Evaluasi Terapi Antibiotik Empirik Terhadap Clinical Outcome pada Pasien Anak Dengan Meningitis Bakteri di Bangsal Rawat Inap RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta 2010-2015

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v14i2.42594

Wihda Yanuar(1), Ika Puspita Sari(2*), Titik Nuryastuti(3)

(1) Magister Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, UGM
(2) Departemen Farmakologi & Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, UGM
(3) Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, UGM
(*) Corresponding Author

Abstract


Kasus meningitis bakteri di Indonesia mencapai 158/100,000. Meningitis bacterial menyerang anak usia kurang dari 2 tahun.  Pasien dengan meningitis bakteri yang bertahan hidup beresiko mengalami komplikasi berupa kerusakan otak. Oleh karena itu, pasien meningitis bakterial khususnya pada anak perlu mendapatkan terapi  yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola  penggunaan antibiotik empirik terhadap cinical outcome pasien anak dengan meningitis bakteri di bangsal rawat inap RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.  Penelitian dilakukan dengan rancangan deskriptif observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif terhadap rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi.  Didapat sebanyak 25 pasien yang sesuai criteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik empirik 26% sesuai dengan guideline terapi meningitis bacteri. Clinical outcome penggunaan antibiotik empiric yang mengalami perbaikan sebesar 40 %.


Keywords


antibiotic empiric, clinical outcome, meningitis bakteri

Full Text:

PDF


References

Alam, A., 2011. Kejadian Meningitis Bakterial pada Anak usia 6-18 bulan yang Menderita Kejang Demam Pertama. Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Sari Pediatri13(4): 293-298.

Brouwer, M.C., Tunkel, A.R., dan van de Beek, D., 2010. Epidemiology, Diagnosis, and Antimicrobial Treatment of Acute Bacterial Meningitis. Clinical Microbiology Reviews23: 467 492.

El Bashir, H., Laundy, M., dan Booy, R., 2003. Diagnosis and treatment of bacterial meningitis. Archives of disease in childhood88: 615–620.

Fiore, A.E., Moroney, J.F., Farley, M.M., Harrison, L.H., Patterson, J.E., Jorgensen, J.H., dkk., 2000. Clinical Outcomes of Meningitis Caused by Streptococcus pneumoniae in the Era of Antibiotic Resistance. Clinical Infectious Diseases30: 71–77.

Goldman, J.A. dan Kearns, G.L., 2011. Fluoroquinolone Use in Paediatrics: Focus on Safety and Place in Therapy. World Health Organization, Geneva, Switzerland.

Mengistu, A., Gaeseb, J., Uaaka, G., Ndjavera, C., Kambyambya, K., Indongo, L., dkk., 2013. Antimicrobial sensitivity patterns of cerebrospinal fluid (CSF) isolates in Namibia: implications for empirical antibiotic treatment of meningitis. J Pharm Policy Pract6:. 

Prasad, K., Kumar, A., Singhal, T., dan Gupta, P.K., 2007. Third generation cephalosporins versus conventional antibiotics for treating acute bacterial meningitis, dalam: The Cochrane Collaboration (Editor), Cochrane Database of Systematic Reviews. John Wiley & Sons, Ltd, Chichester, UK.

Tunkel, A.R., Hartman, B.J., Kaplan, S.L., Kaufman, B.A., Roos, K.L., Scheld, W.M., dkk., 2004. Practice guidelines for the management of bacterial meningitis. Clinical infectious diseases39: 1267–1284. 



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v14i2.42594

Article Metrics

Abstract views : 194 | views : 179

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by: