Laporan Kasus: Anemia pada Anjing Pascaenterektomi

https://doi.org/10.22146/jsv.35127

Julitha Dewitri Merthayasa(1), Agustina Dwi Wijayanti(2), Soedarmanto Indarjulianto(3*), Yanuartono .(4), Alfarisa Nururrozi(5), Putu Devi Jayanti(6)

(1) Blessing Pet Care & Shop Kupang Nusa Tenggara Timur
(2) Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada
(3) Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada
(4) Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada
(5) Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada
(6) Blessing Pet Care & Shop Kupang Nusa Tenggara Timur
(*) Corresponding Author

Abstract


Anemia adalah terjadinya defisiensi eritrosit atau hemoglobin atau keduanya hingga kemampuan darah mengangkut oksigen berkurang dan sering dijumpai pada anjing. Anjing lokal  betina bernama Pogan berumur 1 tahun dengan riwayat enterektomi diperiksa dengan keluhan; lemas, kurus, nafsu makan dan minum menurun. Hasil pemeriksaan fisik;  mukosa mulut dan mata anemis, dehidrasi dan kurus. Hasil pemeriksaan hematologi rutin, total protein plasma (TPP) dan albumin menunjukkan bahwa anjing mengalami anemia mikrositik hipokromik, trombositopenia, limfositosis, terjadi penurunan nilai TPP dan hipoalbuminemia. Berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik dan laboratorik anjing Pogan didiagnosis menderita anemia mikrositik hipokromik yang diakibatkan oleh defisiensi zat besi (Fe). Pengobatan dengan menggunakan preparat Fe dengan dosis 1 ml/5kgbb, subcutan selama 5 hari dan terapi suportif berupa infus serum albumin manusia dengan total volume 128 ml melalui infus intravena selama ±4 jam dan Livron (Vitamin B complex) 1tab/hari, per oral selama 5 hari memberikan hasil yang baik.


Keywords


anemia mikrositik hipokromik; anjing; enterektomi; defisiensi Fe

Full Text:

PDF


References

Bellows, L., Moore, R. (2012). Water-soluble vitamins: B-complex and vitamin C. Fort Collins: Colorado State University. Day, M. J., Andrew M., Janet D. L. (2000). Manual of Canine and Feline Haematology and Transfusion Medicine. England : British Small Animal Veterinary Association; ISBN 0 90521439 0 Page : 316. Dallman PR. (1996). Nutritional anemia. Dalam: Rudolph AM, Hoffman JIE, Rudolph CD, penyunting. Rudolphs pediatrics. Edisi ke-20. Connecticut: Appleton and Lange hal.1176-80. Dubois M, Orellana-Jimenez C, Melot C, et al. (2006). Albumin administration improves organ function in critically ill hypoalbuminemic patients: a prospective, randomized controlled pilot study. Crit Care Med; 34:2536–2540. Grantham, M. (2001). A review of studies on the effect of iron deficiency on cognitive development in children. J Nutr. 131(1) :659S-8. Hackner, G. S. (2011). Plasma And Albumin Transfusions: Indications And Controversies. Cornell University Veterinary Specialists. Hadler, Juliono, Y., Sigulem, D. M. (2002). Anemia in infacy: etiology and prevalence. JPediatr. 278(1):321-6. Mazzaferro EM, Rudloff E, Kirby R. (2002). The role of albumin replacement in the critically ill veterinary patient. J Vet Emerg Crit Care; 12:113–128. McCown, J.L., Specht, A. J. (2011) Iron homeostasis and disorders in dogs and cats: a review. J Am Anim Hosp Assoc47(3):151-160 Oski, F. A, Honing, A. S., Helu B, Howanitz, P. (1983). Effect of iron therapy on behavior performance in non anemic, iron- deficient infants. Pediatric. 71(1):877-80. Ovedoff, D. (2002). Kapita Selekta Kedokteran, Edisi revisi, hal 150-153, Hendarto Natadidjaja (eds), Fakultas Kedokteran, Universitas Tri Sakti, Jakarta. Price, S.A., dan Wilson, L.M. (2006). Patofisiologi, Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, Edisi 6, hal. 1271; Huriawati H, Natalia S, Pita Wulansari, Dewi Asih (eds), Penerbit Buku Kedokteran, EGC, Jakarta. Plumb, D.C. (2008). Plumb’s Veterinary Drug Handbook. 6th ed. Ames, Iowa: Blackwell Publ. pp:329–331 Raspati H., Reniarti L., Susanah S. (2005). Anemia defisiensi besi. Dalam: Permono HB, Sutaryo, Ugrasena IDG, Windiastuti E, Abdul salam M, penyunting. Buku ajar hematologi Onkologi Anak. Jakarta:BPIDAI. hal.30-43. Salasia, S. I.O dan Hariono Bambang. (2010). Patologi Klinik Veteriner Kasus Patologi Klinis. Yogyakarta: Samudra Biru.Hal 35-41 Schrier, S. L. (2011). Approach to the adult patient with anemia. diakses tanggal 3 Maret 2018. Tersedia dari: www.UpToDate.com Sherwood L. (2001). Fisiologi Manusia : Dari Sel ke Sistem, Alih Bahasa : Brahm, V.P., editor, Beatrica TS. 2nd ed., Jakarta. EGC. Shrock, T. R. (1983). Hand book of Surgery, Jones Medical Publications : 258-259 Stollman, N.H., Neustater, B.R. (1999). Clinical Practice of Gastroenterology, Volume one, Philadelphia. PA: Current Medicine 507- 516. Throop, J.L., Bingaman S, Huxley V. 2004. Differences between human and other mammalian albumins raises concerns over the use of human serum albumin in the dog. J Vet Intern Med;18(3):439 Uthman, O. E. (2000). Understanding Anemia. USA: University Press of Mississipi. http://web2.airmail.net/ uthman/ anemia/ anemia.html, tanggal akses : 3 Maret 2018.



DOI: https://doi.org/10.22146/jsv.35127

Article Metrics

Abstract views : 2937 | views : 7337

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Jurnal Sain Veteriner

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Sain Veteriner Indexed by

    CrossrefROADCOREDimensions  JournalTOCs   


Copyright of JSV (Jurnal Sain Veteriner) ISSN 0126-0421 (print), ISSN 2407-3733 (online).

Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada

Jl. Fauna No.2, Karangmalang, Yogyakarta

Phone: 0274-560862

Fax: 0274-560861

Email: jsv_fkh@ugm.ac.id

Jurnal Sain Veteriner is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

free
web stats View My Stats