Dialog Tubuh dan Partitur: Eksperimen Transkultural Swan Lake oleh Artaxiad Gamelan
Abstract
Gamelan hidup dan menyatu dengan masyarakat Jawa, jauh sebelum masa kolonial, terutama sejak abad ke-8, berdasarkan relief Borobudur. Standardisasi pembelajaran gamelan yang dipengaruhi oleh Java Instituut merupakan bagian dari mekanisme kolonial dalam proses dan institusionalisasi cara pengajaran gamelan. Kurikulum yang dihasilkan melahirkan sistem notasi tepat-guna yang semula dimaksudkan sebagai sarana dokumentasi dan metode pengajaran. Namun, hal tersebut bertransformasi menjadi standar dominan pelaku karawitan. Situasi ini menimbulkan ketegangan: di satu sisi notasi membuka akses dan sistematisasi pengetahuan, tetapi di sisi lain bertentangan dengan budaya pengajaran gamelan yang menekankan dinamika, improvisasi, dan kelenturan bermusik. Artikel ini menyoroti warisan kolonial dalam praktik standardisasi gamelan dan implikasinya terhadap tradisi karawitan kontemporer. Penulis menggunakan pendekatan netnografi sebagai perluasan metodologis etnografi dalam penelusuran terhadap karya Swan Lake (Beksan Telaga Angsa). Artaxiad Gamelan sebagai kreator mengekspresikan kreativitas melalui estetika gamelan kontemporer sebagai medium utama. Melalui pencarian data dan wawancara, peneliti mengamati fungsi notasi yang tidak diperlakukan sebagai acuan tunggal. Artaxiad Gamelan memosisikan notasi hanya sebagai alat bantu yang membuka ruang eksplorasi terhadap pemahaman esensial gamelan, seperti pengolahan rasa dan ketubuhan. Kedua aspek hadir dalam relasi antara teknik permainan, komunikasi musikal, bahasa artistik, dan pengetahuan identitas. Dengan pendekatan kualitatif berbasis pengamatan partisipatoris dan analisis reflektif, penelitian meminjam pendapat Merleau Ponty (embodied) dan Marc Benamou (rasa) untuk menyoroti bagaimana praktik karawitan secara aktif membentuk ulang makna berbasis pengetahuan lokal. Artaxiad Gamelan mencari representasi selektif yang menonjolkan realitas bunyi yang sarat akan cerminan ekspresi personal.
Copyright (c) 2025 Lembaran Antropologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Lembaran Antropologi applies the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, with the copyright on the published articles held by the journal. Authors are required to transmit the copyright to this journal once the articles are accepted. This journal is granted a non-exclusive license to publish the articles as the original publisher, along with the commercial right to publish printed issues for sale. Since this journal applies an open-access mode, authors may post articles published by this journal on personal websites or institutional repositories both prior to and after publication while providing bibliographic details that credit this journal.
By publishing with this journal, the copyright holder grants any third party the lawful right to use their published article to the extent provided by the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license.
Subsequently, people are lawfully permitted to share, distribute, remix, adapt, and build upon the published articles, even for commercial purposes, so long as they provide appropriate credit or attribution (Title, Author, Source, and License of the work), include a link to the license, indicate if any changes were made, and redistribute the derivative outputs under the same license (CC BY-SA 4.0).


