Gender dan Budaya: Citra Perempuan pada Cerpen “Perempuan Itu Pernah Cantik” karya Mashdar Zainal

  • Nadia Nur Mazidah Bahasa dan Sastra Arab, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia
  • Muhammad Zarnubi Applied Language Studies (Hons) Arabic Language for Professional Communication, Mara University of Technology (UiTM), Malaysia
  • Misbahus Surur Bahasa dan Sastra Arab, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia
Keywords: Discourse Analysis, Culture, Image, Women

Abstract

In married life, women often experience a significant transition that can leave them in shock. This study aims to describe the portrayal of women in the household in the short story "Perempuan Itu Pernah Cantik " by Mashdar Zainal and to examine the cultural elements that influence this portrayal. The analysis of women's images and cultural aspects is conducted using critical discourse analysis by Sara Mills and Ruth Wodak. The research employs a qualitative method. The findings reveal that the portrayal of women and cultural elements in "Perempuan Itu Pernah Cantik " remains highly relevant to contemporary women's lives and contributes to many household disputes. According to Sara Mills' perspective, the portrayal of women in the short story is categorized into six images: women associated with beauty; women who seek validation and praise; women who prioritize emotions; women who are dependent on men; women with maternal instincts; and women who compare their single life with their married life. Furthermore, according to Ruth Wodak, the cultural elements shaping the image of women in the short story fall into three categories: the culture of women as managers of domestic affairs, the culture of women as gentle, and the culture that considers child-rearing a woman's duty.

References

Anam, A. K., Rasyid, Y., & Anwar, M. (2023). Relasi kuasa pada toponimi nama Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat: Analisis wacana kritis model Ruth Wodak. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(3), 199–210. https://doi.org/10.31000/lgrm.v12i3.10085

Asmillah, L. N., Nensilianti, N., & Syamsudduha, S. (2021). Mekanisme pertahanan ego tokoh sentral sebagai penagaruh budaya patriarki dalam film Kim Ji-Young, Born 1982. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 17(2), 178–192. https://doi.org/10.25134/fon.v17i2.4433

Az Zahro, F., & Mardiah, Z. (2023). Al-Khilaf ‘inda Daulah Qatr wa Mitsl al-Jins fi Ka’si al-’Alam 2022: Tahlil al-Khitab al-Naqd li Ruth Wodak. Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab, 7(2), 611–624. https://doi.org/10.29240/jba.v7i2.7969

Begem, S. S., Qamar, N., & Baharuddin, H. (2019). Sistem hukum penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat melalui Mahkamah Pidana Internasional. SIGn Jurnal Hukum, 1(1), 1–17. https://doi.org/10.37276/sjh.v1i1.28

Dhimas, G. (2019, July 28). Perempuan itu pernah cantik. Jawa Pos. https://www.jawapos.com/cerpen/01232749/perempuan-itu-pernah-cantik

Fachrudin, A. Y., Yuwana, S., & Subandiyah, H. (2022). Fakta kemanusiaan tokoh Sari dalam novel Perempuan Bersampur Merah karya Intan Andaru: Kajian strukturalisme genetik Lucien Goldmann. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 8(4). https://doi.org/10.58258/jime.v8i4.4091

Gani, E., & Marizal, Y. (2023). Ketidakadilan gender novel Azab dan Sengsara karya Merari Siregar dan novel Cantik itu Luka karya Eka Kurniawan. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(2), 527–538. https://doi.org/10.30872/diglosia.v6i2.649

Hartutik, & Sayuti, S. A. (2023). Sexual harassment in news gender violence in Tempo.co media and newsroom narratives (Sara Mills critical discourse analysis). Britain International of Linguistics Arts and Education (BIoLAE) Journal, 5(2), 167–171. https://doi.org/10.33258/biolae.v5i2.910

Haryani, R., Surip, M., & Dalimunthe, S. F. (2022). Analisis wacana kritis Sara Mills berita guru mengaji di Aceh Utara diduga berkali-kali perkosa santri usia 15 tahun. Mukadimah: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-Ilmu Sosial, 6(2), 382–387. https://doi.org/10.30743/mkd.v6i2.5328

Juliana, S., Charlina, C., & Burhanudin, D. (2023). Mariah dalam novel Terusir karya Buya Hamka dengan kajian analisis wacana kritis Sara Mills. Geram, 11(2), 170–177. https://doi.org/10.25299/geram.2023.vol11(2).15502

Kurniawati, E. (2019). Analisis wacana Sara Mills dalam film animasi Islam Hijrah Nisa (Analisis akun YouTube Cisform UIN Sunan Kalijaga). [Unpublished manuscript].

