Representasi Perempuan dalam Narasi Pameran dan Isu Berkelanjutan: Menginterpretasikan Ulang Koleksi Lukisan Kamasan
Abstract
Museum sebagai lembaga budaya memiliki kekuatan untuk berkontribusi nyata dalam mempromosikan dan menyajikan berbagai isu sosial yang relevan yang berkaitan dengan tujuh belas kunci SDGs, termasuk Gender Equality. Memperbincangkan gender dalam representasi pameran dapat menjadi upaya museum untuk membuka ruang diskusi terhadap isu perempuan dan narasi saat ini. Tulisan ini akan membahas pembuatan narasi kuratorial hingga praktik representasi perempuan yang relevan pada hari ini dengan berbasis media artefak-artefak kuno yang masih banyak dipengaruhi oleh pemikiran kolonialisme. Studi kasus yang diangkat ialah koleksi lukisan Kamasan dari Bali yang menjadi bagian dari pameran dengan tema perempuan di museum Sonobudoyo, Yogyakarta. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui pengumpulan data observasi-partisipatoris dan wawancara mendalam untuk melihat bagaimana tim kuratorial dan museum berupaya membangun narasi perempuan dengan artefak kuno diceritakan ulang dengan menyampaikan isu kesetaraan gender hingga isu kekerasan seksual. Penelitian ini hadir sebagai sebuah interpretasi koleksi kolonial yang kemudian dikurasi kembali untuk bisa menyampaikan pesan relevan sesuai dengan zamannya termasuk mengenai wacana gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa museum mampu menghadirkan representasi perempuan objek koleksi, tata praktik kuratorial, dan eksperimen dalam pameran untuk menghidupkan perbincangan mengenai perempuan dan wacana gender.
Copyright (c) 2025 Lembaran Antropologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Lembaran Antropologi applies the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, with the copyright on the published articles held by the journal. Authors are required to transmit the copyright to this journal once the articles are accepted. This journal is granted a non-exclusive license to publish the articles as the original publisher, along with the commercial right to publish printed issues for sale. Since this journal applies an open-access mode, authors may post articles published by this journal on personal websites or institutional repositories both prior to and after publication while providing bibliographic details that credit this journal.
By publishing with this journal, the copyright holder grants any third party the lawful right to use their published article to the extent provided by the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license.
Subsequently, people are lawfully permitted to share, distribute, remix, adapt, and build upon the published articles, even for commercial purposes, so long as they provide appropriate credit or attribution (Title, Author, Source, and License of the work), include a link to the license, indicate if any changes were made, and redistribute the derivative outputs under the same license (CC BY-SA 4.0).


