Investigasi Tingkat Pengetahuan Remaja terhadap Kesehatan Reproduksi di Kampung KB Sendangsari
Abstrak
Masa remaja ditandai dengan dimulainya perkembangan organ reproduksi. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi menjalankan peran penting dalam memengaruhi perilaku remaja terkait kesehatan seksual dan reproduksi. Di samping itu, masyarakat lokal adalah kelompok yang rentan terhadap penyakit menular seksual dan infeksi karena kurangnya pengetahuan yang memadai terkait kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pengetahuan masyarakat remaja setempat terkait kesehatan reproduksi dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan kuesioner dari Modul Kesehatan Reproduksi "Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) 2017. Penelitian menyajikan data demografi seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan dalam tabel deskriptif. Selain itu, penelitian juga membandingkan tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi berdasarkan hasil kuesioner antara daerah Mrunggi dan Kroco. Kedua daerah tersebut berada di Desa Sendangsari, yang diklasifikasikan sebagai salah satu desa miskin di Yogyakarta. Oleh karena itu, mengatasi masalah kesehatan dan mendukung keberlanjutannya merupakan tantangan yang signifikan. Hal ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal agar pertumbuhan ekonomi dapat dioptimalkan. Berbanding terbalik dengan klaim desa miskin, penelitian ini mengungkapkan bahwa rata-rata remaja di kedua daerah tersebut menunjukkan pengetahuan yang baik terkait kesehatan reproduksi. Namun, masih diperlukan upaya pendidikan yang lebih komprehensif dan akses yang lebih mudah terhadap informasi kesehatan reproduksi. Upaya tersebut dapat membantu mereka untuk mengambil keputusan yang lebih bijaksana dan berdaya terkait kesehatan dan hak reproduksinya. Dalam konteks yang lebih luas, mengatasi isu-isu kesehatan reproduksi bukan hanya sekadar masalah kesejahteraan individu; ini adalah investasi strategis dalam pengembangan ekonomi. Dengan memfasilitasi populasi yang lebih sehat, ekonomi lokal dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya kesehatan, dan mempromosikan kesetaraan sosial, yang pada akhirnya mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Referensi
Agha, N., & Rind, R. D. (2025). How adolescent motherhood is perceived and influenced by sociocultural factors: A sociological qualitative study of Sindh province, Pakistan. Sociocultural factors and adolescent motherhood, 20(3), 1-16. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0319064
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas ). (2020). Kesetaraan Gender.
Badan Pusat Statistik. (2022). Analisis kemiskinan makro Kabupaten Kulon Progo Tahun 2022. https://kulonprogokab.bps.go.id/id/publication/2023/11/09/3c8aa0d4131225b5c109a592/analisis-kemiskinan-makro-kabupaten-kulon-progo-2022.html
BKKBN. (2023). Kampung keluarga berkualitas Sendangsari. https://kampungkb.bkkbn.go.id/kampung/8414/kampung-keluarga-berkualitas-sendangsari
Damayanti, Rahmi. (2014). Hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan sikap seks pranikah pada mahasiswa semester 4 Program Studi D-IV Bidan Pendidik STIKES ‘Aisyiyah [Skripsi Tesis]. STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta. https://digilib.unisayogya.ac.id/1185/
Fauziah, S., Astuti, T. W. P., & Khofiyah, N. (2023). Gambaran tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMK Muhammadiyah 2 Moyudan Sleman. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3(4), 5523–5533. https://j-innovative.org/index.php/Innovative
Harpiwahyuni, R. (2018). Perbedaan perilaku kesehatan reproduksi berdasarkan pelaksanaan program kampung KB di Kota Padang. Padang: Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Kementerian Kesehatan RI. (2014). Situasi kesehatan reproduksi remaja. Jakarta Selatan: Kementerian Kesehatan RI Pusat Data dan Informasi.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak Rutgers WPF Indonesia. (2018). Modul kesehatan reproduksi perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM). Jakarta: Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Khumayra, Z. H., & Sulisno, M. (2012). Perbedaan pengetahuan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) antara santri putra dan santri putri. Jurnal Keperawatan Diponegoro. 1(1), 197-204. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jnursing/article/view/450/449
Marmi.(2013). Kesehatan reproduki. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Meilani, N., Hariadi, S. S., & Haryadi, F. T. (2025). Adolescent Reproductive Health Promotion for Senior High School Students. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal), 20(1), 15-23. https://doi.org/10.7454/kesmas.v20i1.2007
Noor, M. L., & Andriani, A. D. (2020). Peran remaja dalam program kampung keluarga berencana (KB) Barukupa Kabupaten Cianjur. Jurnal Komunikasi Universitas Garut P-ISSN: 2461-0836; E-ISSN: 2580-538X.
Nuryanita, I., & Malika, R. (2021). Tingkat pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksi. Prosiding SEMNAS BIO 2021, ISBN: 2809-8447.
Organisasi Kesehatan Dunia. (2014). Health for the World’s Adolescents A second chance in the second decade. www.who.int/adolescent/second-decade
PILAR PKBI di Jawa Tengah. (2010). Data masalah remaja khususnya di bidang kesehatan reproduksi
Rafif, M., & Listyaningsih, U. (2021). Spatial Disparity of Knowledge Levels on Reproductive Health among Indonesia’s Adolescents: Spatial Analysis of 2017 IDHS Data. Populasi. 29(1), 1-18. https://doi.org/10.22146/jp.67194
Rahmawati, S., Setyowati, S., Budiati, T., & Rachmawati, I. N. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan reproduksi remaja. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 26-35. https://doi.org/10.31539/joting.v5i2.7713
Sarwono, S., W. (2012). Psikologi remaja. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Soekidjo, N. (2010). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Yoga, P., Muhlisin, A., & Budinugroho, A. (2013). Hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan sikap seksual pranikah remaja di Kalurahan Danguran Kabupaten Klaten. http://eprints.ums.ac.id/24119/
WHO. (2013). Kesehatan reproduksi wanita ISK. Jakarta: Salemba Medika.
Wibowo, D. C. H. (2013). Hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan sikap remaja terhadap perilaku seks bebas di SMAN 1 Sewon.
Widiastuti, Y., Rahmawati, A., & Purnamaningrum, Y. E. (2009). Kesehatan reproduksi. Yogyakarta: Fitra Maya.
Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






