Mangrove Class: Edukasi Berbasis Pengalaman Lapangan untuk Konservasi Ekosistem Pesisir di Wedung, Demak
Abstrak
Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir melalui fungsi ekologis, ekonomis, dan sosial, seperti pelindung alami pantai, habitat berbagai biota, dan penyedia sumber penghidupan. Namun, di wilayah pesisir Wedung, Demak, pemahaman masyarakat terhadap fungsi dan manfaat mangrove masih rendah, meskipun potensi ekosistem ini cukup besar dan melimpah. Program pengabdian Mangrove Class dilaksanakan oleh tim KKN-PPM UGM untuk mengenalkan dan meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan siswa SMPN Satu Atap Wedung, Demak dalam upaya konservasi mangrove. Metode pelaksanaan meliputi observasi masalah dan survei kondisi lingkungan, perencanaan, koordinasi dan diskusi dengan pihak sekolah, pelaksanaan program, serta pelaporan dan evaluasi. Kegiatan dirancang berbasis edukasi yang interaktif dan pembelajaran langsung di lapangan. Rangkaian program mencakup edukasi ekosistem pesisir dan laut di kelas, pengenalan lapangan terhadap jenis-jenis mangrove beserta karakteristik dan manfaatnya, pembuatan herbarium sederhana, dan penanaman 1.000 propagul mangrove yang dilaksanakan bersamaan dengan Hari Mangrove Sedunia. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka pada seluruh kegiatan termasuk kemampuan mereka dalam menjawab kuis-kuis interaktif secara lisan. Hal ini menunjukkan pemahaman atas materi yang disampaikan. Para siswa juga dapat menjelaskan dengan benar mengenai beberapa jenis mangrove yang mereka temui di lapangan dengan identifikasi sederhana yang telah mereka lakukan.Program ini juga mendapatkan respon positif dari pihak sekolah, guru, dan masyarakat, serta dinilai sebagai inovasi pembelajaran lingkungan yang relevan dengan konteks lokal. Oleh karena itu, program pengabdian ini menarik untuk direplikasi karena dilaksanakan dengan pendidikan lingkungan yang dikolaborasikan dengan aksi konservasi secara nyata di lingkungan pesisir dengan penanaman mangrove sebagai strategi untuk memperkuat kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan masyarakat pesisir untuk menjaga kelestarian ekosistem dan keberlanjutan lingkungan hidup.
Referensi
Ariandi, H. (2023). Dinamika wilayah pesisir. Universitas Brawijaya Press.
Basri, H. (2020). Pengelolaan, pengawasan kawasan pesisir dan laut Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Reusam, 8(2), 1--27.
Friess, D. A., Yando, E. S., Alemu, J. B., Wong, L-W., Soto, S. D. And Bhatia, N. (2020). Ecosystem services and disservices of mangrove forest and salt marshes. Oceanography and Marine Biology, 58, 107-142.
Jayawiguna, M. H. (2024). Analisis penyebab banjir rob di Muara Gembong Teluk Jakarta dan estimasi dampak kerugian ekonominya bagi masyarakat sekitar: Sebuah bahan masukan kebijakan. Jurnal Kelautan Nasional, 19(2), 159-168.
Khairullah, K. K., Rifai, A., dan Indrayanti, W. (2024). Studi luasan genangan banjir rob akibat kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah di Kecamatan Sayung, Demak. Indonesian Journal of Oceanography, 6(4), 316-323.
Latuconsina, H. (2020). Ekosistem Perairan Tropis. UGM Press, Yogyakarta.
Lugina, M., Indartik, & Pribadi, M. A. (2019). Valuasi ekonomi ekosistem mangrove dan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga: Studi kasus Desa Pamogan, Tuban dan Kutawaru. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 16(3), 197—210.
Lautetu, L. M., Kumurur, V. A., & Warouw, F. (2019). Karakteristik permukiman masyarakat pada kawasan pesisir Kecamatan Bunaken. Spasial, 6(1), 126—136.
Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
Riyandari, R. (2017). Peran mangrove dalam melindungi daerah pesisir terhadap gelombang tsunami. Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana, 12(1), 74—80.
Rusdi, R., Setyobudiandi, I., dan Damar, A. (2020). Kajian potensi dan pengelolaan berkelanjutan ekosistem mangrove Pulau Pannikiang, Kabupaten Baru, Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 12(1), 119—133.
Salsabila, A. Q., Prasetyo, Y., dan Hadi, F. (2021). Analisis penurunan muka tanah (PMT) menggunakan metode Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DINSAR) (studi kasus: pesisir Kabupaten Demak. Jurnal Geodesi Undip, 10(1), 233-240.
Wulandari, C., Pulungan, N. A. H. J., Fajarwati, A., Salsabila, N. A., Prasetyo, A. N., Zahra, F.A., & Sukmaningrum, G. Z. (2023). Peningkatan pengetahuan dan kesadaran lingkungan pesisir bagi siswa SMPN 2 dan SMPN 3 Wedung guna membentuk generasi muda yang cinta lingkungan. Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna, 1(2), 234—245. https://doi.org/10.22146/parikesit.v1i2.9559
Wulandari, C., Hapsari, N. T. K., Putranto, D. W., & Syahid, T. U. (2023). Potensi ekosistem mangrove untuk mewujudkan kawasan pesisir berkelanjutan di Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, Dan Teknologi Tepat Guna, 1(2), 81—92. https://doi.org/10.22146/parikesit.v1i2.9562
Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






