Perbandingan Aktivitas Linimentum Ekstrak Koral Kelimutu dan Linimentum Ekstrak Daun Lamtoro (Leucaena leucochepala) Terhadap Penyembuhan Scabies Pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus)

https://doi.org/10.22146/jsv.17893

Asih Rahayu(1*), Miranti Candrarisna(2)

(1) Departemen Farmakologi dan Farmasi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
(2) Departemen Farmakologi dan Farmasi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
(*) Corresponding Author

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aktivitas linimentum ekstrak koral kelimutu dan ekstrak daun lamtoro (Leucaena leucochepala) sebagai terapi penyembuhan scabies pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Jenis penelitian ini eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel hewan yang digunakan adalah kelinci jantan umur 4-6 minggu sebanyak 24 ekor yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif /normal, tanpa diobati (P0), kontrol positif : diobati linimentum sulfur ppt (P1), diobati linimentum ektrak daun lamtoro (P2), diobati linimentum ekstrak coral
kelimutu (P3). Semua bulu kelinci dicukur pada daerah punggung anterior sepanjang 3x3 cm dan diinfestasikan parasit Sarcoptes scabiei. Semua kelinci dibiarkan selama 7 hari agar parasit dapat tumbuh dan berkembang biak tersebar merata ke seluruh permukaan kulit. Setiap hari kulit kelinci yang terkena scabies diolesi dua kali dengan linimentum yang diuji dengan dosis 25%. Pengamatan makroskopis dilakukan pada hari ke- 3, 5, 7, dan pengamatan mikroskopis dilakukan pada hari ke- 3 setelah dilakukan masa pengobatan selama 7 hari. Semua
data kuantitatif diuji secara statistik menggunakan Analisa Sidik Ragam (ANOVA) dengan uji post hoc metode Turkey dan metode LSD dengan taraf kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelinci yang diobati dengan linimentum ekstrak coral kelimutu (P3) memberikan hasil yang lebih baik daripada kelompok P0, P1 dan P2. Berdasarkan analisis statistik uji Post hoc metode Turkey dan metode LSD menunjukkan p = 0,000 ; R squared = 0,88 dan hitung (7,11) > F tabel (1,74), maka disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok P3 dengan P0, P1 dan P2 terhadap perlekatan penutupan luka, pengurangan keropeng dan peningkatan jumlah kematian Sarcoptes scabiei. Hal ini menunjukkan aktivitas
linimentum ekstrak koral kelimutu paling baik dan efektif digunakan untuk terapi penyembuhan scabies pada kelinci.

Keywords


linimentum, ekstrak koral kelimutu, ekstrak daun lamtoro, scabies

Full Text:

PDF


References

Daftar Pustaka

Becker, K. (2010). Apicomplexan Parasites :

Molecular Approaches toward Targeting Drug

Development. Germany : Wiley– Blackwell.

Vol 2. No 1 : 3-20.

Entjang, I. (2006). Mikrobiologi dan Parasi tologi.

Penerbit PT. Citra Aditya Bakti. Bandung.

Cetakan ke-4. ISBN : 979-414-849-0.

Febram, B., Wientarsih, I., dan Pontjo, B.,(2010).

Aktivitas Sediaan Salep Batang Pohon Pisang

Ambon (Musa paradisiacalVar Sapientum)

Dalam Proses Penyembuhan Luka Pada

Mencit (MusMusculus albinus). Majalah Obat

Tradisional, 15 (3), 121-137, 2010.

Harper, B., Gervais, J.,A., Buhl, K., and Stone, D.

(2012). Boric Acid Technical Fact Sheet.

National Pesticide Information Center.

Pesticide Information Center. Oregon State

University Extension Services.

Hilyakine, Marschall, M., Gyollai, Jozsa, S. and

Kereszturi, A., (2015). Basalt Weathering

Experiment In Sulfuric Acid Brine To Better

Understand Martian Mineral Alternations.

Lunar and Planetary Science Conference.

Joenoes, N.,Z., (2010). Ars Prescibendi Resep Yang

Rasional 2. Airlangga Uni versity Press.

Surabaya.

Kress and Henriette, (2014). Acidum Boricum.

http://www.henriettesherb.com/eclectic/kings/

acidum-bori.html (diakses pada 2 Maret

Satyana, A. (2008). Tinjauan Geologi Da nau Tiga

Warna Kelimutu. Februari 2015).

Wardhana, A., Manurung J., dan Iskandar T.

(2006). Tantangan Penyakit Zoonosis Masa

Kini dan Masa Datang. Wartazoa. Vol. 16. No 1

: 40-52.

Wulandari, S. (2014). Pengaruh Perbedaan Dosis

Salep Ekstrak Daun Lamtoro (Leu caena

Leucochepala) Terhadap Penyem buhan Luka

Insisi Pada Hamster (Meso cricetus A u r a t u s .

Skripsi. Fakultas Kedok teran Hewan

Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya.



DOI: https://doi.org/10.22146/jsv.17893

Article Metrics

Abstract views : 3541 | views : 4479

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Jurnal Sain Veteriner

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Sain Veteriner Indexed by

    CrossrefROADCOREDimensions  JournalTOCs   


Copyright of JSV (Jurnal Sain Veteriner) ISSN 0126-0421 (print), ISSN 2407-3733 (online).

Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada

Jl. Fauna No.2, Karangmalang, Yogyakarta

Phone: 0274-560862

Fax: 0274-560861

Email: jsv_fkh@ugm.ac.id

Jurnal Sain Veteriner is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

free
web stats View My Stats