Kesiapan penerapan sistem informasi kesehatan daerah (sikda) generik di kabupaten kolaka



nasruddin nasruddin(1*)

(1) Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar belakang: Dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah, perlu adanya suatu sistem informasi yang dapat menghasilkan data dan informasi yang berkualitas. SIKDA Generik merupakan suatu sistem informasi dan pengelolaan data berbasis aplikasi yang dapat mengakomodir kebutuhan data dan informasi dari tingkat pelayanan kesehatan. Tahun 2018 Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka akan menerapkan SIKDA Generik 1.4 pada 6 (enam) puskesmas sebagai pilot project. Menilai kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, persepsi dan motivasi, anggaran, serta perencanaan dan kebijakan sebelum menerapkan dapat membantu mencegah kegagalan dalam penerapannya.

Metode: Metode deskriptif dengan rancangan studi kasus kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara secara mendalam terhadap pengambil keputusan serta tenaga yang akan akan menggunakan SIKDA Generik 1.4, pengisian kuesioner, observasi, serta telaah dokumen. Analisis kesiapan menggunakan instrumen DOQ-IT.

Hasil: Kesiapan infrastruktur berada pada kategori II cukup siap, kesiapan sumber daya manusia berada pada kategori II cukup siap, kesiapan persepsi dan motivasi berada pada kategori II cukup siap, kesiapan anggaran berada pada kategori III sangat siap merupakan variabel paling kuat, kesiapan perencanaan dan kebijakan berada pada kategori I belum siap merupakan variabel paling lemah.

Kesimpulan: Tingkat kesiapan penerapan SIKDA Generik di Kabupaten Kolaka berada pada kategori II cukup siap dengan skor 23,1 dari 55 skor maksimal. Hal ini mengindikasikan bahwa puskesmas pilot project ini cukup siap untuk menerapkan SIKDA Generik.


Keywords


Sistem Informasi Kesehatan, Kesiapan, SIKDA Generik, DOQ-IT



References

Sligo J, Gauld R, Roberts V. International Journal of Medical Informatics Review article A literature review for large-scale health information system project planning , implementation and evaluation. Int J Med Inform. 2017;97:86-97. doi:10.1016/j.ijmedinf.2016.09.007. 2. Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2014 Tentang Sistem Informasi Kesehatan.; 2014:1-66. https://www.kemenkopmk.go.id/sites/default/files/produkhukum/PP Nomor 46 Tahun 2014.pdf. 3. Reddy GS, Srinivasu R, Rikkula SR, Rao VS. Management Information System to Help Managers for Providing Decision Making in an Organization. Int J Rev Comput. 2009. 4. Lorenzi NM, Kouroubali A, Detmer DE, Bloomrosen M. How to successfully select and implement electronic health records (EHR) in small ambulatory practice settings. BMC Med Inform Decis Mak. 2009;9:15. doi:10.1186/1472-6947-9-15. 5. Biruk S, Yilma T, Andualem M, Tilahun B. Health Professionals readiness to implement electronic medical record system at three hospitals in Ethiopia: a cross sectional study. BMC Med Inform Decis Mak. 2014;14(1):115. doi:10.1186/s12911-014-0115-5. 6. Creswell JW. Penelitian Kualitatif Dan Desain Riset. 3rd ed. (Qudsy SZ, ed.). Pustaka Pelajar; 2013. 7. Simanjuntak R. Analisis Kesiapan Rumah Sakit dalam Penerapan SIM di RSU DR. F. L. Tobing, Sibolga. 2012. 8. Khalifa M. Barriers to health information systems and electronic medical records implementation a field study of Saudi Arabian hospitals. Procedia Comput Sci. 2013;21:335-342. doi:10.1016/j.procs.2013.09.044.




Article Metrics

Abstract views : 40 | views : 3

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Journal of Information Systems for Public Health

shopify traffic stats View My Stats