Perawatan periodontal pasca abses periodontal

https://doi.org/10.22146/mkgk.65727

Ika Andriani(1*), Hartanti Hartanti(2)

(1) Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta
(2) Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta
(*) Corresponding Author

Abstract


Abses periodontal merupakan abses pada jaringan periodontal yang menyebabkan rasa sakit, ketidaknyamanan, dan mengakibatkan gigi goyang dan terlepas ketika tidak dirawat. Abses periodontal merupakan kasus kedaruratan terbanyak ke 3 dalam kedokteran gigi. Kondisi ini dapat kambuh apabila tidak dilakukan perawatan pasca abses. Studi kasus ini bertujuan untuk memaparkan tindakan pasca perawatan abses periodontal dalam meminimalkan kekambuhan abses dan mempertahankan gigi selama mungkin dalam rongga mulut. Pasien 45 tahun mengeluhkan gusi belakang kiri atas sakit sekali sejak 3 hari yang lalu. Pemeriksaan intra oral menunjukkan pembengkakan gingiva sisi bukal dan palatal gigi 26, gingiva berwarna merah, mengkilat, dan terdapat pus di palatal. Oral Hygiene Index (OHI) sedang dengan kalkulus subgingiva. Pengukuran Probing Depth (PD) gigi 26 menunjukkan poket 6 mm di mesial, 3,5 mm di palatal, serta gigi mengalami kegoyangan derajat 3. Radiograf periapikal menunjukkan terdapat kerusakan tulang alveolar gigi 26. Kunjungan pertama dilakukan scaling, spooling dengan hidrogen peroksida (H2O2) diikuti dengan salin, dan medikasi dengan klindamisin, ibuprofen, dan vitamin B kompleks. Seminggu kemudian masih tampak abses yang berkurang di palatal, dan dilakukan splinting pada oklusal gigi 26. Setelah satu minggu dilakukan aplikasi bone graft. Kontrol pasca 1 minggu menunjukkan kondisi pasien tanpa keluhan dengan pemeriksaan intra oral gingiva mulai berwarna pink tanpa pembengkaan di palatal dan tanpa kegoyahan gigi. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah pemberian obat saja tidak cukup adekuat untuk perawatan abses periodontal, harus dilakukan perawatan selanjutnya untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Keywords


abses periodontal; antibiotik; bone graft; splinting

Full Text:

PDF


References

Yadaf RA, Mani MA, Marawar PP. Periodontal abscess: a review. International Journal of Health and Medical Science. 2013; 1:13-5.

Roldan HS, Sanz M. The periodontal abscess: a review, J Clin Periodontol. 2000; 27:377-86.

Newman MG, Takei HH, Klokkevold PR. Carranza’s clinical periodontology, 11th ed. St. Louis: Elsevier; 2012. 437-47.

Singh AK, Saxena, A. The periodontal abscess: a review. IOSR Journal of Dental and Medical Sciences. 2015; 14: 81-6.

Patel PV, Kumar S, Patel A. Periodontal abscess: a review. J Clin and Diagnostic Research. 2011; 5(2):404-9. Available at http://www.jcdr.net/articles/PDF/1246/1622_9_4_11_nitr.pdf

Djais AI. Perawatan pasien dengan abses periodontal. Makassar Dental Journal. 2014; 3(4).

Chandra T, Rusyanti Y. Terapi kedaruratan penyakit periodontal. Prosiding Dies Natalis 57 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran. 2016. 94-105.

Trijani S. The initial treatment of mobile teeth closure diastema in chronic adult periodontitis. PDGI Jour. 2010; 59: 105-9.

Sanz M, Herrera D, Winkelhoff AJ. The periodontal abscess. In: Lindhe J, Lang NP, Karring T, editors. Clinical periodontology and implant dentistry, 5th ed. Blackwell Publishing: Denmark; 2007. 496-502.

Melnick RP, Takei HH. Treatment of periodontal abscess. In: Newman Mg, Takei HH, Klokkevold RP. Carranza’s clinical periodontology, 11th ed. St. Louis: Saunders; 2012. 443-7.

Williams RC, Jeffcoat MK, Kaplan ML. Flurbiprofen: a potent inhibitor of alveolar bone resorption in beagles. Science. 1985; 227(4687):640–2.

Nosartika I, Syaefi A, Soetomo N. Efektifitas irigasi hidrogen peroksida 1,5% setelah scaling root planing pada pasien periodontitis diabetika kajian terhadap jumlah koloni bakteri anaerob dan kadar tnf alfa cairan sulkus gingiva. 2016. Available at etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod=penelitian_detail&sub.

Soeroso Y, Endang WB, Bachtiar BM, Benso S, Siti WP. The prospect of chitosan on the osteogenesis of periodontal ligament stem cells. Jounal of International Dental and Medical Research. 2016; 9(2): 93 – 70.

Lundberg K, Wegner N, Yucel-Lindberg T, Venables PJ. Periodontitis in RA-the citrullinated enolase connection. Nat Rev Rheumatol. 2010; 6(12): 727-30. doi:10.1038/nrrheum.2010.139

Saskianti T, Ramadhani R, Budipramana ES, Pradopo S, Suardita K. Potential proliferation of stem cell from Human Exfoliated Deciduous Teeth (SHED) in carbonate apatite and hydroxyapatite scaffold. Journal of International Dental and Medical Research. 2017; 10: 350-3.



DOI: https://doi.org/10.22146/mkgk.65727

Article Metrics

Abstract views : 18968 | views : 29534

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Currently, Majalah Kedokteran Gigi Klinik indexed by:


View my stats

site
stats