Transformasi Berjilbab di Kalangan Mahasiswi Analisis Strukturasi atas Pengguna Baru Jilbab Besar di Universitas Gadjah Mada

https://doi.org/10.22146/kawistara.46699

Aimma Farah Luthfia Arifa(1), M. Falikul Isbah(2*)

(1) Alumni, Prodi S1 Sosiologi
(2) Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Artikel ini mendiskusikan motif, faktor, dan konteks di mana mahasiswi Universitas Gadjah Mada mengalami transformasi dari tidak berjilbab atau berjilbab biasa menjadi berjilbab besar. Melalui observasi dan wawancara dengan 8 responden serta penggunaan Teori Strukturasi dari Giddens, artikel ini mengeksplorasi baik aspek agensi maupun aspek struktur yang membentuk proses transformasi tersebut. Aspek agensi terdiri dari dinamika internal para responden yang melihat agama sebagai jalan keluar atas masalah duniawi mereka dan rasa ingin memperbaiki diri ketika masa krisis. Sementara aspek struktur terdiri dari pengaruh teman sebaya (peer group), imitasi terhadap tren di sekitar dan pengaruh budaya populer yang mengepung mereka baik melalui materi nyata maupun virtual di media. Kombinasi antara elemen-elemen agensi dan struktur tersebut membentuk transformasi mereka, dari tidak berjilbab atau berjilbab biasa menjadi berjilbab besar.


Keywords


transformasi berjilbab, jilbab besar, strukturasi, mahasiswi, UGM

Full Text:

PDF


References

- Artyas, Y. 2017. Penasaran Trend Hijab 2018? Ini Prediksi Fesyen Hijab 2018 Menurut Para Desainer Hijab!. Diakses pada tanggal 25 Desember 2017. <https://beautynesia.id/20321>.

- Bamualim, dkk. 2018. Kaum Muda Muslim Milenial: Konservatisme, Hibridasi Identitas, dan Tantangan Radikalisme. Tangerang Selatan: Center for The Study of Religion and Culture (CSRC) Pusat Kajian Agama dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

- Damsar. 2011. Pengantar Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

- Danziger, K. 1971. Socialization. Australia: Penguin Books Ltd. Frønes. 2016. The Autonomous Child. Springer Briefs in Well-Being and Quality of Life Research. Diakses pada tanggal 20 November 2018. <https://www.sp ringer.com/gp>.

- Giddens, A.1984. The Constitution of Society: Outline of the Theory of Structuration. Berkeley and Los Angeles: University of California Press.

- Haryadi. 2010. Islamic Popular Culture and The New Identity of Indonesian Muslim Youths. 18th Biennial Conference of the Asian Studies Association of Australia in Adelaide, The University of Western Australia. 5-8 Juli. Haryadi. 2013. “Finding Islam in Cinema: Islamic Films and the Identity of Indonesian Muslim Youths.” Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies. 51 (2), 443-473.

- Hardiyanti. 2012. “Komunitas Jilbab Kontemporer Hijabers di Kota Makasar.” Skripsi. Makassar: Universitas Hasanudin.

- Hasan, N. 2009. “The making of public Islam: piety, agency, and commodification on the landscape of the Indonesian public sphere.” Contemporary Islam 3 (3), 229.

- Heryanto, A. 2011. “Upgraded piety and pleasure: the new middle class and Islam in Indonesian popular cultire”, in Andrew N. Weintraub (ed.), Islam and Popular Culture in Indonesia and Malaysia. Abingdon and New York: Routledge. Pp. 60-82.

- Heryanto, A. 2012. Budaya Populer di Indonesia. Yogyakarta: Jalasutra. Hurlock,

- E. B. 1981. Developmental Psychology: A Life-Span Approach. 5th ed, Newyork: Tata McGraw-Hill Publishing Company Limited.

- Ibrahim, I.S. 2004. Lifestyle Ectassy: Kebudayaan Pop Dalam Masyrakat Komoditas Indonesia. Yogyakarta: Jalasutra.

- Ibrahim, I.S. 2011. Budaya Populer sebagai Komunikasi: Dinamika Popscape dan Mediascape di Indonesia Kontemporer. Yogyakarta: Jalasutra.

- Muhammad, W.A. dan Pribadi, K.K. 2013. “Anak Muda, Radikalisme, dan Budaya Populer.” Jurnal Maarif 8 (1), 132-53.

- Muzakki, A. 2009. The Islamic Publication Industry in Modern Indonesia: Intellectual Transmission, Ideology, and The Profit Motive. PhD Thesis. Queensland: The University of Queensland.

- Muzakki, A. 2010. “TEEN ISLAM” The Rise of Teenagers-Segmented Islamic Transmission through Popular Media in Indonesia.” Journal of Indonesian Islam 4 (1), 22-42.

- Nilan, P. dan Carles Feixa. 2006. Introduction: Youth hybridity and plural worlds. New York: Routledge. Nef-Saluz, C. 2007. Islamic Pop Culture in Indonesia. An anthropological field study on veiling practice among student of Gadjah Mada University of Yogyakarta, Bern: Institut für Sozialanthropologie.

- Raleigh. 2004. “Busana Muslim dan Kebudayaan Populer di Indonesia: Pengaruh dan Persepsi.” Skripsi, Malang: Universitas Muhamadiyah Malang.

- Smith-Hefner, N. 2007. Javanese Women and the Veil in Post-Soeharto Indonesia. The Journal of Asian Studies, Vol. 66, No. 2, 390. Statistica. 2018. Leading countries based on number of Instagram users as of October 2018 (in millions). Diakses pada 15 November 2018. <https://www.statista.com>.

- Warburton, E. 2008. Regulating Morality: Compulsory Veiling at an Indonesian University. Banda Aceh: Aceh Research Training Institute (ARTI).



DOI: https://doi.org/10.22146/kawistara.46699

Article Metrics

Abstract views : 1441 | views : 1886

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Aimma Farah Luthfia Arifa, M. Falikul Isbah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Kawistara is published by the Graduate School, Universitas Gadjah Mada.