Standardisasi Fraksi Kaya Andrografolid dalam Andrographis paniculata dan Fraksi Kaya 6-Shogaol dalam Zingiber officinale

https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v22i3.104123

Maurits Rama Yitro Tolip(1*), Dyaningtyas Dewi Pamungkas Putri(2), Agung Endro Nugroho(3)

(1) Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada
(2) 
(3) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Dalam metode pengobatan tradisional, kombinasi herbal Andrpgraphis paniculata (Burm.f) Nees dan Zingiber officinale Rosc. telah digunakan secara luas untuk mencapai manfaat terpatetik yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan fraksi sambiloto dan fraksi jahe yang terstandar dengan standardisasi berdasarkan parameter penetapan kadar senyawa, kengujian kadar air, pemeriksaan organoleptis, dan analisis cemaran mikroba. Fraksi Etil Asetat Sambiloto (FEAS) dan Fraksi Etil Asetat Jahe (FEAJ) memiliki kadar andrografolid 14,01±0.61 % dan kadar 6-shogaol 3,44 ± 0,30 %. Rerata kadar air masing-masing adalah 8,53% dan 3,75%. Evaluasi organoleptis FEAS adalah fraksi kering, bau khas sambiloto, dan warna hijau kehitaman. Evaluasi orgaanoleptis FEAJ adalah fraksi kental, bau khas kahe, dan warna jingga kehitaman. Hasil uji cemaran AKK pada FEAS sebesar  cfu/g FEAJ sebesar  cfu/g. Hasil uji cemaran ALT pada FEAS sebesar  cfu/g dan FEAJ sebesar  cfu/g. Berdasarkan parameter tersebut kedua fraksi telah memnuhi parameter standardisasi dan dapat dikembangkan sebagai herbal kombinasi terstandar untuk mengatasi penyakit melalui pengujian lebih lanjut seperti in vitro dan in vivo.


Keywords


Andrpgraphis paniculata (Burm.f) Nees; Zingiber officinale Rosc.; Andrografolid; 6-shogaol; Standardisasi.




DOI: https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v22i3.104123

Article Metrics

Abstract views : 6


©Majalah Farmaseutik
 ISSN 2406-9086
Faculty of Pharmacy
Universitas Gadjah Mada
 
 
web
analytics 

Creative Commons Licence 
 
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License