Studi Kelayakan Lokasi Budidaya Kerapu (Epinephelus sp.) di Perairan Pulau-Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan

https://doi.org/10.22146/jfs.66

Utojo Utojo(1*), Abdul Mansyur(2)

(1) Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau
(2) Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau
(*) Corresponding Author

Abstract


This study was conducted to find out location which was suitable for culture of grouper (Epinephelus sp.) in Pulau-Pulau Sembilan waters, Sinjai Regency, South Sulawesi. The primary data were collected from each study areas as grouper culture requirement i.e: coastal topography, from the high wave and current, water quality and biological parameters. Secondary data such as wheather, coastal fisheries production, tide probability, Indonesia earth surface map of Sinjai area scale of 1: 75,000, landsat imagery-7ETM digital product and navigation map scale 1: 200,000 were collected before the study. Thematic map of area, suitability as the main expected output of the study was made through spatial analysis and Geographical Information System (GIS). The site suitability for grouper culture in floating net cage was evaluated based on the physical oceanography as limited factors, where factors which influences to the grouper growth and survival were given highest value.The range of values was 0-1. The level of suitability at the value of 1-4, where 4 (100%) = S1 (most suitable), 3 (75-99%) = S2 (suitable), 2(50-74%) = S3 (fair suitable) and 1 (< 50%) = N (less suitable). The potential areas which were suitable for grouper culture in floating net cage development was 303.4 hectares.

Keywords


aquaculture, coastal, natural resources, site selection



References

Ahmad, T., P.T. Imanto, Muchari, A. Basyarie, P. Sunyoto, B. Slamet, Mayunar, R. Purba, S. Diana, S. Redjeki, S.A. Pranowo dan S. Murtiningsih. 1991. Operasional pembesaran ikan kerapu dalam keramba jaring apung. Balai Penelitian Perikanan Budidaya Pantai. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Departemen Pertanian. 59 p.

Ahmad, T., A. Mustafa, dan A. Hanafi. 1996. Konsep pengembangan desa pantai mendukung keberlanjutan produksi perikanan pesisir. Prosiding Rapat Kerja Teknis Peningkatan Visi Sumberdaya Manusia Peneliti Perikanan Menyongsong Globalisasi IPTEK. Poernomo, A., H.E. Irianto, S. Nurhakim, Murniyati, dan E. Pratiwi (Eds.). Serpong, 19-20 Nopember 1996. Badan Litbang Pertanian, Pulsitbang Perikanan. Jakarta: 91-106.

Aji, N., M. Murdjani dan Notowinarto. 1989. Budidaya ikan kerapu di kurungan terapung. Jaringan Informasi Perikanan Indonesia. Direktorat Jenderal Perikanan bekerjasama dengan International Development Research Centre. INFIS Manual Seri No. 4.

Anonim. 1997. Pengendalian budidaya laut di Indonesia. Prosiding Pertemuan Teknis Pengendalian Budidaya Laut. Ginting, M.I, J. Martijo, L. Indrasari, H. Effendi, Hartati, E. Susilowati, E. Herwening dan Partina (Eds.). Batam. 25-26 Oktober 1994. Departemen Pertanian. Direktorat Jenderal Perikanan. Jakarta: 22-43.

Anonim. 1998. Laporan Tahunan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sinjai Tahun 1998. Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan.

Anonim. 1999. Pedoman analisis SWOT. Proyek pengkajian teknologi pertanian partisipatif. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta: 17.

As’ad, M. 2000. Abrasi pantai Biringkasi. Maccini Baji, Kecamatan Bungoro, Labakkang Kabupaten Pangkep. Skripsi. Jurusan Ilmu Kelautan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin. Makassar. 70 p.

Burrough, P.A. and R.A. McDonnell. 1998. Principle of geographical information systems. Oxford University Press. 327 p.

