PENGARUH PADAT TEBAR SELTER RUMPUT LAUT (Gracillaria sp) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI TAMBAK

https://doi.org/10.22146/jfs.8911

Suharyanto Suharyanto(1*), Suwardi Tahe(2), Sulaeman Sulaeman(3)

(1) Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau
(2) Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau
(3) Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau
(*) Corresponding Author

Abstract


The aim of this experiment was to find out the suitable stocking density of sea weed as shelter to growth and survival rate of swimming crabs (Portunus pelagicus) reared in brackishwater ponds. The research was conducted in nine brackishwater ponds with the dimension of 250 m2 for 120 days. The treatments different stocking density of sea weed (Gracillaria sp.) as shelter were applied, namely A: 500 kg/ha, B: 750 kg/ha, and C: 1000 kg/ha, with three replicates, respectively. Crablet 9th with carapace width 5,2 + 0.2 mm and body weight 0.04 + 0.02 g were introduced into each experimental ponds with density of 3 individu/m2. The crabs were fed with trash fish 15% of body weight in the first month, and then decreased to 5% in following month, twice a day. The experiments were design as complately randomized design. The result showed that the shelter were significantly increased to the survival rate and yield of swimming crabs (P<0.05), but not to the growth of charapace width and body weight. The best of survival rate and yield was obtained on the density of shelter at sum 1000 kg/ha.

Keywords


swimming crabs, growth, shelter, brackishwater ponds

Full Text:

PDF


References

Anonim. 1991. Mariculture of seaweeds. In: Shokita, S., K. Kakazu, A. Tomori, and T. Toma (Eds), Aquaculture in Tropical Areas. Midori Shobo Co., Ltd., Tokyo. p. 31-95.

Anonim. 2004. Baku Mutu Air Laut. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup. No. 51 Tahun 2004. 11 hal.

Boyd, C.E. 1990. Water Quality in Ponds for Aquaculture. Departement of Fisheries and Allied Aquacultures. Alabama Agricultural Experiment Station. Auburn University. Alabama. 480 pp.

Chande, A. I. and Y.D. Mgaya. 2003. The fishery of Portunus pelagicus and species diversity of portunid crabs along the coastal of Dar es Salaam, Tanzania. Western Indian Ocean. J. Mar. Sci. 2(1): 75 – 84.

Chen, T.P. 1976. Culture of Gracillaria. In: Aquaculture Practices in Taiwan. Page Bros., London. p. 145-149.

Cholik, F. dan A. Poernomo. 1988. Pengelolaan mutu air tambak untuk budidaya udang intensif. Makalah disajikan dalam seminar Aerasi di Medan, Jakarta, Surabaya dan Ujung Pandang. 45 hal.

Chu, S.P. 1943. The influence of mineral composition of the medium on the growth of phytoplankton algae. Part II. The influence of concentration of inorganic nitrogen and phospate phosphorus. The Ecol. 31(2): 1-19.

Coleman, N. 1991. Encyclopedia of marine animals. Angus & Robertson, An Inprint of Harper Collins Publishers. Australia. 364 pp.

Effendie, M.I. 2000. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta. 163 hal.

Fujaya, Y. 2004. Fisiologi Ikan Dasar Pengembangan Teknik Perikanan, Rineka Cipta. Jakarta. 179 hal.

Juwana, S. 1993. Pengaruh pencahayaan, salinitas dan suhu terhadap kelulushidupan dan laju pertumbuhan benih rajungan (Portunus pelagicus) Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi-LIPI. Majalah Ilmu Kelautan. 16: 194-204.

Koesbiono. 1981. Biologi Laut. Fakultas Perikanan. Institut Pertanaian Bogor. 150 hal.

Lin, M.N. 1974. Culture of Cracillaria. Fish Research Institute, Keelung, Taipei. Pp.1-8.

Mustafa, A., I. Sapo, Hasnawi dan J. Sammut. 2007. Hubungan antara kondisi lingkungan dan produktifitas tambak untuk penajaman kriteria kelayakan lahan: 1. Kulaitias Air. Laporan Penelitian. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau. 23 hal.

Nontji, A. 1986. Laut Nusantara. Penerbit Djambatan. Jakarta. 367 hal.

Pirzan, A.M., Suharyanto dan M. Tjaronge. 2007. Keragaman plankton pada budidaya rajungan (Portunus pelgicus) di tambak. Laporan Penelitian. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau. Maros. 15 hal.

Reid, G.K. 1961. Ecology of Inland water estuaries. Rein hald Published Co. New York. 375 pp.

Schmittou, H.R. 1991. Budidaya keramba: Suatu metode produksi ikan di Indonesia. FRDP. Puslitbang Perikanan. Jakarta. Indonesia. 126 hal.

Soim. 1996. Pembesaran kepiting. Penebar Swadaya. Jakarta. 62 hal.

Suharyanto dan S. Tahe. 2005a. Pendederan benih kepiting rajungan (Portunus pelagicus) dalam keramba jaring apung di perairan Pulau Salemo Pangkep dengan padat penebaran berbeda. Torani. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan. 3(16): 216 – 222.

Suharyanto dan S. Tahe. 2005b. Pengaruh padat tebar berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan kepiting rajungan (Portunus pelagicus) di tambak. Laporan Penelitian. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Maros. 10 hal. Jurnal Riset Akuakultur (In press).

Suharyanto, S. Tahe dan M. Mangampa. 2006. Pembesaran kepiting rajungan (Portunus pelagicus) di tambak dengan penambahan selter yang berbeda. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau Maros. 20 hal. Jurnal Riset Akuakultur. (In press).

Supito, Kuntiyo dan I. S. Djunaidah. 1998. Kaji pendahuluan pembesaran kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) di tambak. dalam Perkembangan terakhir teknologi budidaya pantai untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Prosiding Seminar Teknologi Perikanan Pantai. Puslitbangkan, Loka Penelitian Perikanan Pantai Gondol-Bali bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency. Bali, 6-7 Agustus 1998. hal. 149-154.

Susanto, B. 2005. Pengembangan Teknologi Perbenihan Rajungan (Portunus pelagicus). Makalah disampaikan pada seminar Akuakultur Indonesia. Hotel Sahid Jaya, Makassar. 23-25 Nopember 2005. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau. Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut. 6 hal.

Susanto, B., I. Setyadi dan G. S. Sumiarsa. 2005a. Pertumbuhan krablet rajungan (Portunus pelagicus) turunan I (F-1) dengan jenis pakan berbeda. Dalam Sudradjat et al (Eds) Buku perikanan budidaya berkelanjutan. Pusat Riset Perikanan Budidaya Badan Riset Kelautan dan Perikanan. Hal 187 – 186.

Susanto, B., I. Setyadi, Haryanti dan A. Hanafi. 2005b. Pedoman Teknis Teknologi Perbenihan Rajungan (Porunus pelagicus). Pusat Riset Perikanan Budidaya. Badan Riset Kelautan dan Perikanan. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta. 22 hal.

Weno, P.A., A.W. Aoumokil. dan O. Pattirane. 2005. Potensi dan Prospek Pembudidayaan Rajungan di Perairan Maluku. Makalah disampaikan pada seminar Akuakultur Indonesia. Hotel Sahid Jaya, Makassar. 23-25 Nopember 2005.

Zonneveld, N., E.A. Huisman dan J.H. Boon. 1991. Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan. Pustaka Utama. Gramedia. Jakarta. 71 hal.



DOI: https://doi.org/10.22146/jfs.8911

Article Metrics

Abstract views : 876 | views : 1363

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Journal of Fisheries Sciences



Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Indexed by:

 

 

View My Stats