Peran Serta Masyarakat dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup: Studi Kasus Desa Keningar, Magelang, Jawa Tengah
Abstract
Artikel ini dilatarbelakangi oleh penolakan masyarakat Desa Keningar terhadap aktivitas pertambangan dalam rangka pencegahan kerusakan lingkungan di kawasan Desa Keningar, Magelang, Jawa Tengah. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis peran serta masyarakat Desa Keningar dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Artikel ini menunjukkan bahwa upaya-upaya masyarakat Desa Keningar dalam menjaga lingkungan merupakan bentuk peran serta masyarakat sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH). Adapun faktor yang mendorong masyarakat Desa Keningar untuk berperan serta dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah kesadaran masyarakat Desa Keningar mengenai pentingnya lingkungan hidup sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Sedangkan faktor yang menghambat peran serta masyarakat Desa Keningar dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah birokrasi di pemerintahan yang bersifat administratif serta kurangnya ketegasan pemerintah dalam pengawasan dan penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan.
Copyright (c) 2025 The author(s)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya pada tahun jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan.