Cabin fever dan pandemi covid-19: bagaimana Pustakawan menyikapinya?

  • Janu Saptari

Abstrak

Kondisi pandemi COVID-19 menyebabkan banyak orang, termasuk pustakawan merasa khawatir atau takut yang berlebihan. Tidak jarang mereka memiliki kecurigaan dan prasangka pada orang yang memiliki tanda-tanda COVID-19 karena informasi dan berita yang tidak menyenangkan tersebar setiap harinya melalui berbagai media online. Keadaan demikian membuat seseorang mengalami kecemasan, kegelisahan dan perasaan negatif lainnya. Inilah yang disebut gejala cabin fever (demam kabin). Gejala cabin fever yang dialami setiap orang bisa berbeda-beda. Namun, perasaan negatif yang muncul umumnya tidak hanya sesaat, melainkan berlangsung cukup lama hingga memengaruhi kehidupan sehari-hari orang yang mengalaminya, termasuk dalam bekerja, berinteraksi dengan orang lain, dan beristirahat. Pembahasan dalam artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis data secara deskriptif yang bersumber dari pengamatan lingkungan secara langsung dan berbagai media online. Dapat disimpulkan bahwa hanya orang yang mampu menyesuaikan diri dan mengelola dengan baik kondisi yang ada akan terhindar gejala cabin fever, bahkan mampu menjadikan pembelajaran hidup, cerita menarik dan semangat untuk beraktivitas yang produktif pada aktivitas selanjutnya.

Diterbitkan
2021-06-01
Bagaimana cara mengutip
Saptari, J. (2021). Cabin fever dan pandemi covid-19: bagaimana Pustakawan menyikapinya? . Media Informasi, 30(1), 70-78. https://doi.org/10.22146/mi.v30i1.4016
Bagian
Articles