Evaluasi Penggunaan Antibiotik Empirik dan Profil Antibiotik Pasien Multi-Drug Resistant Acinetobacter baumannii di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v16i2.47912

Avanilla Fany Septyasari(1), Titik Nuryastuti(2), Ika Puspitasari(3*)

(1) Magister Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(2) Departemen Mikrobiologi, FKKMK, Universitas Gadjah Mada
(3) Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Resistensi antibiotik menjadi salah satu masalah yang dihadapi pada penyakit infeksi saat ini, dan salah satu bakteri yang mengalami resistensi adalah Acinetobacter baumannii. Bakteri Acinetobacter baumannii merupakan bakteri yang banyak dijumpai pada infeksi nosokomial. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui antibiotik yang poten terhadap infeksi MDR Acinetobacter baumannii pada pasien rawat inap di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten tahun 2016 – 2018, secara observasional dan metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pengambilan data secara retrospective. Penggunaan antibiotik empiris pada pasien dievaluasi kesesuaiannya, kemudian antibiotik yang sesuai dianalisis prediksi kadar antibiotik, untuk mengetahui apakah antibiotik yang diberikan memenuhi kadar minimal dalam tubuh. Analisis dilakukan dengan membandingkan prediksi kadar antibiotik empiris dengan MIC antibiotik literatur (di bawah MIC atau di atas MIC) terhadap outcome klinis pasien menggunakan analisis Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil antibiotik yang poten yaitu amikasin (62,9%), meropenem (56,9%), cotrimoksazol (42,5%), ampisilin-sulbaktam (29%), levofloksasin (20,7%), dan gentamisin (20,5%). Hubungan antara prediksi kadar antibiotik empiris di atas MIC terhadap outcome klinik tidak berbeda signifikan dengan di bawah MIC dibandingkan dengan outcome klinik (nilai p: 0,337). 


Keywords


Multi-Drug Resistant; Acinetobacter baumannii; evaluasi antibiotik empiris; profil antibiotik; RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro

Full Text:

PDF


References

Al-Gethamy, M.M., Faidah, H.S., Adetunji, H.A., Haseeb, A., Ashgar, S.S., Mohanned, T.K., dkk., 2017. Risk factors associated with multi-drug-resistant Acinetobacter baumannii nosocomial infections at a tertiary care hospital in Makkah, Saudi Arabia - a matched case–control study. Journal of International Medical Research, 45: 1181–1189. Almaghrabi, M.K., Joseph, M.R.P., Assiry, M.M., dan Hamid, M.E., 2018. Multidrug-Resistant Acinetobacter baumannii : An Emerging Health Threat in Aseer Region, Kingdom of Saudi Arabia. Canadian Journal of Infectious Diseases and Medical Microbiology, 2018: 1–4. Almasaudi, S.B., 2018. Acinetobacter spp. as nosocomial pathogens: Epidemiology and resistance features. Saudi Journal of Biological Sciences, 25: 586–596. Bauer, L.A., 2008. Applied Clinical Pharmacokinetics, 2nd ed. The McGraw-Hill Medicine. Chang, C.-J., Chang, B.-L., Tsai, K.-C., Lai, Y.-J., dan Fan, C.-M., 2012. Acinetobacter baumannii Post-Operative Meningitis. Surgical Infections, 13: 338–339. Chang, H.-C., Chen, Y.-C., Lin, M.-C., Liu, S.-F., Chung, Y.-H., Su, M.-C., dkk., 2011. Mortality risk factors in patients with Acinetobacter baumannii ventilator-associated pneumonia. Journal of the Formosan Medical Association, 110: 564–571. Chung, D.R., Song, J.-H., Kim, S.H., Thamlikitkul, V., Huang, S.-G., Wang, H., dkk., 2011. High Prevalence of Multidrug-Resistant Nonfermenters in Hospital-acquired Pneumonia in Asia. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, 184: 1409–1417. Howard, A., O’Donoghue, M., Feeney, A., dan Sleator, R.D., 2012. Acinetobacter baumannii: An emerging opportunistic pathogen. Virulence, 3: 243–250. Maragakis, L.L. dan Perl, T.M., 2008. Antimicrobial Resistance: Acinetobacter baumannii: Epidemiology, Antimicrobial Resistance, and Treatment Options. Clinical Infectious Diseases, 46: 1254–1263. Menkes RI, 2011a. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2406/MENKES/PER/XII/2011 Tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. van Lunzen, J. dan Altfeld, M., 2014. Sex Differences in Infectious Diseases-Common but Neglected. Journal of Infectious Diseases, 209: S79–S80



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v16i2.47912

Article Metrics

Abstract views : 86 | views : 95

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

   
Lisensi Creative Commons
    web
analytics
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.