Analisis Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Empiris Dan Definitif Pada Terapi Pneumonia Dan Profil Antibiogram di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v1i1.60556

Annisa Aulia Savitri(1), Titik Nuryastuti(2), Ika Puspitasari(3*)

(1) Magister Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(2) Departemen Mikrobiologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
(3) Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernafasan bawah yang menjadi penyebab kematian terbesar di negara berkembang terutama di Indonesia dengan persentase kematian sebesar 4,5% (2013). Yogyakarta sedikit lebih tinggi dari nilai nasional yaitu 4,6%. Pneumonia merupakan penyakit infeksi terbesar di RS Akademik UGM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan data rekam medis pasien tahun 2018-2019 ditujukan untuk menyusun profil antibiogram dan untuk mengetahui hubungan rasionalitas pemilihan antibiotik empiris maupun definitif dengan kesembuhan pasien yang terdiagnosa pneumonia dengan metode Gyssens. Analisis data statistik menggunakan software SPSS versi 23rd  dengan analisis bivariate dan uji chi square test. Pada penelitian didapatkan 98 pasien masuk dalam kriteria inklusi. Dari 98 pasien pneumonia diketahui 83 pasien diberikan terapi antibiotik empiris dan 15 pasien diberikan kombinasi antibiotik empiris dan definitif. Hasil evaluasi kesesuaian penggunaan antibiotik empiris dan definitif berdasarkan Guideline IDSA/ATS dan PPAB RS Akademik UGM pada pasien pneumonia rawat inap di RS Akademik UGM menunjukkan 38,5% pasien yang mendapatkan antibiotik empiris dan definitif yang sesuai dan tidak mempengaruhi clinical outcome. Gambaran bakteri yang ditemukan di RS Akademik UGM adalah bakteri gram negatif (77,7%) dan bakteri gram positif (22,2%).


Keywords


antibiotik; Pneumonia; antibiogram

Full Text:

PDF


References

Eyler, R.F. dan Shvets, K., 2019. Clinical pharmacology of antibiotics. Clinical Journal of the American Society of Nephrology, 14: 1080–1090.

Kementerian Kesehatan RI, 2013. Riset Kesehatan Dasar.

Kesehatan Kementerian RI, 2015. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta.

PDPI, 2003. Pneumonia Komuniti. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Jakarta.

Setyoningrum, R.A., 2006, Pneumonia dalam Ilmu Kesehatan Anak FakultasKedokteran Universitas Airlangga, Fakultas Kedokteran Airlangga, Surabaya.

Utami, E.R., 2012. Antibiotika, Resistensi, Dan Rasionalitas Terapi. el–Hayah, 1: 191–198.

Vonny, E., 2019. 'kajian Penggunaan Antibiotik Dan Pola Resistensi Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Dewasa Di Bangsal Rawat Inap Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada', . Universitas Gadjah Mada.



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v1i1.60556

Article Metrics

Abstract views : 914 | views : 71

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

   
 
 
Creative Commons License