Hubungan Antara Akses Informasi Kesehatan Reproduksi dengan Perilaku berisiko Napza pada Remaja di Indonesia

https://doi.org/10.22146/mgi.13079

Tanto Kusworo(1*), Su Ritohardoyo(2), Adi Heru Sutomo(3)

(1) BKKBN Provinsi Kalimantan Barat
(2) Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(3) Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


ABSTRAK Ketidakmatangan emosi cara berpikir dan bertindak sangat berpengaruh pada perilaku remaja dalam penyesuaian diri ke dalam lingkungan barunya.Banyak remaja tidak menyadari bahwa perilaku yang mereka lakukan merupakan perilaku berisiko dan menyimpang.Kurangnya informasi kesehatan reproduksi mendorong seorang remaja berperilaku berisiko terhadap kesehatan reproduksi. salah satunya adalah perilaku berisiko NAPZA. Tujuan Penelitianuntuk mengetahui hubungan antara akses informasi kesehatan reproduksi dengan perilaku berisiko NAPZA remaja menurut karakteristik sosiodemografis. mengetahui pengaruh akses sumber informasi kesehatan reproduksi terhadap perilaku berisiko NAPZA remaja di Indonesia setelah dikontrol dengan karakteristik sosiodemografis. Penelitian menggunakan data SDKI 2012 dengan responden remaja berusia 15-24 tahun. belum kawin. terdiri dari 19.414 responden. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Variabel karakteristik sosiodemografis digunakan sebagai variabel luar. yakni variabel yang diduga mempunyai hubungan dengan variabel tergantung. Teknik pengujian menggunakan regresi logistik biner melalui prosedur regresi hierarki. yakni mengeluarkan variabel yang mempunyai p>0.05 untuk mendapatkan model akhir prediktor di antara variabel karakteristik sosiodemografis remaja. Kecenderungan tiap variabel prediktor dilihat dari nilai Odds Ratio (OR) pada tingkat kemaknaan p≤0.05.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara akses sumber informasi kesehatan reproduksi dengan perilaku berisiko NAPZA remaja. terdapatnya hubungan signifikan antara karakteristik sosiodemografis remaja (umur. jenis kelamin. daerah tempat tinggal. tingkat pendidikan) dengan perilaku NAPZA remaja. serta akses sumber informasi kesehatan reproduksi berpengaruh signifikan terhadap perilaku NAPZA remaja setelah dikontrol dengan variabel karakteristik sosiodemografis yaitu daerah tempat tinggal dan tingkat pendidikan(p-value= 0.000; OR=1.346; CI= 1.219 – 1.487).

 

ABSTRACT  Emotional immaturity. ways of thinking and acting is very influential on the behavior of adolescents in the adjustment to the new environment. Many teens do not realize that they are doing the behavior is risky and deviant behavior. Lack of reproductive health information to encourage an adolescent risk behavior on reproductive health. one of which is the risk behavior of drug. Objective to investigate the relationship between access to information about reproductive health with adolescent drug risk behaviors according to sociodemographic characteristics. Determine the effect of access to reproductive health information source for teen drug-risk behaviors in Indonesia after controlling for sociodemographic characteristics. Research using data IDHS 2012 with respondents adolescents aged 15-24 years. unmarried. consisting of 19 414 respondents. Quantitative descriptive research using cross sectional design. Sociodemographic characteristics of the variable is used as an external variable. the variable that allegedly has links with the dependent variables. Testing techniques using binary logistic regression through hierarchical regression procedure. namely issuing variable having p> 0.05 to obtain the final model between the predictor variables sociodemographic characteristics of adolescents. The tendency of each predictor variable seen from the Odds Ratio (OR) at the level of significance p≤0.05. The results showed a significant relationship between access to resources reproductive health risk behavior of drug adolescents. the presence of a significant association between the characteristics of sociodemographic adolescent (age. sex. area of residence. education level) with the behavior of Drug adolescents. as well as access to resources reproductive health significantly influence the behavior of adolescent drug after controlled variable sociodemographic characteristics that area of residence and level of education (p-value = 0.000; OR = 1.346; CI = 1.219 to 1.487).


Keywords


kesehatan reproduksi; NAPZA; remaja; sumber informasi kesehatan reproduksi; reproductive health; drug; adolescents; reproductive health resources




DOI: https://doi.org/10.22146/mgi.13079

Article Metrics

Abstract views : 2486 | views : 1494

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Majalah Geografi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


 

Accredited Journal, Based on Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Republic of Indonesia Number 30e/KPT/2018

Volume 31 No 2 the Year 2017 for Volume 35 No 2 the Year 2021

ISSN  0215-1790 (print) ISSN 2540-945X  (online)

 

website statistics Statistik MGI