Nilai Antioksidan dan Spf dari Kombinasi Minyak Biji Wijen (Sesamum indicum L.) dan Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus annuus L.)

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v16i1.52243

Yanthy Susanti(1*), Anny Victor Purba(2), Deni Rahmat(3)

(1) Akademi Farmasi IKIFA
(2) Magister Farmasi, Universitas Pancasila, Jakarta
(3) Magister Farmasi, Universitas Pancasila, Jakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Minyak wijen dan minyak biji bunga matahari yang mengandung Vitamin E dan β-Karoten dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan dan tabir surya. Penelitian aktivitas tabir surya pada minyak wijen memberi hasil nilai SPF sebesar 1,77. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi minyak wijen dan minyak biji bunga matahari yang memiliki aktivitas antioksidan dan nilai SPF yang optimal. Metode yang digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan dengan metode peredaman radikal bebas, nilai SPF diperoleh dengan menghitung harga AUC kurva hubungan antara panjang gelombang dengan serapan yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan minyak wijen memiliki aktivitas antioksidan (IC50) sebesar 267 µg/mL dan nilai SPF sebesar  1,46 pada konsentrasi 125µg/mL, minyak biji bunga matahari memiliki aktivitas antioksidan (IC50) sebesar 88,37 µg/mL dan nilai SPF 1,14 pada konsentrasi 125µg/mL, kombinasi kedua minyak memiliki aktivitas antioksidan sebesar (IC50) sebesar 118,04 µg/mL dan nilai SPF 1,78 pada konsentrasi 125µg/mL.


Keywords


Minyak Wijen (Sesamum indicum L.); minyak biji bunga matahari (Helianthus annuus L.); antioksidan; nilai SPF

Full Text:

PDF


References

Deore, S. L. et al. (2012) ‘Photoprotective Antioxidant Phytochemicals’, International Journal of Phytopharmacy, 2(3), pp. 3–8. doi: 10.7439/ijpp.v2i3.501. Diamita, A. A. (2013) ‘Pengaruh Pemberian Minyak Wijen (Sesamum indicum Linn.) Dengan Cold Press Bertingkat Terhadap Kerusakan Histologis Lambung Mencit Yang Dinduksi Aspirin’, 84, pp. 487–492. Available at: http://ir.obihiro.ac.jp/dspace/handle/10322/3933. Donglikar, M. M. and Deore, S. L. (2016) ‘Development and Evaluation of Herbal Sunscreen’, Pharmacognosy Journal, 9(1), pp. 83–97. doi: 10.5530/pj.2017.1.15. Ika Agustina (2015) Pengembangan Minyak Buah Merah (Pandanus Conoideus) Sebagai Antioksidan Dan Pelembab Dalam Sediaan Losion Mikroemulsi Untuk Perawatan Bibir. Jun M, Fu HY, Hong J, Wang X,Yang CS, H. C. (2006) ‘No Title’, Comparison of antioxidant activities of isoflavones from kudzu root (Pueraria lobate ohwi), pp. 2117–2122. Available at: https://pubag.nal.usda.gov/catalog/387515. Kulkarni, S. S. et al. (2014) ‘Herbal Plants in Photo Protection and Sun Screening Action: an Overview’, Indo American Journal of Pharmaceutical Research American Journal Of Pharm Research, 4(2), pp. 1104–1113. Available at: http://www.iajpr.com/index.php/en/. Mishra, A. K., Mishra, A. and Chattopadhyay, P. (2011) ‘Herbal cosmeceuticals for photoprotection from ultraviolet B radiation: A review’, Tropical Journal of Pharmaceutical Research, 10(3), pp. 351–360. doi: 10.4314/tjpr.v10i3.7. Ngadiwiyana, Ismiyarto, K. A. (2004) ‘Pemanjangan Sistem Terkonjugasi Sinamaldehid’, JKSA, VII(1), pp. 24–29. Rosita, N., Purwanti, T. and Agustin (2010) ‘Stabilitas Fisik dan Efektivitas Sediaan Tabir Surya Kombinasi Oksibenson dan Oktil Metoksisinamat dengan Penambahan Asam Glikolat’, VII(2), pp. 16–26.



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v16i1.52243

Article Metrics

Abstract views : 132 | views : 170

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

   
Lisensi Creative Commons
    web
analytics
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.