Immun. 27: 364-367.

Kresno, S.B. (2000) Imunologi: Diagnosis dan

prosedure. Edisi III. Penerbit Fakultas

Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta :

-273.

Lin, T.L., Wu C.C., Rosenberger, J.K., and Saif, Y.M.

(1994) Rapid differentiation of infectious bursal

diseases virus serotypes by polymerase chain

reaction. J.Vet. Diagn. Invest. 6: 100-102.

Lukert, P.D. and Saif, Y.M. (2003) Infectious bursal

disease. In: Diseases of poultry, 11th ed, Saif,

Y.M. (Ed). Iowa state university press, Ames,

Iowa, USA : 161-179.

Mahgoub, H.A. (2012) An overview of infection

bursal disease. Arch Virol. 157: 2047-2057.

Mawgod, S.A., Arafa, A.S. and Hussein, H.A. (2014)

Molecular genotyping of infectius bursal

disease virus isolated from broiler flock in

agypt. Int. J. Vet. Sci. and Med.. 2: 46-52.

Müller, H., Islam, R.Md. and Raue, R. (2003)

Research on infectious bursal disease: The past,

the present and the future. Vet. Microbiol. 97:

-165.

Müller, R., Kaufer, I., Reinacher, M. and Weiss, E.

(1979) Immunofluorscent studies of early virus

propagation after oral infection with infectious

bursal disease virus (IBDV). Zentralbl. Veterinarmed.

B, 26, 345-352.

Mutinda, U.W., Njagi, L.W., Nyaga, P.N., Debora,

L.C., Mbuthia, P.G., Kemboi, D., Githinji,

J.W.K. and Mariuki, A. (2015) Isoaltion of

infectious bursal disease virus using indigenous

chicken embryos in kenya. Int Scholarly Res.

N o t i c e s , I D 4 6 4 3 7 6 ,

Nagarajan, M.M. and Kibenge, F.S.B. (1997)

Infectious bursal disease virus: A review of

molecular basis for variations in antigenicity

and virulence. Can. J.Vet. Res. 61: 81-88.

Nunoya, T., Otaki, Y., Tajima, M., Hiraga, M., and

Saito, T. (1992) Occurrence of acute infectious

bursal disease with high mortality in japan and

pathogenicity of field isolates in specific

pathogen free chickens. Avian Dis. 36, 597-609.

Putra, H.H., Wibowo, M.H., Untari, T. dan Kurniasih

(2012) Studi lesi makroskopis dan mikroskopis

embrio ayam yang diinfeksi virus newcastle

disease isolat lapang yang virulen. J. Sain Vet.

(1): 57-67.

Raj, D.G., Thangavelu, R., Govindarajan, K.,

Nachimuthu and Venugopalan, A.T. (1995)

Precipatation reaction with newcastle disease

virus. Trop. Anim. Hlth. Prod. 27: 71-75.

Singh J., Banga H.S., Brar R.S., Singh N.D., Sodhi S.

a n d L e i s h a n g t h e m G . D . ( 2 0 1 5 )

Histopathological and immunohistochemical

http://dx.doi.org/10.1155/2015/464376.

diagnosis of infectious bursal disease in poultry

birds. Vet. Word 8(11): 1331-1339.

Sivanandan, V. and Maheswaran, S. K. (1980)

Immune profile of infectious bursal disease. I.

Effect of infectious bursal disease virus on

peripheral blood T and B lymphocytes in

chickens. Avian Dis. 24:715–725.

Tabbu., C.R. (2000) Penyakit ayam dan

penanggulangannya. Vol. 1. Kanisius:

Yogyakarta : 213-221.

Tripathy, N.D. and Reed, W.M. (2003) Pox. In:

Diseases of poultry, 11th ed. Saif, Y.M. (Ed).

Iowa State University Press, Ames, Iowa, USA :

-269.

Van den Berg, T.P. (2000) Acute infectious bursal

disease in poultry: A Rev. Avian Pathol. 29 (3):

-194.

Wibowo, M.H. (2003) Identifikasi serologis virus

infectious laryngotracheitis isolat mangestoni

farm dengan uji agar gel presipitasi dan uji

netralisasi. J. Sain Vet. 21 (2): 1-5.

Wibowo, M.H., Susetya, H. Untari, T., Wahyuni,

A.E.T.H. Tabbu, C.R.dan Asmara, W. (2007)

Identifikasi molekuler virus avian influenza

yang diisolasi dari kasus dengan dan tanpa

gejala klinis khas penyakit avian influneza. J.

Vet. 8 (3): 103-110.

Wibowo, M.H., Untari, T. dan Wahyuni, A.E.T.H.

(2012) Isolasi, identifikasi, sifat fisik dan

biologik virus tetelo yang diisolasi dari kasus di

lapangan. J. Vet.13 (4) 425-433.



DOI: https://doi.org/10.22146/jsv.17890

Article Metrics

Abstract views : 3555 | views : 2159

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Sain Veteriner

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Sain Veteriner Indexed by

    CrossrefROADCOREDimensions  JournalTOCs   


Copyright of JSV (Jurnal Sain Veteriner) ISSN 0126-0421 (print), ISSN 2407-3733 (online).

Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada

Jl. Fauna No.2, Karangmalang, Yogyakarta

Phone: 0274-560862

Fax: 0274-560861

Email: jsv_fkh@ugm.ac.id

Jurnal Sain Veteriner is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

free
web stats View My Stats