Eskalasi Konflik Wahabi dengan Masyarakat Lokal di Mamben Daya, Lombok Timur

https://doi.org/10.22146/kawistara.89333

Saipul Hamdi(1*), Hafizah Awalia(2), I Dewa Made Satya Parama(3), Sukarman -(4), Palahuddin -(5)

(1) University of Mataram
(2) Universitas Mataram
(3) Universitas Mataram
(4) Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Mataram
(5) Universitas Muhammadiyah Mataram
(*) Corresponding Author

Abstract


Konflik antara anggota Wahabi dengan masyarakat lokal telah lama terjadi sejak kehadiran Wahabi 1990an di Lombok. Konflik antara keduanya muncul karena perbedaan penafsiran teks kitab suci terkait praktek ibadah dan posisi ritual yang bersumber dari non kitab suci, yang berdampak pada ketergangguan relasi sosial di antara mereka. Akibatnya, segragasi, konflik dan kekerasan sosial seringkali terjadi ketika keduanya memaksakan pemahaman dan penafsiran masing-masing untuk dipraktikkan oleh kelompok di luar mereka. Artikel ini membahas tentang konflik antara Wahabi dengan masyarakat lokal di Lombok Timur yang disertai aksi kekerasan berupa pembakaran masjid dan markas Wahabi. Secara spesifik penelitian ini betujuan untuk memahami awal mula konflik, eskalasi konflik dan aktor-aktor yang terlibat pada konflik tersebut. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan (April-Agustus 2023) dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, konflik berawal dari pembangunan masjid Wahabi di desa Mamben Daya yang kurang sosialisasi sehingga mengalami penolakan dan resistensi. Karena kedua kubu tidak menemukan kesepakatan terkait keberlanjutan izin pembangunan masjid As-Syafi’i, maka masyarakat desa Mamben Daya terutama dari unsur tokoh-tokoh agama melakukan aksi damai ke lokasi pembangunan masjid Wahabi dan kantor kepala desa. Aksi ini tidak menimbulkan kekerasan, namun di tengah negosiasi penghentian pembangunan masjid As-Syafi’i, konflik mengalami eskalasi pasca tersebar potongan video berisi ceramah oleh tokoh Wahabi yang menghina makam suci para wali di Lombok. Eskalasi konflik muncuat ketika aksi senyap dengan membakar bangunan masjid As-Syafi’i dan juga markaz As-Sunnah. Temuan lain adalah keterlibatan tokoh agama dan elit-elit sosial lainnya dalam pusaran konflik Wahabi di wilayah ini. Rekonsiliasi yang dimediasi oleh pemerintah daerah berhasil meredam konflik dengan cara membuat perjanjian damai dan membeli tanah masjid Wahabi yang dibakar.     


Keywords


Konflik; Eskalasi, Kekerasan, Makam Wali, Wahabi, Lombok

Full Text:

PDF


References

Abdullah, K. (2022). Navigating Against Salafi-Wahabi Expansion in Malaysia: The Role of State and Society. Studia Islamika, 29(1). https://doi.org/10.36712/sdi.v29i1.25213

Alfandi, M. (2013). Prasangka: Potensi Pemicu Konflik Internal Umat Islam. Walisongo, 21(1), 113–140. http://mta-online.com/v2/sekilas-profil/

Alsaif, T. (2013). Relationship between state and religion in Saudi Arabia: The role of Wahabism in governance. Contemporary Arab Affairs, 6(3). https://doi.org/10.1080/17550912.2013.822721

Anwar, H. (2016). Politik Luar Negeri Arab Saudi dan Ajaran Salafi-Wahabi di Indonesia. Jisiera: The Journal of Islamic Studies and International Relations, 1(August).

Aqil, M. (2020). Konflik Kepemimpinan Jamaah Tabligh Di Kota Padang, Sumatera Barat. Indonesian Journal of Religion and Society, 2(1), 32–44. https://doi.org/10.36256/ijrs.v2i1.85

Ardiansah, A. (2018). Legalitas Pendirian Rumah Ibadat Berdasarkan Peraturan Bersama

Menteri Agama dan Menteri dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006. Jurnal Hukum Respublica, 16(1). https://doi.org/10.31849/respublica.v16i1.1434

Aritonang, A. (2020). Bangkitnya Islam Radikal dan Nasionalisme: Studi tentang Gerakan Islam Wahabi. Jurnal EFATA: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 6(2). https://doi.org/10.47543/efata.v6i2.29

Asif, M. (2018). Indonesian Traditional Ulama Notions Against Wahhabism: A Study of Abi al-Faḍal al-Senoriy’s Thought. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 26(2). https://doi.org/10.21580/ws.26.2.2841

Barkley, L. (2012). Has Wahhabi Islam played a part in the rise of global terrorism? Has Wahhabi Islam Played a Part in the Rise of Global Terrorism.

Bar-Tal, D. (2000). From Intractable Conflict Through Conflict Resolution to Reconciliation: Psychological Analysis. In Political Psychology (Vol. 21, Issue 2).

Benthall, J. (2016). Puripetal force in the charitable field. Asian Ethnology, 75(1). https://doi.org/10.18874/ae.75.1.02

Bhati, A. (2023). Tourism research and tackling vandalism: Shifting the approach. Tourism and Hospitality Research, 23(2). https://doi.org/10.1177/14673584221100707

Cederroth, S. (1975). Symbols of a Sasak Community in Northern Lombok. Ethnos, 40(1–4), 169–184. https://doi.org/10.1080/00141844.1975.9981101

Debataraja, L.-. (2022). Penentuan Persyaratan Dukungan Masyarakat di Lingkungan Pendirian Rumah Ibadah Berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Agama Dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006. EKSEKUSI, 4(2). https://doi.org/10.24014/je.v4i2.14174

Enjavinezhad, M., & Paramasivam, S. (2020). The Role of Wahhabi Discourse in the Syrian Uprising. Shanlax International Journal of Arts, Science and Humanities, 7(4). https://doi.org/10.34293/sijash.v7i4.2292

Fatmawatun. (2019). Kritik Terhadap Teologi Wahabiyyah Di Indonesia Dalam Pemikiran Said Aqil Siradj. In Repository.Uinjkt.Ac.Id.

Hamdi, S. (2019). De-Kulturalisasi Islam dan Konflik Sosial dalam Dakwah Wahabi di Indonesia. Jurnal Kawistara, 9(2), 164. https://doi.org/10.22146/kawistara.40397

Hamdi, S., Mulyadi, F., & Suwarto, S. (2021). De-Radikalisasi Islam, Khilafah dan Pendidikan Pancasila di Komunitas Wahabisme di Indonesia. SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan, 4(2). https://doi.org/10.20414/sangkep.v4i2.3371

Harnish, D. (2022). “Like King and Queen, Like Balinese and Sasak.” Ethnologies, 23(1), 63. https://doi.org/10.7202/1087917ar

Hogarth, D. G. (1925). Wahabism and British Interests. Journal of the British Institute of International Affairs, 4(2). https://doi.org/10.2307/3014617

Kingsley, J., & Law School, M. (2010). Tuan Guru, community and conflict in Lombok, Indonesia.

Kusumah, E. A. (2020). Wahabi: Politik Agama dan Hasrat Kekuasaan Di Indonesia. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama Dan Lintas Budaya, 4, 1(September 2016).

Ludji, J. F., Sagala, R. W., & Nainggolan, B. D. (2023). Konflik dan Resolusi Konflik Pembangunan Gedung Ibadah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Lasiana Kota Kupang. Immanuel: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 4(1). https://doi.org/10.46305/im.v4i1.167

Madali, E. (2015). Sikap Pengikut Salafi Wahabi di Indonesia dalam Masalah Khilafiyah. Doisertasi.

Madali, E. (2020). Islamic Law’s View on Wahhabi Salafi Intolerance. Nurani Hukum.

Marrison, G. E. (1997). The literature of Lombok: Sasak, Balinese, and Javanese. Indonesia and the Malay World, 25(73), 221–234. https://doi.org/10.1080/13639819708729901

Moussalli, A. (2009). Wahhabism, Salafism and Islamism: Who Is The Enemy? In Conflicts Forum (Issue January).

Muhtadi, K. (2015). Deradikalisasi Politik Wahabi-Syi’ah Dalam Konteks Madzhab Tafsir KeIndonesiaan. Syariati : Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Hukum, 1(02). https://doi.org/10.32699/syariati.v1i02.1113

Muhyidin, M., Triyono, T., & Ardani, M. N. (2022). Pioneer Manuscript in Refuting Wahhabism: The Perspective of Kiai Dimyati bin Abdul Karim as-Surakarta as a Basis for Islamic Moderation. Journal of Maritime Studies and National Integration, 6(1). https://doi.org/10.14710/jmsni.v6i1.14425

Nashir, H. (2008). Purifikasi Islam dalam Gerakan Padri di Minangkabau. Unisia, 31(69). https://doi.org/10.20885/unisia.vol31.iss69.art1

Oliver, H. J. (2002). The ‘Wahhabi’ Myth Dispelling Prevalent Fallacies and the Fictitious Link With Bin Laden. The ‘Wahhabi’ Myth Dispelling Prevalent Fallacies and the Fictitious Link With Bin Laden.

Pankhurst, D. (1999). Issues of justice and reconciliation in complex political emergencies: Conceptualising reconciliation, justice and peace. Third World Quarterly, 20(1), 239–256. https://doi.org/10.1080/01436599914027

Ribut, G. A. S. P., Triguna, I. B. G. Y., & Suija, I. W. (2019). Didactic strategy of wetu telu cultural heritage on sasak tribe. International Journal of Linguistics, Literature and Culture, 5(3), 9–17. https://doi.org/10.21744/ijllc.v5n3.625

Ridho, M. (2017). Inter-Religious Relationship Between Hindus and Muslims in Lombok. www.sekty.cz/

Ridwan. (2021). Salafisme di Papua, Indonesia: Studi Tentang Kelompok Salafi-Wahabi Ja’far Umar Thalib di Kota Jayapura Kabupaten Keerom. Jurnal Islam Nusantara, 2(2).

Rockmore, T. (2002). Marx after Marxism : the philosophy of Karl Marx. Blackwell Publishers.

Sahrasad, H., Maksum, A., Chaidar, A., & Ansari, T. S. (2020). Indonesian terrorism: Wahabism and the ‘imagined caliphate.’ Journal of Social, Political, and Economic Studies, 45(1–2).

Said, M. (2019). Dinamika Wahabisme di Lombok Timur: Problem Identitas, Kesalehan dan Kebangsaan. FIKRAH, 7(1). https://doi.org/10.21043/fikrah.v7i1.5022

Saladin, B. (2011). Wetu Telu, Suatu Bentuk Keberagaman: Pendidikan Pembebasan Berbudaya Masyarakat Lombok. KARSA: Vol.IX No.1 April.

Suprapto. (2015). Religious leaders and peace building: The roles of Tuan Guru and Pedanda in conflict resolution in Lombok - Indonesia. Al-Jami’ah, 53(1), 225–250. https://doi.org/10.14421/ajis.2015.531.225-250

Suryawati, N., & Syaputri, M. D. (2022). Intoleransi Dalam Pembangunan Rumah Ibadah Berdasarkan Hak Konstitusional Warga Negara. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 4(3). https://doi.org/10.14710/jphi.v4i3.433-446

Wahab, A. J., & Fakhruddin, F. (2019). Menakar Efektivitas Skb Tentang Ahmadiyah: Sudi Kasus Konflik Ahmadiyah Di Desa Gereneng Lombok Timur. Harmoni, 18(1). https://doi.org/10.32488/harmoni.v18i1.356

Wijayanto, W. S. (2021). Resolusi Konflik Pembangunan Gereja Baptis Indonesia di Tlogosari Semarang. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen Dan Musik Gereja, 5(1). https://doi.org/10.37368/ja.v5i1.235

Williams, R. J. (2017). Salafism, Wahhabism, and the Definition of Sunni Islam. Honors Program: Student Scholarship & Creative. Augustana College.

Zuhdi, M. H. (2018). Wetu Telu in Bayan Lombok: Dialectic of Islam and Local Culture. Kawalu: Journal of Local Culture, 5(2), 1. https://doi.org/10.32678/kawalu.v5i2.1879



DOI: https://doi.org/10.22146/kawistara.89333

Article Metrics

Abstract views : 4217 | views : 1987

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2025 Saipul Hamdi, Hafizah Awalia, I Dewa Made Satya Parama, Sukarman

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Kawistara is published by the Graduate School, Universitas Gadjah Mada.