Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Ekoenzim dan Maggot sebagai Solusi Berkelanjutan untuk Lingkungan
Abstrak
Limbah organik menjadi masalah lingkungan karena secara signifikan berkontribusi terhadap degradasi tempat pembuangan akhir. Limbah organik adalah jenis sampah yang umum dihasilkan. Pengelolaan sampah menjadi masalah serius, mulai dari pedesaan hingga perkotaan, salah satunya di Desa Puntukdoro. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah organik di wilayah tersebut masih cukup besar. Inisiatif pengabdian masyarakat ini menggunakan teknik pengelolaan sampah organik berkelanjutan untuk mengatasi masalah yang ada. Proyek ini menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat serta potensi manfaat dari pengelolaan sampah organik, seperti berkurangnya sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, kompos yang kaya nutrisi untuk berkebun, dan peningkatan keberlanjutan lingkungan. Hasil dari proyek ini meliputi kepuasan peserta, informasi yang diperoleh, dan penerapan praktis teknik pengelolaan sampah. Sistem pengolahan sampah menggunakan ekoenzim dan organisme makro (maggot) dipilih karena cukup sederhana untuk diterapkan di rumah oleh siapa pun. Melalui lokakarya, demonstrasi, dan pelatihan langsung, Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM UGM) periode kedua (Juni—Agustus 2024) melaksanakan studi ini. Peserta belajar tentang teknik pembuatan kompos, pengelolaannya, dan cara membuat inovasi kreatif karena sistem pengelolaan sampah yang dipilih memiliki banyak manfaat di berbagai bidang, terutama di bidang pertanian. Empat puluh peserta berpartisipasi dalam kegiatan ini, yakni meliputi promosi perubahan sosial secara bertahap melalui pengembangan keterampilan psikomotorik, penanaman kesadaran afektif, pemahaman kognitif, dan semangat perubahan perilaku konatif. Secara umum, kebijakan ini berhasil dalam meningkatkan kualitas masyarakat. Keberhasilan program ini turut mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) untuk pelestarian lingkungan.
Referensi
Alkadri, S. P. A. & Asmara, K. D. (2020). Pelatihan pembuatan eco-enzyme sebagai hand sanitizer dan disinfektan pada masyarakat Dusun Margo Sari Desa Rasau Jaya Tiga dalam upaya mewujudkan desa mandiri tangguh COVID-19 berbasis eco-community. Buletin Al-Ribaath, 17(2), 98–103.
Arun, C. & Sivashanmugam, P. (2015). Solubilization of waste activated sludge using a garbage enzyme produced from different pre-consumer organic waste. Royal Society of Chemistry Advances, 5, 51421–51427. https://doi.org/10.1039/C5RA07959D
Badan Pusat Statistik Kabupaten Magetan, (2023) Kecamatan Plaosan Dalam Angka 2023. https://magetankab.bps.go.id/id/publication/2023/09/26/2ee63ad25fb5410134e8c093/kecamatan-plaosan-dalam-angka-2023.html
Fatoumata, J. & Norshamliza, C. (2017). Consumer’s awareness and knowledge about food waste in Selangor, Malaysia. International Journal of Business and Economic Affairs, 2(2), 91–97.
Ginting, S., Lestari, F., Putra, B. R., Wahyudi, K., Muhidin, N. F., & Hikmah, N. (2022). Budidaya maggot (Hermetia illucens L.) sebagai alternatif pakan ikan di RW 05 Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi. Jurnal Abdi Nusa, 2(3), 90—95.
Kurniawan, D., Berliana, Y., Putra, I. A., Juniarsih, T., Nadhira, A., Sijabat, O. S., Wahyudi, E., Suprayetno, E., & Sugiarto, A. (2022). Pembuatan pupuk organik cair (POC) dengan menggunakan limbah kulit pisang. Jurnal Abdimas Maduma, 1(1), 23—27.
Larasati, D., Astuti, A. P., & Maharani, E. T. W. (2020). Uji organoleptik produk eco-enzyme dari limbah kulit buah (Studi kasus di Kota Semarang). EDUSAINTEK, 4.
Lim, W. J., Chin, N. L., Yusof, A. Y., Yahya, A., & Tee, T. P. (2016). Mini review: Food waste handling in Malaysia and comparison with other Asian countries. International Food Research Journal, 23(1), 1—6.
Nasdian, F. T. (2014). Pengembangan masyarakat. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Nazim, F. & Meera, V. (2017). Comparison of treatment of greywater using garbage and citrus enzymes. International Journal of Innovative Research in Science, Engineering, and Technology, 6(4), 49–54.
Nurcahayati, Z. (2022). Pelaksanaan peraturan daerah Kabupaten Magetan nomor 1 tahun 2016 tentang pengolahan sampah organik dengan sistem pengomposan. Jurnal Sosial: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 23(1), 40—46.
Nurman., 2015. Startegi Pembangunan Daerah. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Rukmini, P. (2020). Pengolahan sampah organik untuk budidaya maggot black soldier fly (BSF). Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat UNDIP 2020, 1(1).
Sitanggang, A. D. (2023). Pengaruh pemberian pupuk kandang sapi dan eco-enzyme terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata L.).
Sulistiyani, A. T., Sannishara, S., Rindingpadang, D. B. E., & Zulfa, M. T. (2024). Swadaya masyarakat: Implementasi metode Takakura dalam pengelolaan sampah organik di Kampung Purbonegaran, Yogyakarta. Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna, 2(1), 98—109. https://doi.org/10.22146/parikesit.v2i1.8151
Tokpohozin, S. D., Fall, J., Loum, A., Sagne, M., & Diouf, M. (2015). Use of eco enzymes in tilapia diets: Effects of growth performance and carcass composition. International Journal of Advanced Research in Biological Sciences, 2(11), 143–154.
Triwijayani, A. U., Lahom, A. W., Bana, F. M. E., Saputra, H., Narendra, K. D., Sihombing, E. P., & Elfatma, O. (2023). Kasgot (bekas kotoran maggot) sebagai alternatif pupuk organik dan media tanam cabai merah keriting (Capsicum annuum L.). Tropical Plantation Journal, 2(2), 80–85.
Utami, I., Putra, I. L. I., Khotimah, K., & Pangestiu, R. G. (2020). Maggot hitam soldier fly sebagai agen degradasi sampah organik dan pakan ternak warga Mergangsan. Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 127—135. https://doi.org/10.25077/logista.4.2.127-135.2020
Wahyuni, R. K. D., Ardiansyah, F., & R. C. F. (2021). Maggot BSF: Kualitas fisik dan kimianya. Litbang Pemas Unisla.
Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






