Respon Tuna Madidihang (Thunnus albacares) terhadap Umpan dan Kedalaman pada Perikanan Handline di Selat Makassar

https://doi.org/10.22146/jfs.9938

Wayan Kantun(1*), Achmar Mallawa(2)

(1) 
(2) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon tuna madidihang terhadap jenis umpan yang berbeda dan kedalaman pada perikanan handline dalam meningkatkan hasil tangkapan. Pengambilan datadilakukan mulai bulan Juli-Oktober 2013 di perairan Selat Makassar. Data yang digunakan berupa data primer yakni jenis umpan dan panjang tali pancing ulur. Data primer diperoleh melalui pengamatanlangsung di lapangan. Jenis umpan yang dipergunakan adalah ikan terbang; cumi-cumi, tongkol, dan layang. Kedalaman (panjang tali pancing ulur) yang dipergunakan adalah 30,0; 37,5, 45,0, 52,5 dan 60,0m. Data dianalisis secara deskriptif melalui perbandingan histogram dengan uji t-student dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jenis umpan yang dominan dimakan oleh tuna madidihang selama pengamatan adalah cumi-cumi disusul ikan terbang, ikan layang dan tongkol (2) tuna madidihang ukuran larva (0-40 cm) dominan tertangkap dengan jenis umpan ikan terbang pada kedalaman 30 m; tuna madidihang ukuran juvenil (40-80 cm) dominan tertangkap dengan jenis umpan ikan terbang dan tongkolpada kedalaman 37-45 m; ukuran pradewasa sampai matang gonad (> 80 cm) dominan tertangkap dengan jenis umpan cumi-cumi dan ikan layang pada kedalaman 45-52,5 m dan ukuran layak tangkap(sudah pernah mijah) dominan tertangkap dengan jenis umpan cumi-cumi pada kedalaman ≥ 52,5-60 m. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa umpan terbaik untuk penangkapan tuna madidihang adalahdengan umpan cumi-cumi dan dioperasikan pada kedalaman ≥ 52,5 m merupakan kedalaman yang terbaik untuk memperoleh ukuran layak tangkap.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon tuna madidihang terhadap jenis umpan yang berbedadan kedalaman pada perikanan handline dalam meningkatkan hasil tangkapan. Pengambilan datadilakukan mulai bulan Juli-Oktober 2013 di perairan Selat Makassar. Data yang digunakan berupa dataprimer yakni jenis umpan dan panjang tali pancing ulur. Data primer diperoleh melalui pengamatanlangsung di lapangan. Jenis umpan yang dipergunakan adalah ikan terbang; cumi-cumi, tongkol, danlayang. Kedalaman (panjang tali pancing ulur) yang dipergunakan adalah 30,0; 37,5, 45,0, 52,5 dan 60,0m.Data dianalisis secara deskriptif melalui perbandingan histogram dengan uji t-student dan ANOVA. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa (1) jenis umpan yang dominan dimakan oleh tuna madidihang selamapengamatan adalah cumi-cumi disusul ikan terbang, ikan layang dan tongkol (2) tuna madidihang ukuranlarva (0-40 cm) dominan tertangkap dengan jenis umpan ikan terbang pada kedalaman 30 m; tunamadidihang ukuran juvenil (40-80 cm) dominan tertangkap dengan jenis umpan ikan terbang dan tongkolpada kedalaman 37-45 m; ukuran pradewasa sampai matang gonad (> 80 cm) dominan tertangkapdengan jenis umpan cumi-cumi dan ikan layang pada kedalaman 45-52,5 m dan ukuran layak tangkap(sudah pernah mijah) dominan tertangkap dengan jenis umpan cumi-cumi pada kedalaman ≥ 52,5-60m. Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa umpan terbaik untuk penangkapan tuna madidihang adalahdengan umpan cumi-cumi dan dioperasikan pada kedalaman ≥ 52,5 m merupakan kedalaman yangterbaik untuk memperoleh ukuran layak tangkap.

Keywords


Handline; umpan; kedalaman; Selat Makassar dan tuna madidihang

Full Text:

PDF


References

Barata, A., D. Novianto &A.Bahtiar, 2010. Sebaran Ikan Tuna Berdasarkan Suhu dan Kedalaman di Samudera Hindia.

Brill, R., 1994. A review of temperature and oxygen tolerance studies of tunas pertinent to fi sheries oceanography, movements models and stock assessments. Fish. Oceanogr., 3 (3): 204-

Indonesia National Tuna Management Plan, 2012. National Tuna Management Plan Indonesia. West Pacific East Asia Oceanic Fisheries Management. 60p.

Kantun, W. 2012a. Kondisi Stok, Hubungan Kekerabatan dan Keragaman Genetik Tuna Madidihang Thunnus albacares di WPPRI 713 (Selat Makassar, Laut Flores dan Teluk Bone). Disertasi Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Makassar

Kantun, W., S.A. Ali., A. Mallawa, A & Tuwo, 2012b. Ukuran pertama kali matang gonad dan nisbah kelamin tuna madidihang Thunnus albacares di Perairan Majene Selat Makassar. Jurnal Balik Diwa. II(2) 1-6.

