Experiential Learning sebagai Upaya Penguatan Pendidikan Demokrasi dan Pancasila

https://doi.org/10.22146/jf.70601

Hastanti Widy Nugroho(1*), Rona Utami(2), Rizky Anandasigit Nugraha(3)

(1) Universitas Gadjah Mada
(2) Universitas Gadjah Mada
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini fokus pada transformasi metode pembelajaran Pancasila. Ada dua pertanyaan yang hendak dijawab, yaitu: 1) metode apa yang selama ini digunakan guru dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila? Apa kelebihan dan kekurangan metode tersebut?; 2) apa inovasi yang dapat ditawarkan kepada guru Pendidikan Pancasila untuk membuat mata pelajaran Pancasila menjadi menarik? Berdasarkan hasil focus group discussion yang penulis lakukan di 72 sekolah yang tersebar di tiga kota, yakni Maluku, Kupang, dan Batam, sebagian besar guru masih menggunakan metode teacher centered learning karena keterbatasan sarana dan prasarana sekolah, serta kendala kemampuan guru. Implikasinya, output pembelajaran yang menekankan demokrasi dan kebhinekaan dalam kehidupan tidak tercapai maksimal dan kesenjangan kualitas pendidikan antar wilayah pedesaan dan perkotaan akan semakin besar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menawarkan konsep experiential learning yang digagas oleh John Dewey sebagai basis metode penguatan pendidikan demokrasi dan Pancasila sebagai sarana dan tujuan untuk menggali pengalaman murid. Peneliti menyimpulkan experiential learning dapat mengatasi kesenjangan kualitas pendidikan dengan mendorong siswa untuk menjadi subjek aktif, bertanggung jawab, dan mandiri dalam proses belajarnya. Sedangkan guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing aktivitas siswa. Apabila tahapan experiential learning dijalankan secara tepat, transformasi ini akan mendorong pembelajaran Pancasila yang lebih demokratis dan demokratisasi sejak dini.


Keywords


pancasila, demokrasi, pendidikan, experiential learning, teacher centered learning

Full Text:

PDF


References

Dewey, J. (1896) The Reflex Arc Concept in Psychology. Psychological Review, 3(4). pp. 357-370.

_______. (1938). Experience and Education. New York: MacMillan

_______. (1944) Between Two Worlds. Ceramah dalam Winter Institute of Arts and Sciences, University of Miami, Coral Gables, 20 Maret 1944.

_______. (1989/1934) Art as Experience. The Later Works of John Dewey. Vol. 10. Jo Ann Bodyston (Ed.) Carbondale & Edwardsville: Southern Illinois University Press

Freire, P. (2002). The Politic of Education: Culture, Power, and Liberation. Terj. Fuad Arif. F. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Glassman, M. (2001). Dewey and Vygotsky: Society, experience, and inquiry in educational practices. Educational Researcher, Vol. 30(4). pp 3-14

Harto, K. (2012). Active Learning Dalam Pembelajaran Agama Islam. Yogyakarta: Pustaka Felicha.

Kurdi, et.al. (2009). Penerapan Student Centered Learning dari Teacher Centered Learning Mata Ajar Ilmu Kesehatan Pada Program Studi Penjaskes. Forum Kependidikan, Vol. 28 (2).

Kolb, D. (1984). Experiential Learning. Experience as The Source of Learning and Development. Englewood Cliffs, NJ; Prentice- Hall

Maharani, S.D. et.al. (2017). Grand Desain Indeks Ketahanan Ideologi Pancasila. Hasil Penelitian tim Pusat Studi Pancasila UGM: Yogyakarta

Miettinen, R. (2000). The Concept of Experiential Learning and John Dewey Theory of Reflective Thought and Action. International Journal of Lifelong Education, Vol.19(1), pp. 54-72.

Mujahida, dkk. (2019). Analisis Perbandingan Teacher Centered dan Learner Centered. Scolae: Journal of Pedagogy, Vol.2 (2), pp. 323-331.

Nugroho, H.W., dkk. (2019). Inovasi Model Pembelajaran Pancasila Yang “Menyenangkan & Bermakna”. Yogyakarta: Zahir Publishing

Samsuri. (2010). Pembentukan Karakter Warga Negara Demokratis dalam Politik Pendidikan Indonesia Periode Orde Baru Hingga Era Reformasi dalam MGMP PKn Kab. Sleman. Yogyakarta: Sleman Press

Wasitohadi. (2014). Hakekat Pendidikan Dalam Perspektif John Dewey: Tinjauan Teoritis. Universitas Kristen Satya Wacana: Salatiga

Zohrabi, M. et.al. (2012). Teacher-centered and/or Student-centered Learning: English Language in Iran. English Language and Literature Studies, Vol. 2(3).



DOI: https://doi.org/10.22146/jf.70601

Article Metrics

Abstract views : 888 | views : 1856

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Jurnal Filsafat

Jurnal Filsafat Indexed by:

Google ScholarSinta (Science and Technology Index)


Jurnal Filsafat ISSN 0853-1870 (print), ISSN 2528-6811 (online)