Latifi, Y. N., & Udasmoro, W. (2020). The big other: Gender, patriarki, dan wacana agama dalam karya sastra Nawāl Al-Sa’dāwī. Musãwa: Jurnal Studi Gender dan Islam, 19(1), 1–20. https://doi.org/10.14421/musawa.2020.191.1-20

Lestari, S. T., & Rabbani, I. (2023). Belenggu hegemoni patriarki dalam cerpen Bulan Kuning Sudah Tenggelam karya Ahmad Tohari. Mimesis, 4(2), 117–132. https://doi.org/10.12928/mms.v4i2.7770

Mardhotillah, M. D., & Agustriarini, R. (2022). Pola asuh authoritarian terhadap cinderella complex dimediasi dengan self-esteem. Psychological Journal: Science and Practice, 2(1). https://doi.org/10.22219/pjsp.v2i1.19863

Mas’ud, L., & Mulyaningsih, S. S. (2021). Hegemoni feminisme dalam wacana naratif Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy. Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP), 5(1), 121–138. https://doi.org/10.31539/kibasp.v5i1.3191

Mijianti, Y., Saragih, D. K., & Sumarlam, S. (2022). Feminisme wacana Sara Mills pada novel Dewi Lestari Aroma Karsa. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(1), 44–55. https://doi.org/10.31000/lgrm.v11i1.5785

Mills, S. (1990). Discourses of difference. Cultural Studies, 4(2), 128–140. https://doi.org/10.1080/09502389000490111

Mills, S. (2008). Language and sexism. Cambridge University Press.

Mustofa, N. S., Maemunah, S., & Kustanto, L. (2021). Analisis makna tanda pada film Kartini: Resistensi perempuan Jawa terhadap budaya patriarki. Sense: Journal of Film and Television Studies, 2(1). https://doi.org/10.24821/sense.v2i1.5074

Novianti, N., Musa, D. T., & Darmawan, D. R. (2022). Analisis wacana kritis Sara Mills tentang stereotipe terhadap perempuan dengan profesi ibu rumah tangga dalam film Rumput Tetangga. Rekam, 18(1), 25–36. https://doi.org/10.24821/rekam.v18i1.6893

Nurhuda, P. (2022). Representasi feminisme dalam cerpen Perempuan Itu Pernah Cantik karya Mashdar Zainal. Indonesian Journal of Applied Linguistics Review, 3(2). https://doi.org/10.21009/ijalr.32.05

Pasaribu, C., & Firmansyah, D. (2023). Representasi psikologi perempuan akibat budaya patriarki dalam cerpen Perempuan Itu Pernah Cantik karya Mashdar Zaidal. Nusra: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, 4(4), 1043–1049. https://doi.org/10.55681/nusra.v4i4.1738

Sadiah, E., Yanti, P. G., & Tarmini, W. (2023). Berita kekerasan seksual terhadap perempuan dalam dunia pendidikan: Analisis wacana kritis model Sara Mills. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(3), 230–240. https://doi.org/10.31000/lgrm.v11i3.8010

Septiana, H., Chabibbah, S., & Maulidya, N. F. (2023). Hasrat kepribadian tokoh utama dalam novel Midah Si Manis Bergigi Emas karya Pramudya Ananta Toer: Kajian skizoanalisis Gilles Deleuze dan Felix Guattari. Jurnal Sastra Indonesia, 12(3), 278–285. https://doi.org/10.15294/jsi.v12i3.64134

Siagian, H. M., Surip, M., & Dalimunthe, S. F. (2022). Perselingkuhan dan kekerasan terhadap perempuan dalam pemberitaan media iNews.id (Analisis wacana kritis perspektif Sara Mills). Mukadimah: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-Ilmu Sosial, 6(2), 360–368. https://doi.org/10.30743/mkd.v6i2.5292

Sulistio, P. H., Rasyid, Y., & Anwar, M. (2022). Penggambaran kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada surat kabar daring: Analisis wacana kritis model Sara Mills. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(3), 133–142. https://doi.org/10.31000/lgrm.v11i3.7290

Ulfah, I. (2011). Menggugat perkawinan: Transformasi kesadaran gender perempuan dan implikasinya terhadap tingginya gugat cerai di Ponorogo. Kodifikasia, 5(1), 1–15. https://doi.org/10.21154/kodifikasia.v5i1.219

Uluk, E. (2023). Menganalisis kritis diskursus kontemporer menggunakan model Ruth Wodak: Kajian kasus dalam isu sosial-politik terkini. Knowledge: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan, 3(1), 63–68. https://doi.org/10.51878/knowledge.v3i1.2194

Wenerlee, V. Y., Lin, M. K., & Wahyuni, I. (2024). Wacana kritis Sara Mills dalam kasus KDRT Lesti Kejora pada akun Instagram @LAMBETURAH_OFFICIAL. Semiotika: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik, 25(1), 66–75. https://doi.org/10.19184/semiotika.v25i1.35089

Widiyaningrum, W. (2021). Analisis wacana Sara Mills tentang kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 7(1), 14–25. https://doi.org/10.22373/equality.v7i1.8743

Wodak, R. (1997). Gender and discourse. SAGE Publications.

Wodak, R. (2001). The discourse-historical approach. In M. Wetherell, S. Taylor, & S. J. Yates (Eds.), Methods of critical discourse analysis (pp. 63–94). SAGE Publications.

Zahrawaany, T. A., & Fasikhah, S. S. (2019). Pengaruh kematangan pribadi dengan kecenderungan cinderella complex pada wanita dewasa awal. Cognicia, 7(1), 1–10. https://doi.org/10.22219/cognicia.v7t

Published
2026-03-31
How to Cite
Mazidah, N. N., Zarnubi, M., & Surur, M. (2026). Gender dan Budaya: Citra Perempuan pada Cerpen “Perempuan Itu Pernah Cantik” karya Mashdar Zainal. eskripsi ahasa, 9(1), 1-26. https://doi.org/10.22146/db.15335