Pembuatan Sediaan Tabir Surya Ekstrak Etanol Rimpang Temu Kunci (Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlecht), Aktivitas Inhibisi Fotodegradasi Tirosin dan Kandungan Fenolik Totalnya

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v16i2.49421

Tatang Irianti(1*), Teuku Nanda Saifullah Sulaiman(2), Nanang Fakhrudin(3), Siluh Astuti(4), Nita Testikawati(5), Soda Farida(6), Jovanita Fara Addina(7)

(1) Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(2) Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(3) Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(4) Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat Tradisional, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
(5) Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat Tradisional, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
(6) Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat Tradisional, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
(7) Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat Tradisional, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
(*) Corresponding Author

Abstract


Indonesia merupakan negara tropis dengan intensitas sinar matahari yang tinggi sehingga hal ini dapat memberikan dampak negatif terhadap kulit manusia. Untuk mencegah kerusakan akibat dari cahaya matahari diperlukan suatu bahan yang bersifat fotoprotektor dengan mekanisme kerja menyerap atau menghalangi cahaya matahari masuk ke kulit. Flavonoid ekstrak etanol rimpang temu kunci (Boesenbergia pandurata (Roxb.) Schlecht) diketahui memiliki aktivitas sebagai fotoprotektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol rimpang temu kunci dalam sediaan tabir surya yang mengandung bahan aktif oksibenson sebagai fotoprotektor; mengetahui aktivitas fotodegradasi tirosin serta kadar fenolik total ekstrak etanol rimpang temu kunci. Pada penelitian ini dilakukan dengan menguji delapan formula. Penentuan kemampuan fotoproteksi berdasarkan nilai transmisi eritema dan transmisi pigmentasi. Uji inhibisi fotodegradasi dilakukan dengan menggunakan enam kelompok komposisi tirosin dan Rhetoflam. Uji penentuan kadar fenolik total dilakukan menggunakan metode Follin-Ciocalteu. Hasil pengukuran diintrapolasikan ke dalam kurva baku asam galat. Penambahan ekstrak etanol rimpang temu kunci mampu menurunkan transmisi eritema 0,72-0,76 kali dan transmisi pigmentasi 0,57-0,61 kali dari sediaan tabir surya. Pemberian ekstrak etanol rimpang temu kunci 6% pada sediaan tabirsurya mengandung oksibenson 6% meningkatkan efektivitas tabir surya dengan menurunkan transmisi eritema 1,00 kali dan transmisi pigmentasi 1,02 kali lebih baik dari sediaan tabir surya mengandung bahan aktif oksibenson saja. Sedangkan kandungan fenolik total ekstrak etanol ripang temu kunci adalah sebesar 7,11 ± 0,15 % EAG dengan aktivitas penghambatan fotodegradasi tirosin 2,06 kali lebih besar dibandingkan dengan vitamin C pada kadar yang sama, yaitu 0,15%. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanolik rimpang temu kunci dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif fotoprotektor dalam sediaan kosmetik.


Keywords


Temu Kunci; Fotoproteksi; Fotodegradasi; Tabir Surya

Full Text:

PDF


References

Backer, A and Van Den Brink, B. (1965). Flora of Java (Spermatophytes Only) (Volume I,). The Nederlands: Noordhoff-Groningen.

Barel,  A. O. dkk. (2001). Handbook of Cosmetic Science and Technology. New York: Marcel Dekker, Inc.

Cumpelik, B. M. (1972). Analytical

Prosedures and Evaluation of Sunscreen. , J.Soc. Cos. Chem.

Dröge W. (2002). Free Radicals in the Physiological Control of Cell Function. Physiological Rev. Jan: 47–95.

Halliwel, B. dan Gutteridge, J. M. C. (1999). Free Radical in Biology and Medicine. New York: Oxford Unyversity Press.

Kockler, J., Oelgemöller, M., Robertson, S., &

Glass, B. D. (2012). Journal of Photochemistry and Photobiology C : Photochemistry Reviews Photostability of sunscreens. “Journal of Photochemistry & Photobiology, C: Photochemistry Reviews,” 13(1), 91–110. https://doi.org/10.1016/j.jphotochemrev.2011.12.001

Martin A, Swarbrick, C. A. (1993). Farmasi Fisik 2. (U. Press, Ed.) (Edisi Keti). Jakarta (ID).

Raga, Y. . (2012). Respons Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Sabrang (Eleutherine americana Merr) Pada Beberapa Jarak Tanam Dan Berbagai Tingkat Pemotongan Umbi Bibit. Jurnal Online Agroekoteknologi Vol. 1, No. 1, Desember 2012, 1(1), 159–171.

Sartini dan Gemini, A. (n.d.). 2008. Ekstraksi Komponen Bioaktif Dari Limbah Kulit Buah Kakao Dan Pengaruhnya terhadap Aktivitas Antioksidan Dan Antimikroba.  Jurnal Fakultas Farmasi Unhas, hal 1-6.

Shaath NA. (1990). The Chemistry of Sunscreens. New York: Marcel Dekker, Inc.

Shindo, K., Kato, M., Kinoshita, A., Kobayashi, A., Koike, Y. (n.d.). Analysis of Antioxidant Activities

Contained in the Boesenbergia pandurata Schult Rhizome. Biosci Biotechnol Biochem, 70(9), 2281-4.

Suryanto, E. (2012). Fitokimia Antioksidan. Surabaya: Putra Media Nusantara.

Svobodova, A., J. Psotova., D. W. (2003). Natural Phenolics in the Prevention of UV-Induced Skin Damage. Biomed.

Tahir, I., Jumina,  dan Y. I. (2002). Analisis aktivitas perlindungan sinar uv secara, Vol. 2(November), No. 3: 136.

Tewtrakul, S., & Subhadhirasakul, S. (n.d.). HIV-1 protease inhibitory substances from the rhizomes of Boesenbergia pandurata Holtt . Songklanakarin J. Sci. Technol, (April 2003), 25(4), 503-508.



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v16i2.49421

Article Metrics

Abstract views : 72 | views : 86

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

   
Lisensi Creative Commons
    web
analytics
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.