Kantun, W., S.A. Ali., A. Mallawa & A.Tuwo, 2012c. Dinamika populasi tuna madidihang Thunnus albacares di WPPRI 713. Prossiding Konferensi Nasional VIII Pengelolaan Sumberdaya Pesisir

di Mataram. 196-205.

Kantun, W. & S.A.Ali., 2012d. Kelimpahan tuna madidihang Thunnus albacares di Perairan Majene Selat Makassar. Jurnal Balik Diwa. III(1) 27-32.

Kantun, W. & F.Amir., 2013a. Struktur Umur, Pola Pertumbuhan dan Mortalitas Tuna Madidihang Thunnus albacares (Bonnatere, 1788) di Selat Makassar. Jurnal Balik Diwa. IV(1) 8-14.

Kantun, W., S.A. Ali., A. Mallawa & A.Tuwo, 2013c. Hubungan bobot panjang tuna madidihang Thunnus albacares di Selat Makassar. Jurnal Balik Diwa. VI(2) 39-43.

Kantun, W., S.A.Ali., A.Mallawa & A.Tuwo, 2013d. First stage mature gonad of yellow fi n Thunnus albacares in the fi sheries management area 713 of Republic Indonesia. E-Jurnal Pasa

Unhas. XXI (3).76-80.

Kantun, W., A. Mallawa & N.L. Rapi, 2014a. Struktur ukuran dan hasil tangkapan tuna madidihang Thunnus albacares berdasarkan waktu penangkapan dan kedalaman. Jurnal Saintek Perikanan(lndonesian Journal of Fisheries Science and Technology). IX(2). Hal. 39-48.

Kantun, W., A.Mallawa & N.L.Rapi, 2014b. Kematangan gonad tuna madidihang Thunnus albacares berdasarkan kedalaman dan waktu penangkapan di perairan Selat Makassar. Prossiding Simposium Nasional I Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. 1-7.

Kantun, W., A.Mallawa & N.L.Rapi, 2014c. Struktur ukuran tuna madidihang Thunnus albacares pada rumpon laut dalam dan laut dangkal pada perikanan handline di perairan Selat Makassar. Jurnal Ipteks Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. I(2) 112-128.

Kantun, W., S.A. Ali., A. Mallawa & A.Tuwo, 2014d. Potensi reproduksi tuna madidihang Thunnus albacares di Selat Makassar. Prossiding Seminar Nasional Pengelolaan Perikanan Tuna

Berkelanjutan.142-155.

Kase, A., W.L. Tisera, J.W. Kiuk, W. Pesulima, O. Ningsih & M.R. Nagiut. 2014. Influence of Temperature on Tuna Catched in East Flores – East Nusa Tenggara Province – Indonesia. Prossiding Seminar Nasional Pengelolaan Perikanan Tuna Berkelanjutan. 93-100.

Lan.K. W., T. Nishida, M. Lee., H.J.Lu, H.W.Huang., S.K.Chang, & Y.C. Lan, 2012. Infl uence of the marine environment variability on the yellowfi n tuna Thunnus albacares catch rate by the Taiwanese longline fi shery in the Arabian Sea, with special reference to the high catch in 2004. Journal of Marine Science and Technology, XX(5).514-524.

Nelwan, A., Sudirman, M. Zainuddin & M. Kurnia, 2014. Pola Produksi Ikan Pelagis Besar (tongkol, cakalang, tuna). Menggunakan Pancing Ulur Di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Prossiding Seminar Nasional Pengelolaan Perikanan Tuna Berkelanjutan.15-21.

Rohit, P., G.S. Rao and K. Rammohan, 2012. Age, growth and population structure of the yellowfin tuna Thunnus albacares (Bonnaterre, 1788) exploited along the east coast of India. Indian

J. Fish., LIX(1):1-6.

Sparre, P., E. Ursin & S.C. Venema, 1989. Introduction to tropical fish stock assessment. Part I. Manual. FAO, Rome. 337 p.

Suzuki, Z., 1994. A review of the biology and fi sheries for yellowfi n tuna, (Thunnus albacares) in the Western and Central Pacifi c Ocean. In Shomura R. S.; Majkowski, J.; Langi, S. [eds.] Interactions

of pacifi c tuna fi sheries. Volume 2: Papers on biology and fi sheries. Proceedings of the fi rst FAO Expert Consultation on Interactions of

Pacifi c Tuna Fisheries, 3-11 December 1991, Noumea, New Caledonia. 108-137.

Wild, A., 1989. A Review Of The Biology And Fisheries For Yellowfin Tuna, Thunnus Albacares, In The Eastern Pacific Ocean. Inter-American Tropical Tuna Commission La Jolla, California. 398 p.

Yusuf, H.N & Baihaqi, 2012. Pengaruh Umpan Yang Berbeda Terhadap Hasil Tangkapan Tuna Madidihang (Thunnus albacares) Di Perairan Banda Naira. Prosiding Seminar Nasional

Perikanan Tangkap, Manado. 49-55.



DOI: https://doi.org/10.22146/jfs.9938

Article Metrics

Abstract views : 1029 | views : 1520

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Journal of Fisheries Sciences



Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Indexed by:

 

 

View My Stats