Manajemen Pengobatan Demam Tifoid Disertai Bronkopneumonia Pada Pediatrik
Dizky Ramadani Putri Papeo(1*), Annisa Humaira Yusuf(2), Aditya Putra Bastari(3), Indah Nurwahida Lalu(4), Rani Orelia Ambo Unga(5), Rizki Mohamad Hulopi(6), Siti Fauziyah Rahmola(7)
(1) Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo
(2) Program Studi Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo
(3) Program Studi Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo
(4) Program Studi Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo
(5) Program Studi Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo
(6) Program Studi Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo
(7) Program Studi Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo
(*) Corresponding Author
Abstract
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pada beberapa kasus, infeksi ini dapat menimbulkan komplikasi pada sistem pernapasan seperti bronkopneumonia, yang memperburuk kondisi klinis pasien terutama pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan terapi farmakologis pada pasien pediatrik dengan diagnosis demam tifoid disertai bronkopneumonia di RSUD Tombulilato, Provinsi Gorontalo. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional retrospektif dengan pendekatan studi kasus terhadap satu pasien anak laki-laki berusia 1 tahun 3 bulan yang dirawat pada Agustus 2024. Data diambil dari rekam medis pasien yang mencakup hasil pemeriksaan klinis, laboratorium, dan radiologi, serta regimen terapi yang diberikan selama perawatan. Hasil menunjukkan bahwa terapi kombinasi ceftriaxone dan gentamicin sebagai antibiotik utama, disertai paracetamol sebagai antipiretik dan dexamethasone sebagai antiinflamasi, efektif dalam memperbaiki kondisi klinis pasien. Gejala demam dan sesak napas membaik setelah lima hari perawatan. Evaluasi menunjukkan kesesuaian terapi dengan pedoman nasional, namun ditemukan anemia ringan yang belum mendapat intervensi spesifik. Kesimpulan dari studi ini menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap terapi antibiotik dan pemantauan kondisi hematologi dalam penanganan demam tifoid dengan komplikasi bronkopneumonia pada anak.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aqil, F. A., Oktarlina, R. Z., Junando, M., Pardilawati, C. Y., Farmasi, P. S., Kedokteran, F., Lampung, U., Farmasi, I., Sakit, R., Daerah, U., Moloek, H. A., & Lampung, P. (2024). Perbandingan antara Dexamethasone dan Prednisolone pada Pasien dengan Acute Respiratory Distress Syndrome ( ARDS ) : Literature Review Comparison Between Dexamethasone and Prednisolone in Acute Respiratory Distress Syndrome ( ARDS ) Patients : A Literature Review. 14, 1591–1596.
Ardyati, S., Kurniawan, N. U., & Darmawan, E. (2017). Steroids Effect as Adjuvant Therapy toward Length of Stay and Clinical Symptoms in Pediatric with Pneumonia. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 6(3), 181–189.
Cahyaningrum, Jessica. 2018. Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia pediatri di instalasi rawat inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2017. Surakarta : Universitas Setia Budi.
Chen, L.-K., Woo, J., Assantachai, P., Auyeung, T.-W., Chou, M.-Y., Iijima, K., et al (2020). Asian Working Group for Sarcopenia: 2019 Consensus Update on Sarcopenia Diagnosis and Treatment. Journal of the American Medical Directors Association, 21(3), 300-307.e2.
Fatan, F. A., Hilmi, I. L., & Salman, S. (2023). Artikel Review: Tinjauan Pemilihan Obat Antipiretik untuk Anak-Anak. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(1), 230–236.
Gunadi, D., Lubis, B., & Rosdiana, N. (2016). Terapi dan suplementasi besi pada anak. Sari Pediatri, 11(3), 207-11.
Hts, S. E. P., & Amalia, D. (2023). Bronkopneumonia. Jurnal Medika Nusantara, 1(3), 134-145.
Husna, A. (2023). Diagnosis dan Tatalaksanan Demam Tifoid pada Anak. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika, 6(1), 51-57.
Idrus, H. H., Utami, N., Rahmawati, R., Daeng Kanang, I. L., Musa, I. M., & Rasfayanah, R. (2023). Analisis Penggunaan Antibiotik Pasien Demam Tifoid dengan Komplikasi dan Tanpa Komplikasi yang Dirawat di Rumah Sakit. UMI Medical Journal, 8(1), 46–52.
Iqbali, T., Jaiswal, A., & Kumar, A. (2017). Dexamethasone in treatment of community acquired pneumonia in children: a randomised control trial. International Journal of Contemporary Pediatrics, 4(1), 9–14.
Kholishoh, S. N., Munir, Z., & Tauriana, S. (2024). Tindakan Terapi Kolaborasi Inhalasi untuk Pasien Bronkopneumonia dengan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas Diruang PICU RSUD Sidoarjo. TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, Dan Humaniora, 5(1), 95–104.
Levani, Y., & Prastya, A. D. (2020). Demam Tifoid: Manifestasi Klinis, Pilihan Terapi Dan Pandangan Dalam Islam. Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran, 1(2), 10–16.
Mani, C. S., & Murray, D. L. (2018). Acute Pneumonia and Its Complications. In: Principles and Practice of Pediatric Infectious Diseases. New York: 2018; 238-249
Mutya, E., & Maliya, A. (2017). Upaya Peningkatan Volume Cairan Pada Pasien Dengan Demam Tifoid (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Natasya, F. A. (2022). Tatalaksana Pneumonia. Jurnal Medika Hutama, 03(02), 2392–2399.
Nirwanto, H., Sunarsih, T., & Astuti, Y. (2022). Hubungan Kadar Hemoglobin Dengan Pertumbuhan Pada Balita Stunting Dan Wasting. Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda, 8(2), 89-95.
Okumura, T., Kawada, J., Tanaka, M., Narita, K., Ishiguro, T., Hirayama, Y., et al (2019). Comparison of highdose and low-dose corticosteroid therapy for refractory Mycoplasma pneumoniae pneumonia in children. Journal of Infection and Chemotherapy, 25(5), 346–350.
Opovsky, E. Y., & Florin, T. A. (2020). Community-Acquired Pneumonia in Childhood. Reference Module in Biomedical Sciences.
Rachman, F. (2012). Uji Diagnostik Tes Serologi Widal Dibandingkan dengan Kultur Darah sebagai Baku Emas untuk Diagnosis Demam Tifoid pada Anak di Rsup Dr. Kariadi Semarang. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 1(1), 138–982.
Roh, E. J., Shim, J. Y., & Chung, E. H. (2022). Epidemiology and surveillance implications of community-acquired pneumonia in children. Clinical and Experimental Pediatrics, 65(12), 563.
Sabena, O. Y., & Dalimunthe, S. D. (2024). Penerapan Manajemen Cairan Sebagai Upaya Mempertahankan Balans Cairan Pada Anak Dengan Demam Tifoid Di Rumah Sakit Tentara TK. IV 01.07. 01 Pematangsiantar. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 1(5), 6593-6605.
Schemes M. (2019). Bronchopneumonia in Children. CM Script
Yanti, Y. E. (2016). Rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap balita penderita pneumonia dengan pendekatan metode Gyssens di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak. Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN, 3(1).
Article Metrics
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Faculty of Pharmacy
Universitas Gadjah Mada







