Formulasi Gel Minyak Atsiri Sereh dengan Basis HPMC dan Karbopol

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v14i2.42598

Suryani Tambunan(1), Teuku Nanda Saifullah Sulaiman(2*)

(1) Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(2) Laboratorium Teknologi Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Minyak atsiri sereh (Cymbopogon citratus) terbukti memiliki khasiat sebagai antibakteri terhadap bakteri patogen, seperti Staphylococcus aureus. Minyak atsiri dari sereh diformulasikan dalam bentuk sediaan gel dengan kombinasi basis HPMC dan karbopol. Penggunaan kombinasi ini diketahui akan menghasilkan gel dengan sifat fisik yang lebih baik daripada penggunaan tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh variasi HPMC dan karbopol terhadap sifat fisik gel, konsentrasi HPMC dan karbopol untuk menghasilkan formula optimum, dan stabilitas fisik gel minyak atsiri sereh selama penyimpanan. Sediaan gel dibuat dengan kadar minyak atsiri sereh 6% dengan basis HPMC dan karbopol. Masing-masing formula dibuat dan dilakukan uji sifat fisik yang meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan daya lekat. Komposisi HPMC dan karbopol ditentukan melalui proses skrining dan optimasi menggunakan metode Simplex Lattice Design dengan perangkat lunak Design Expert 7.1.5. Hasil percobaan dan prediksi SLD diverifikasi dengan uji one sample t-test dengan taraf kepercayaan 95%. Formula optimum gel minyak atsiri sereh terdiri dari 4,0% HPMC dan 1,0% karbopol. Hasil uji sifat fisik gel minyak atsiri sereh diperoleh gel yang homogen dengan nilai pH 6,00 ± 0,00, viskositas 280,00 ± 26,46 dPa.S, daya sebar 9,36 ± 0,47 cm2, dan daya lekat 2,36 ± 0,10 detik. Gel minyak atsiri sereh stabil selama 3 siklus pengujian meliputi organoleptis, homogenitas, sineresis, pH, daya lekat, dan viskositas kecuali daya sebar gel yang tidak stabil.

Keywords


gel, sereh, HPMC, karbopol

Full Text:

PDF


References

Armstrong, N. A., and James, K. C., 1996, Pharmaceutical Experimental Design and Interpretation, Taylor and Fancis, London, 205-222.

Boateng, J. S., Matthews, K. H., Steven, H. N. E., and Eccleston, G. M., 2008, Wound Healing Dressing And Drug Delivery System: A Review, Journal of Pharmaceutical Sciences, 97 (8), 2892-2917.

Djajadisastra, J., Mun’im, A., dan Dessy NP., 2009, Formulasi Gel Topikal Dari Ekstrak Nerii folium dalam Sediaan Anti Jerawat, Jurnal Farmasi Indonesia, 4, 210-216.

Donovan, M.D., and Flanagan, D.R., 1996, Bioavailability of Disperse Dosage Forms, dalam Libermann, H.A., Lachman, L., Schwartz, J.B., Pharmaceutical Dosage Forms: Disperse System, 2nd Ed., 2, 316, Marcell Dekker Inc., New York.

Draelos, Z .D., and Laurend. A. T., 2006, Cosmetic Formulation of Skin Care Products, 234-235, Taylor and Francis Group, New York.

Draganoiu, E., A Rajabi, S., S Tiwari, 2009, Handbook of Cosmetic Science and Technology, 110-113, Pharmaceutical Press, London.

Healy, B. F. A., 2006, ABC of Wound Healing: Infections, BMJ, 332, 838.

Heyne, K., 1987, Tumbuhan Berguna Indonesia, Jilid II, 622-627, Badan Litbang Kehutanan, Jakarta.

Naik, M. I., Bashir, A. F., Ebenezar, J., Javid, A. B., 2010, Antibacterial activity of lemongrass (Cimbopogon citrates) oil against some selected pathogenic bacterias, Asian Pacifik Journal of Tropical Medicine, 535-538.

Quiñones, D. dan Ghaly, E. S., 2008, Formulation and Characterization of Nystatin Gel, Puerto Rico Health Science Journal, San Juan, 27(1), 61-67.

Rogers T. L., 2009, Handbook of Cosmetic Science and Technology, 326-329, Pharmaceutical Press, London.

SNI, 1995, Standar Nasional Indonesia Minyak Sereh Wangi, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v14i2.42598

Article Metrics

Abstract views : 361 | views : 257

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by: