Evaluasi Terapi Antibiotik Empirik Terhadap Clinical Outcome pada Pasien Anak Dengan Meningitis Bakteri di Bangsal Rawat Inap RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta 2010-2015



Wihda Yanuar(1), Ika Puspita Sari(2*), Titik Nuryastuti(3)

(1) Magister Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, UGM
(2) Departemen Farmakologi & Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, UGM
(3) Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, UGM
(*) Corresponding Author

Abstract


Kasus meningitis bakteri di Indonesia mencapai 158/100,000. Meningitis bacterial menyerang anak usia kurang dari 2 tahun. Pasien dengan meningitis bakteri yang bertahan hidup beresiko mengalami komplikasi berupa kerusakan otak. Oleh karena itu, pasien meningitis bakterial khususnya pada anak perlu mendapatkan terapi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik empirik terhadap cinical outcome pasien anak dengan meningitis bakteri di bangsal rawat inap RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan rancangan deskriptif observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif terhadap rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Didapat sebanyak 25 pasien yang sesuai criteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik empirik 26% sesuai dengan guideline terapi meningitis bacteri. Clinical outcome penggunaan antibiotik empiric yang mengalami perbaikan sebesar 40 %.

Keywords


antibiotic empiric, clinical outcome, meningitis bakteri

Full Text:

PDF


References

Alam, A., 2011. Kejadian Meningitis

Bakterial pada Anak usia 6-18 bulan

yang

Menderita Kejang Demam Pertama.

Fakultas Kedokteran Universitas

Padjajaran. Sari Pediatri, 13(4): 293-

Brouwer, M.C., Tunkel, A.R., dan van de

Beek, D., 2010. Epidemiology,

Diagnosis, and Antimicrobial

Treatment of Acute Bacterial

Meningitis. Clinical Microbiology

Reviews, 23: 467 492.

El Bashir, H., Laundy, M., dan Booy, R., 2003.

Diagnosis and treatment of bacterial

meningitis. Archives of disease in

childhood, 88: 615–620.

Fiore, A.E., Moroney, J.F., Farley, M.M.,

Harrison, L.H., Patterson, J.E.,

Jorgensen, J.H., dkk., 2000. Clinical

Outcomes of Meningitis Caused by

Streptococcus pneumoniae in the Era

of Antibiotic Resistance. Clinical

Infectious Diseases, 30: 71–77.

Goldman, J.A. dan Kearns, G.L., 2011.

Fluoroquinolone Use in Paediatrics:

Focus on Safety and Place in Therapy.

World Health Organization, Geneva,

Switzerland.

Mengistu, A., Gaeseb, J., Uaaka, G., Ndjavera,

C., Kambyambya, K., Indongo, L., dkk.,

Antimicrobial sensitivity

patterns of cerebrospinal fluid (CSF)

isolates in Namibia: implications for empirical antibiotic treatment of meningitis. J Pharm Policy Pract, 6:.

Prasad, K., Kumar, A., Singhal, T., dan Gupta,

P.K., 2007. Third generation

cephalosporins versus conventional

antibiotics for treating acute bacterial

meningitis, dalam: The Cochrane

Collaboration (Editor), Cochrane

Database of Systematic Reviews. John

Wiley & Sons, Ltd, Chichester, UK.

Tunkel, A.R., Hartman, B.J., Kaplan, S.L.,

Kaufman, B.A., Roos, K.L., Scheld,

W.M., dkk., 2004. Practice guidelines

for the management of bacterial

meningitis. Clinical infectious diseases,

: 1267–1284.




Article Metrics

Abstract views : 2 | views : 0

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by: