Budaya untuk Kemandirian: Membangun Fondasi Kalurahan Budaya Grogol melalui Pendekatan Culture-Based Rural Development
Abstrak
Pembangunan desa berbasis budaya menjadi strategi penting dalam mewujudkan kemandirian desa dan penguatan identitas lokal. Kalurahan Grogol terletak di Kapanewon Paliyan, Gunungkidul, merupakan wilayah yang memiliki kekayaan seni, tradisi, dan warisan budaya. Kekayaan seni budaya tersebut belum terkelola secara sistematis sehingga aktivitas budaya bersifat insidental. Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada tahun 2025 dilaksanakan untuk membangun fondasi Rintisan Kalurahan Budaya melalui pendekatan culture-based rural development. Program ini menargetkan dua isu utama, yaitu ketiadaan masterplan budaya dan minimnya program pelestarian budaya yang terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi penyusunan masterplan budaya, peningkatan kapasitas pelaku budaya, pembentukan dan aktivasi sanggar, digitalisasi publikasi budaya, serta pendampingan berkelanjutan selama enam bulan. Hasil program menunjukkan indikator capaian strategis berupa tersusunnya Masterplan Kalurahan Budaya Grogol, keterlibatan masyarakat yang tinggi yaitu sebesar 83,2% dalam pelatihan manajemen sanggar, adibusana, dan pranata adicara, aktifnya kembali tiga komunitas seni, seperti gejlog lesung, karawitan anak, dan penari cilik, serta aktifnya kembali dua festival budaya, yaitu Festival Dakon dan Nguri-uri Kabudayan. Selain itu, digitalisasi kegiatan budaya melalui website dan TikTok kalurahan telah meningkatkan visibilitas kegiatan seni budaya di Kalurahan Grogol. Temuan terkait lemahnya literasi aksara Jawa pada generasi muda menjadi catatan penting untuk pengembangan program tahun berikutnya. Secara keseluruhan, program berhasil memperkuat keterlibatan masyarakat dalam kegiatan seni budaya, dan membangun fondasi pembangunan menuju penetapan Kalurahan Budaya Grogol. Temuan ini menunjukkan bahwa pembangunan desa berbasis budaya, khususnya di Kalurahan Grogol, dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kohesi sosial, identitas lokal, serta ketahanan sosial-ekonomi masyarakat pedesaan.
Referensi
Akbar, A., Flacke, J., Martinez, J., & van Maarseveen, M. F. A. M. (2020). Participatory planning practice in rural Indonesia: A sustainable development goals-based evaluation. Community Development, 51(3), 243–260. https://doi.org/10.1080/15575330.2020.176582
Badan Pusat Statistik Gunungkidul. (2024). Kabupaten Gunungkidul dalam angka 2024. BPS Kabupaten Gunungkidul.
Bole, D., Pipan, P., & Komac, B. (2013). Cultural values and sustainable rural development: A brief introduction. Acta Geographica Slovenica, 53(2), 367–370. https://doi.org/10.3986/AGS53401
Humas BRIN. (2024, Februari 24). BRIN paparkan strategi dan terobosan kebijakan pembangunan desa menuju Indonesia Emas 2045. Badan Riset dan Inovasi Nasional. https://www.brin.go.id/news/121688/brin-paparkan-strategi-dan-terobosan-kebijakan-pembangunan-desa-menuju-indonesia-emas-2045
Humas Pemda DIY. (2024, Februari 24). Akselerasi perekonomian desa mandiri budaya melalui ekonomi kreatif. Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. https://jogjaprov.go.id/berita/detail-berita/akselerasi-perekonomian-desa-mandiri-budaya-melalui-ekonomi-kreatif
Humas Pemda DIY. (2024). Bantuan keuangan khusus, wujud nyata kewenangan keistimewaan DIY. Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Paschalidou, M., Chatzitheodoridis, F., & Kalogiannidis, S. (2024). The cultural factor in rural development programmes: Bibliometric analysis and visualization. Preprints, 2024020159. https://doi.org/10.20944/preprints202402.0159.v1
Pemerintah Indonesia. (2024). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2025–2045. Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Pemda DIY. (2020). Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 93 Tahun 2020 tentang Desa/Kalurahan Mandiri Budaya. Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pemerintah Kalurahan Grogol. (2024). Portofolio Pengajuan Rintisan Kalurahan Budaya. Pemerintah Kalurahan Grogol.
Pradnyana, I.P.W.S., Lubis, S.N., Sabrina, T., Ikhsan, E. (2025). Cultural tourism as a catalyst for rural development: A spatial-econometric study of a tourism village in North Sumatra, Indonesia. International Journal of Sustainable Development and Planning, Vol. 20, No. 7, pp. 3095-3103. https://doi.org/10.18280/ijsdp.200734
Sambodo, M. T., Hidayat, S., Rahmayanti, A. Z., Handoyo, F. W., Yuliana, C. I., Hidayatina, A., Purwanto, P., Suryanto, J., Yaumidin, U. K., Nadjib, M., & Astuty, E. D. (2023). Towards a new approach to community-based rural development: Lesson learned from Indonesia. Cogent Social Sciences, 9(2), Article 2267741. https://doi.org/10.1080/23311886.2023.2267741
Winarto. (2024a, Februari 24). Kalurahan Grogol lolos menjadi Kalurahan Rintisan Budaya. Pemerintah Kalurahan Grogol. https://desagrogol.gunungkidulkab.go.id/first/artikel/2241-Kalurahan-Grogol-Lolos-Menjadi-Kalurahan-Rintisan-Budaya
Winarto. (2024b, Februari 24). Pelaksanaan adat kenduri tasyakuran bersih dusun Rabu Legi. Pemerintah Kalurahan Grogol. https://desagrogol.gunungkidulkab.go.id/first/artikel/2247-Pelaksanaan-Adat-Kenduri-Tasyakuran-Bersih-Dusun-Rabu-Legi
Winarto. (2024c, Februari 24). Tari dan macapat Grogol turut mewarnai Gelar Budaya Kapanewon Paliyan. Pemerintah Kalurahan Grogol. https://desagrogol.gunungkidulkab.go.id/first/artikel/2319-Tari-dan-Macapat-Grogol-Turut-Mewarnai-Gelar-Budaya-Kapanewon-Paliyan
Winarto. (2024d, Februari 24). Kalurahan Grogol mengikuti Gelar Potensi Rintisan Kalurahan Budaya. Pemerintah Kalurahan Grogol. https://desagrogol.gunungkidulkab.go.id/first/artikel/2340-Kalurahan-Grogol-Mengikuti-Gelar-Potensi-Rintisan-Kalurahan-Budaya
Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