Cholik, F., A. Sudradjat dan P.T. Imanto. 1995. Peluang agribisnis budidaya laut di kawasan timur Indonesia. Prosiding Temu Usaha Pemasyarakatan Teknologi Keramba Jaring Apung Bagi Budidaya Laut. A. Sudradjat, W. Ismail, B. Priono, Murniyati dan E. Pratiwi (Eds.). Jakarta. 12-13 April 1995. Badan Litbang Pertanian. Jakarta: 136-156.

Clark, W.A.V. and P.L. Hosking. 1986. Statistical methods for geographers. John Wiley & Sons, Inc. 513 p.

Hanafi, A., Tarunamulia, A. Rachman, dan T. Ahmad. 2001. Penataan ruang Teluk Pegametan di Kecamatan Gerokgak, Bali untuk pengembangan sea farming. In: Teknologi budidaya laut dan pengembangan sea farming di Indonesia. A. Sudradjat, E.S. Heruwati, A. Poernomo, A. Rukiani, J. Wododo, dan A. Kusumah (Eds.). Pusat Penelitian dan Pengembangan Eksplorasi Laut dan Perikanan: 57-69.

Hidayat, A., M. Soekardi, dan Ponidi. 1995. Kajian kesesuaian lahan untuk mendukung pembangunan perikanan pantai dan pertanian di daratan Kasipute-Lainea, Sulawesi Tenggara. Laporan Akhir Hasil Penelitian Potensi dan Hasil Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Perikanan Pantai (Tingkat Tinjau Mendalam) Daerah Kasipute-Lainea, Sulawesi Tenggara. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat Bekerjasama dengan Proyek Pembinaan Kelembagaan Penelitian Pertanian Nasional. Jakarta. 96-162.

Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH). 1988. Lampiran VII dan VIII Surat Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. KEP-02/MENKLH/I/1998, tanggal 19 Januari 1988 tentang Baku Mutu Air untuk Perikanan dan Taman Laut Konservasi.

Mayunar, R. Purba dan P.T. Imanto. 1995. Pemilihan lokasi untuk usaha budidaya ikan laut. Prosiding Temu Usaha Pemasyarakatan Teknologi Keramba Jaring Apung bagi Budidaya Laut. Sudradjat, A., W. Ismail, B. Priono, Murniyati dan E. Pratiwi (Eds.).tanggal 12-13 April 1995. Jakarta. 179-189.

Morain, S. 1999. GIS solution in natural resource management: balancing the technical-political equation. On Word Press. USA. 361 p.

Purwadhi, S. Hardiyanti, Susanto, dan Hidayat. 1997. Penggunaan data inderaja satelit dan sistem informasi geografis (SIG) untuk perencanaan dan pengelolaan tata ruang wilayah. Seminar open house LAPAN dalam rangka tahun kebangkitan IPTEK Nasional tanggal 5-7 Agustus 1997. Jakarta.

Radiarta, I.N., A. Saputra dan B. Priono. 2004. Pemetaan kelayakan lahan untuk pengembangan usaha budidaya laut di Teluk Saleh, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. 5 (10): 19-32.

Radiarta, I.N., A. Saputra dan B. Priono. 2005. Identifikasi kelayakan lahan budidaya ikan dalam keramba jaring apung dengan aplikasi Sistem Informasi Geografis di Teluk Pangpang, Jawa Timur. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. 5 (11): 31-41.

Utojo, A. Mansyur, A.M. Pirzan, Tarunamulia dan B. Pantjara. 2004. Identifikasi kelayakan lokasi lahan budidaya laut di perairan Teluk Saleh, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. 5 (10): 1-18.

Utojo, A. Mansyur, Tarunamulia, B. Pantjara dan Hasnawi. 2005. Identifikasi kelayakan lokasi lahan budidaya laut di perairan Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. 5 (11): 9-29.

Setiono, H. 1996. Kamus oseanografi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.



DOI: https://doi.org/10.22146/jfs.66

Article Metrics

Abstract views : 898

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Indexed by:

 

 

View My Stats