Dampak Pembuangan Kotoran Hewan Bos Taurus terhadap Sumber Daya Air dan Lingkungan di Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, Lumajang

  • Muhamad Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada
  • Bayu Winky Safriadi Supeno Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
  • Puji Lestari Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada
Kata Kunci: Sanitasi, Pencemaran air, Perilaku peternak, Persepsi lingkungan

Abstrak

Desa Kandangtepus terletak di lereng Gunung Semeru dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi perah di Kabupaten Lumajang. Aktivitas peternakan ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat dan dilakukan dalam skala rumah tangga. Kegiatan peternakan tersebut menghasilkan limbah ternak dalam jumlah besar yang hingga kini belum dikelola sesuai prinsip sanitasi dasar sehingga memicu potensi pencemaran air, tanah, dan lingkungan permukiman. Urgensi kegiatan ini terletak pada perlunya memahami kondisi aktual pengelolaan limbah sebagai dasar penyusunan intervensi pengabdian masyarakat yang relevan dengan konteks sosial dan kapasitas lokal. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji praktik pengelolaan limbah ternak sapi perah di tingkat rumah tangga, mengidentifikasi persepsi masyarakat terhadap risiko lingkungan, serta merumuskan arah pemecahan masalah yang dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah desa untuk memperbaiki sistem pengelolaan limbah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui penyebaran kuesioner, wawancara semi-terstruktur, dan observasi lapangan yang melibatkan 12 peternak dari empat dusun. Analisis dilakukan dengan menelaah pola pembuangan limbah, kondisi sanitasi kandang, kedekatan kandang dengan rumah tinggal, dan kondisi lingkungan seperti saluran pembuangan serta kualitas air sungai. Hasil menunjukkan bahwa 75% responden masih membuang limbah langsung ke sungai dan 91,7% tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah. Observasi lapangan memperlihatkan adanya saluran pembuangan terbuka, kandang yang berdekatan dengan permukiman, serta indikasi pencemaran seperti perubahan warna air, endapan bahan organik, dan bau menyengat. Seluruh responden mengetahui risiko pencemaran, namun sebagian besar belum bersedia mengikuti pelatihan, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan. Kesimpulan kegiatan ini menegaskan bahwa persoalan limbah lebih dipengaruhi oleh faktor perilaku, norma sosial, dan belum adanya regulasi desa daripada sekadar terbatasnya fasilitas teknis. Oleh karena itu, intervensi awal diarahkan pada peningkatan kesadaran masyarakat serta penyusunan dasar kebijakan desa mengenai sanitasi kandang dan pembuangan limbah sebagai langkah awal menuju sistem pengelolaan limbah yang lebih terencana dan berkelanjutan.

Referensi

Ajzen, I. (2020). The theory of planned behavior: Frequently asked questions. Human Behavior and Emerging Technologies, 2(4), 314–324. https://doi.org/10.1002/hbe2.195

Anindyasari, D., & Muzaqi, K. (2023). Tingkat pengetahuan peternak dan persepsi masyarakat terhadap jarak kandang dengan pemukiman di Peternakan Aufa Wijaya Farm. Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis, 6(2), 54-62. http://dx.doi.org/10.30872/jpltrop.v6i2.11212

Fathurrohman, A., & Adam, M. A. (2015). Persepsi peternak sapi dalam pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas di Desa Sekarmojo Purwosari Pasuruan. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 25(2), 36-42. https://doi.org/10.21776/ub.jiip.2015.025.02.05

Fuhrmeister, E. R., Schwab, K. J., & Julian, T. R. (2015). Estimates of nitrogen, phosphorus, biochemical oxygen demand, and fecal coliforms entering the environment due to inadequate sanitation treatment technologies in 108 low and middle income countries. Environmental science & technology, 49(19), 11604-11611. https://doi.org/10.1021/acs.est.5b02919

Hasibuan, E. S. F., Supriyantini, E., & Sunaryo, S. (2021). Pengukuran parameter bahan organik di perairan sungai Silugonggo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Buletin Oseanografi Marina, 10(3), 299-306. https://doi.org/10.14710/buloma.v10i3.32345

Hatmans, H. F., Lapenangga, A. K., & Abes, H. R. (2021). Penataan sanitasi kandang berkelanjutan di bantaran Kali Labat, Kelurahan Naikolan, Kota Kupang. Jurnal Arsitektur ALUR, 4(2), 82-89.

Ichtiarini, A., Fahmi Fairuzzaman, S. H., & MH, L. (2024). Tanggung jawab hukum terhadap pencemaran lingkungan akibat kelalaian dalam pembuangan limbah ternak. Skripsi. Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Muhammadiyah Surakarta. http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/126980

Insyiroh, D. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kandungan bakteri Escherichia Coli pada sumur gali di Desa Tirak, Kwadungan, Ngawi. Skripsi. Program Studi Kesehatan Masyarakat, Stikes Bhakti Husada Mulia.

Latif, A., Cahyandito, M. F., & Utama, G. L. (2023). Dynamic system modeling and sustainability strategies for circular economy-based dairy cow waste management. Sustainability, 15(4), 3405. https://doi.org/10.3390/su15043405

Nafisa, A. D. F. (2025). Analisis pendapatan peternak sapi potong di kawasan Lereng Gunung Merapi Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman Guppi Ungaran. http://repository.undaris.ac.id/id/eprint/2120

Nu’man, T. M., & Noviati, N. P. (2021). Perilaku sadar lingkungan dalam perspektif Theory of Planned Behavior: Analisis terhadap intensi penggunaan kantong dan sedotan plastik pada mahasiswa. Jurnal Ecopsy, 8(2), 165-177. http://doi.org/10.20527/ecopsy.2021.10.016

Nufiani, N., Utomo, M., Bakri, S., & Fathul, F. (2019). Pengaruh lingkungan biofisik kandang peternakan sapi tradisional terhadap cemaran bakteri coli dalam air sumur. PROSIDING Seminar Nasional Biologi (SEMABIO) 2019 “Pemanfaatan Biodiversitas dan Bioteknologi untuk Pelestarian Lingkungan, 1(1), 391-397. http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/22803

Okta, O. W. W., & Subqi, I. (2025). Strategi pemberdayaan peternak sapi perah dalam meningkatkan perekonomian lelompok Ngudi Luhur II di Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Marsialapari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 12-19. https://doi.org/10.63424/marsialapari.v2i1.165

Ramadhani, R., Nurdian, Y., Rachmawati, D. A., Utami, W. S., Armiyanti, Y., Hermansyah, B., & Rahardjo, A. M. (2022). Hubungan sanitasi kandang sapi dengan Infeksi Cryptosporidium sp. pada pedet dan peternak sapi. Jurnal Medik Veterinar, 5(2), 178-187.

Diterbitkan
2025-11-30
Bagaimana cara mengutip
Muhamad, Supeno, B. W. S., & Lestari, P. (2025). Dampak Pembuangan Kotoran Hewan Bos Taurus terhadap Sumber Daya Air dan Lingkungan di Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, Lumajang. Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, Dan Teknologi Tepat Guna, 3(2), 490-498. https://doi.org/10.22146/parikesit.v3i2.23640
Bagian
Articles