Evaluasi Penggunaan Heparin dan Enoxaparin Sebagai Antikoagulan Profilaksis pada Pasien COVID-19

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v19i4.89846

Intan Adevia Rosnarita(1), Irma Zaimatuddunia(2), Nanang Munif Yasin(3*), Zullies Ikawati(4)

(1) Prodi Magister Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(2) RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus
(3) Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(4) Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Koagulopati merupakan kondisi yang kerap dialami oleh pasien positif COVID-19. Kondisi ini berhubungan dengan resiko terjadinya trombosis serta kematian pada pasien COVID-19. Data penggunaan kedua antikoagulan profilaksis yakni heparin dan enoxaparin didapatkan di RSUD dr. Loemnono Hadi Kudus, dengan melihat nilai laboratorium yakni kadar D-dimer pasien sebagai evaluasi terkait efektivitas penggunaan obat, dan episode kejadian perdarahan sebagai evaluasi terkait profil keamanan kedua obat tersebut. Penelusuran data dilakukan secara retrospektif yakni pasien COVID-19 yang mendapatkan perawatan di rumah sakit mulai tahun 2020 hingga 2022. Metode penelitian ini adalah kohort observasional menggunakan 127 sampel yang memenuhi kriteria eksklusi dan inklusi, dengan 55 data pada kelompok heparin dan 72 pada enoxaparin. Analisis efektivitas menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat penurunan kadar D-dimer yang signifikan pada pasien yang menggunakan antikoagulan enoxaparin  (p-value < 0.05) sedangkan pada pasien yang mendapatkan heparin tidak menunjukkan penurunan yang signifikan (p-value > 0.05). Berdasarkan evaluasi keamanan penggunaan kedua antikoagulan, enoxaparin juga memiliki insidensi kejadian perdarahan yang lebih kecil (33.3%) dibandingkan heparin (40.0%). Kondisi perdarahan yang paling sering dialami pasien COVID-19 yang menerima antikoagulan profilaksis adalah batuk darah atau hemoptisis (6.3%). Namun secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kejadian perdarahan antar kedua kelompok obat (p-value > 0.05).

Keywords


Heparin; Enoxaparin; Efektivitas; Keamanan; COVID-19; Antikoagulan profilaksis

Full Text:

PDF


References

Achmad, A.F., Raharjani, Y.I., Setyaningrum, Z., Pramono, B.A., Selvyana, D.R., dan Negoro, S.P.W.B. (2022). Anticoagulant Therapy in Moderate to Severe COVID-19 Patients. Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 22, 69–74.

Alam MR, Kabir MdR, Reza S. (2021). Comorbidities might be a risk factor for the incidence of COVID-19: Evidence from a web-based survey. Preventive Medicine Reports. 21, 101-319.

Becker, R. C. (2020). COVID-19 update: COVID-19 associated coagulopathy. Journal of thrombosis and thrombolysis, 50(1), 54-67.

Biswas M, Rahaman S, Biswas TK, Haque Z, Ibrahim B. (2021). Association of Sex, Age, and Comorbidities with Mortality in COVID-19 Patients: A Systematic Review and Meta-Analysis. Intervirology. 64(1):36-47.

Garcia DA, Baglin TP, Weitz JI, Samama MM. (2012). Parenteral Anticoagulants: Antithrombotic Therapy and Prevention of Thrombosis, 9th ed. American College of Chest Physicians Evidence-Based Clinical Practice Guidelines. Chest. 141(2, Supplement), e24S-e43S.

Gomez, J.M.D., Du-Fay-de-Lavallaz, J.M., Fugar, S., Sarau, A., Simmons, J.A., Clark, B., dkk. (2021). Sex Differences in COVID-19 Hospitalization and Mortality. Journal of Women’s Health, 30, 646–653.

Hidayati, S.N. (2022). Perbandingan Efektivitas dan Keamanan Penggunaan Antikoagulan Profilaksis Unfractionated Heparin dan Enoxaparin pada Pasien COVID-19. [Tesis M.Clin.Pharm]. Magister Farmasi Klinis, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, 60-90.

Hosseinzadeh, R., Goharrizi, M.A.S.B., Bahardoust, M., Alvanegh, A.G., Ataee, M.R., Bagheri, M. (2021). Should all patients with hypertension be worried about developing severe coronavirus disease 2019 (COVID-19)?. Clinical Hypertension. 27, 3.

Kaatz S, Ahmad D, Spyropoulos AC, Schulman S. (2015). Definition of clinically relevant non-major bleeding in studies of anticoagulants in atrial fibrillation and venous thromboembolic disease in non-surgical patients: communication from the SSC of the ISTH. Journal of Thrombosis and Haemostasis. 13(11), 2119-2126.

Klok FA, Kruip MJHA, van der Meer NJM, et al. (2020). Incidence of thrombotic complications in critically ill ICU patients with COVID-19. Thrombosis Research, 191, 145-147.

Linkins, L.-A. dan Takach Lapner, S. (2017). Review of D-dimer testing: Good, Bad, and Ugly. International Journal of Laboratory Hematology, 39, 98–103.

Musyrifah, S.A. (2023). Perbandingan Efektivitas Dan Keamanan Penggunaan Antikoagulan Fondaparinux, Enoxaparin Dan Heparin Pada Pasien Covid-19 dengan Hypercoagulable State di RSUD Kabupaten Kediri. [Tesis M.Clin.Pharm]. Magister Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. 20-105.

Pawlowski C, Venkatakrishnan AJ, Kirkup C, et al. (2021). Enoxaparin is associated with lower rates of mortality than unfractionated Heparin in hospitalized COVID-19 patients. eClinical Medicine, 33.

PDPI, PERKI, PAPDI, PERDATIN, dan IDAI. (2020). Pedoman Tatalaksana COVID-19 Edisi 3, 3rd ed. Jakarta.

Rieder M, Gauchel N, Kaier K, et al. (2022). Pre-medication with oral anticoagulants is associated with better outcomes in a large multinational COVID-19 cohort with cardiovascular comorbidities. Clin Res Cardiol, 111(3), 322-332.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19. (2021). Peta Sebaran covid19.go.id. URL: https://covid19.go.id/peta-sebaran.

Singh B, Mechineni A, Kaur P, Reid RJ, Maroules M. (2021). COVID-19 and bleeding at unusual locations: Report of four cases. Hematology, Transfusion and Cell Therapy. 43(2), 214-218.

Tang, N., Bai, H., Chen, X., Gong, J., Li, D., & Sun, Z. (2020). Anticoagulant treatment is associated with decreased mortality in severe coronavirus disease 2019 patients with coagulopathy. Journal of thrombosis and haemostasis. 18(5), 1094-1099.

Wiwanitkit, V. (2011). Metformin high dosage and bleeding episode: A clinical case study. Indian Journal of Endocrinology and Metabolism, 15, 132.

Wu C, Chen X, Cai Y, et al. (2020). Risk Factors Associated With Acute Respiratory Distress Syndrome and Death in Patients With Coronavirus Disease 2019 Pneumonia in Wuhan, China. JAMA Intern Med, 180(7), 934.

Yao Y, Cao J, Wang Q, et al. (2020). D-dimer as a biomarker for disease severity and mortality in COVID-19 patients: a case control study. J intensive care, 8(1):49.



DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v19i4.89846

Article Metrics

Abstract views : 21 | views : 12

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Majalah Farmaseutik Indexed by:

   
 
Creative Commons Licence
 
 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.