Analisis Biaya Penyakit Diabetes Retinopati di Rumah Sakit

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v17i1.47745

Aulia Nadya Rizki Imansari(1*), Tri Murti Andayani(2), Dwi Endarti(3)

(1) Gadjah Mada University
(2) Gadjah Mada University
(3) Gadjah Mada University
(*) Corresponding Author

Abstract


Diabetes retinopati merupakan komplikasi mikrovaskuler diabetes melitus yang ditandai dengan kerusakan dan sumbatan pembuluh darah retina yang menjadi penyebab kebutaan. Penyakit ini membutuhkan rentang waktu pengobatan yang panjang sehingga membutuhkan biaya yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk gambaran biaya penyakit diabetes retinopati dan mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi biaya penyakit. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional study, pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Biaya yang diperhitungkan adalah biaya medik langsung berdasarkan perspektif rumah sakit. Subjek penelitian ini adalah pasien diabetes retinopati rawat jalan periode November 2018 – Januari 2019 di rumah sakit mata Yogyakarta. Kriteria inklusi penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi diabetes retinopati yang menjalani terapi rawat jalan, memiliki kelengkapan data rekam medis dan kelengkapan rincian pembiayaan rumah sakit. Hasil penelitian diperoleh 60 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Total biaya penyakit diabetes retinopati sebesar Rp 112.710.950 per 3 bulan rawat jalan. Rata-rata biaya per pasien Rp 1.878.516 ± Rp 1.954.213. Komponen biaya terbesar adalah biaya pelayanan non operatif berupa tindakan fotokoagulasi laser. Faktor frekuensi kunjungan, jenis terapi, lama menderita diabetes retinopati berpengaruh terhadap biaya penyakit (p<0,05).


Keywords


biaya terapi; diabetes retinopati; rumah sakit mata

Full Text:

PDF


References

American Diabetes Association, 2010. Standards of Medical Care in Diabetes--2010. Diabetes Care, 33: S11–S61. Andayani, 2013. Farmakoekonomi : Prinsip Dan Metodologi. Bursa Ilmu, Yogyakarta. Bressler, S.B., 2012. Factors Associated With Changes in Visual Acuity and Central Subfield Thickness at 1 Year After Treatment for Diabetic Macular Edema With Ranibizumab. Archives of Ophthalmology, 130: 1153. Cheung, N., Mitchell, P., dan Wong TY, 2010. Diabetic Retinopathy. Lancet, 376 (9735):124–126. Duh, E.J., Sun, J.K., dan Stitt, A.W., 2017. Diabetic retinopathy: current understanding, mechanisms, and treatment strategies. JCI Insight, 2: Huang, Y.-Q., Gou, R., Diao, Y.-S., Yin, Q.-H., Fan, W.-X., Liang, Y.-P., dkk., 2014. Charlson comorbidity index helps predict the risk of mortality for patients with type 2 diabetic nephropathy. Journal of Zhejiang University SCIENCE B, 15: 58–66. WHO, 2016. Global Report on Diabetes. WHO Press, Geneva. WHO, 2019. WHO. URL: http://www.who.int/diabetes/en/ (diakses tanggal 13/5/2019). Zhang, X., Low, S., Kumari, N., Wang, J., Ang, K., Yeo, D., dkk., 2017. Direct medical cost associated with diabetic retinopathy severity in type 2 diabetes in Singapore. PloS one, 12: e0180949.



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v17i1.47745

Article Metrics

Abstract views : 1078 | views : 1849

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

   
 
 
Creative Commons License