Penentuan Wilayah Reseptif Malaria di Perbukitan Menoreh dengan Menggunakan Basis Data Nasional Kebijakan Satu Peta

https://doi.org/10.22146/jkesvo.75453

Barandi Sapta Widartono(1*), Suharyadi Suharyadi(2), Tri Baskoro Tunggul Satoto(3), Mujiyanto Mujiyanto(4)

(1) Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(2) Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
(3) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada
(4) Kelompok Riset Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis, Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Organisasi Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Program eliminasi di Indonesia ditargetkan pada tahun 2030, tetapi hingga saat ini masih mengalami beberapa kendala, seperti terjadinya penyebaran kasus malaria secara impor melalui migrasi. Pendekatan yang umum digunakan saat ini adalah pendekatan wilayah administrasi, sedangkan pendekatan habitat nyamuk belum banyak dilakukan.

Tujuan: Membuat pemetaan daerah reseptif malaria berbasis faktor lingkungan habitat nyamuk yang berkaitan dengan wilayah endemis di Perbukitan Menoreh yang meliputi Kabupaten Purworejo, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Kulon Progo.

Metode: Penentuan daerah reseptif malaria dilakukan dengan pendekatan habitat nyamuk menggunakan faktor lingkungan fisik dari basis data spasial nasional Kebijakan Satu Peta (KSP).

Hasil: Peta daerah reseptif dapat dihasilkan dari ekstraksi KSP. Selain itu, penanganan malaria pada model spasial ini dapat menunjukkan persentase dan luas area yang benar-benar memiliki ancaman terhadap kejadian malaria.

Kesimpulan: Wilayah reseptif dengan model ini dapat memberikan gambaran jangka panjang ancaman malaria, menghasilkan sebaran wilayah reseptif dengan lebih baik dan mudah diberlakukan secara nasional.


Keywords


Reseptif; Malaria; Menoreh; KSP; Lingkungan

Full Text:

PDF


References

Aditya, I. (2021). Malaria Kembali Merebak di Purworejo. Surat Kabar Kedaulatan Rakyat Jogja.

Asosiasi Pengendalian Nyamuk Indonesia, A. (2015). The Progress of Mosquito Borne Disease Control Research through Ecology and Community Participation. Seminar dan Workshop Asosiasi Pengendalian Nyamuk Indonesia. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Barodji. (2000). Laporan Akhir Penelitian Rutin - Bionomik Vektor Malaria di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, DIY.

Boesri. (2001). Laporan Akhir Penelitian Rutin - Bionomi Vektor Malaria (An. maculatus dan An. aconitus) di Daerah Endemis Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. (2018). Situasi Terkini Perkembangan Program Pengendalian Malaria Di Indonesia Tahun 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Malaria. (2022). Malaria: Penyebab Kematian Tertinggi di Dunia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Imam, A. N. (2021). Selama 2 Bulan, Terjadi Ledakan Kasus Malaria di Bener dan Loano. Putworejo News. https://purworejonews.com/selama-2-bulan-terjadi-ledakan-kasus-malaria-di-bener-dan-loano/

Irwan. (2017). Epidemiologi Penyakit Menular (2017th ed.). CV. Absolute Media.

Kementerian Kesehatan RI. (2009). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 293/MENKES/SK/IV/2009 Tentang Eliminasi Malaria di Indonesia. Peraturan Pemerintah.

Kementerian Kesehatan RI. (2010). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 293/MENKES/PER/III/2010 Tentang Pengendalian Vektor. Peraturan Pemerintah.

Lestari, E. W., Sukowati, S., Soekidjo, & Wigati, R. A. (2007). Vektor Malaria di Daerah Bukit Menoreh, Purworejo, Jawa Tengah. Media Litbang Kesehatan, 17(1), 30–35.

Maryanto, Y. B., & Mirasa, Y. A. (2019). The Overview of Malaria Cases in Trenggalek District based on The Epidemiological Triangle. Jurnal Berkala Epidemiologi, 7(1), 33. https://doi.org/10.20473/jbe.v7i12019.33-41

Mayasari, R., Amlarrasit, A., Sitorus, H., & Santoso, S. (2021). Karakteristik Distribusi dan Habitat Anopheles spp. Di Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2018. Spirakel, 12(2), 69–78. https://doi.org/10.22435/spirakel.v12i2.3168

Murhandarwati, E. E. H., Fuad, A., Nugraheni, M. D., Sulistyawati, Wijayanti, M. A., Widartono, B. S., & Chuang, T. W. (2014). Early malaria resurgence in pre-elimination areas in Kokap Subdistrict, Kulon Progo, Indonesia. Malaria Journal, 13(1), 1–16. https://doi.org/10.1186/1475-2875-13-130

Nurwadjedi. (2019). KSP untuk Pembangunan Indonesia.pdf (H. Z., Abidin, & P. Kardono (eds.); 1st ed.). Badan Informasi Geospasial.

Pratamawati, D. A., Susanti, L., Nugroho, S. S., Mujiyono, M., & Martiningsih, I. (2018). Gambaran Daerah Reseptif Malaria di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Spirakel, 10(2), 63–77. https://doi.org/10.22435/spirakel.v10i2.665

Putri, S. C. (2022). Kurun Waktu 4 Tahun, Kasus Malaria di Kulon Progo Masih Naik Turun. Tribun News Jogja.

Raharjo, M. (2011). Malaria Vulnerability Index (MLI) untuk Manajemen Risiko Dampak Perubahan Iklim Global Terhadap Ledakan Malaria di Indonesia. Vektora: Jurnal Vektor Dan Reservoir Penyakit, 3(1), 53–80.

Santoso, N. B., Hadi, U. K., Sigit, S. H., & Koesharto, F. X. (2001). Karakteristik Habitat Larva Anopheles maculatus & Anopheles balabacensis di Daerah Endemik Malaria Kecamatan Kokap Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Entomologi Dalam Perubahan Lingkungan Dan Sosial, 197–208.

Sukendar, G. E., Rejeki, D. S. S., & Anandari, D. (2021). Studi Endemisitas dan Epidemiologi Deskriptif Malaria di Kabupaten Purbalingga Tahun 2010-2019. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 5(1), 27–34. https://doi.org/10.7454/epidkes.v5i1.4625

WHO. (2021). Word Malaria Report 2021. In Word Malaria report Geneva: World Health Organization. (2021). Licence: CC. World Health Organization.

Willa, R. W., & Kazwaini, M. (2015). Penyebaran Kasus dan Habitat Perkembangbiakan Vektor Malaria di Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ekologi Kesehatan, 14, 218–228.



DOI: https://doi.org/10.22146/jkesvo.75453

Article Metrics

Abstract views : 1093 | views : 450

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Jurnal Kesehatan Vokasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


site
stats View My Stats