Implementasi Aplikasi Wifi TB Berdasarkan Persepsi Kemudahan dan Kemanfaatan di Kota Semarang

https://doi.org/10.22146/jkesvo.50483

Arif Kurniadi(1), Evina Widianawati(2), Edi Jaya Kusuma(3), Marko Ferdian Salim(4*)

(1) Program Diploma III Rekam Medis, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Dian Nuswantoro
(2) Program Diploma III Rekam Medis, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Dian Nuswantoro
(3) Program Diploma III Rekam Medis, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Dian Nuswantoro
(4) Program Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu dari sepuluh penyakit penyebab kematian di dunia. Kasus TB yang ditemukan harus dicatat dan dilaporkan oleh setiap fasilitas pelayanan kesehatan sesuai format yang ditentukan.

Tujuan: Mengetahui pengaruh persepsi kemanfaatan, kemudahan dan kendala terhadap implementasi penggunaan aplikasi Wifi TB.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Semarang dengan melibatkan dokter praktik mandiri dan dokter klinik pratama sebagai responden sebanyak 129 orang pada tahun 2019.

Hasil: Responden yang mengisi angket sebanyak 129 orang, 60% belum menggunakan aplikasi dan 40% sudah menggunakan aplikasi. Berdasarkan hasil skor angket dengan skala 1 – 5, diketahui skor persepsi kemanfaatan dan kemudahan adalah 4, skor kendala penggunaan adalah 2, skor implementasi penggunaan 3,8 serta skor efektivitas dan kepuasan adalah 4. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai sig F= 0,000 dan R-square= 70,1%, artinya persepsi kemanfaatan, kemudahan dan kendala penggunaan aplikasi secara bersama-sama berpengaruh siginifikan terhadap implementasi penggunaan aplikasi Wifi TB sebesar 70,1%.

Kesimpulan: Persepsi kemanfaatan, kemudahan dan kendala penggunaan mempengaruhi implementasi penggunaan aplikasi sebesar 70,1%. Disarankan kepada pengembang program dan dinas terkait untuk selalu memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada pengguna aplikasi Wifi TB.


Keywords


aplikasi wifi TB; persepsi; kendala

Full Text:

PDF


References

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. (2017). Jumlah Kasus HIV/AIDS, IMS, DBD, Diare, TB, dan Malaria Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah. Jateng.Bps.Go.Id. https://jateng.bps.go.id/dynamictable/2019/02/19/400/jumlah-kasus-hiv-aids-ims-dbd-diare-tb-dan-malaria-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-jawa-tengah-2017-2018.html

Indah, M. (2018). InfoDATIN Pusat Data Dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Kementerian Kesehatan RI, Pusat Data dan Informasi. https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-tuberkulosis-2018.pdf

Kemenkes RI. (2011). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis (A. Surya, C. Basri, & S. Kamso (eds.); Edisi 2). Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2015). Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Kementerian Kesehatan RI.

Kurniawati, A., Mahendradhata, Y., & Padmawati, R. S. (2019). Acceptability Notifikasi Wajib Tuberkulosis (TB) pada Dokter Praktik Mandiri dan Klinik Pratama Swasta di Kota Yogyakarta. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia : JKKI, 8(1), 1–9. https://doi.org/10.22146/JKKI.37426

Prasudi, A., & Utarini, A. (2005). Model Kemitraan Puskesmas-Praktisi Swasta Dalam Penanggulangan Tuberkulosis Paru di Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 08(03), 131–139. https://jurnal.ugm.ac.id/jmpk/article/view/2928

World Health Organization. (2018). Global Tuberculosis Report 2018. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/274453/9789241565646-eng.pdf

Yanogo, P. K., Schmit, J. L., Fresse, A. S., Andrejak, C., Castelain, S., Adjodah, C., & Ganry, O. (2015). Factors associated with time to mandatory tuberculosis notification in the Somme department, France. Revue d’Epidemiologie et de Sante Publique, 63(5), 299–303. https://doi.org/10.1016/j.respe.2015.06.006



DOI: https://doi.org/10.22146/jkesvo.50483

Article Metrics

Abstract views : 1707 | views : 1901

Refbacks





Copyright (c) 2020 Jurnal Kesehatan Vokasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


site
stats View My Stats