Kebijakan Perlindungan Lingkungan dalam Pembangunan Ibu Kota Nusantara: Sebuah Telaah Yuridis
Abstract
Pembangunan kawasan Ibu Kota Negara baru berpotensi menimbulkan bencana ekologis dikarenakan terdapat beberapa kawasan hutan lindung yang dikorbankan untuk pembangunan infrastrukturnya. Artikel ini bertujuan dalam menganalisis dan menelaah pembangunan wilayah Ibu Kota Negara baru menggunakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif untuk merumuskan langkah strategis yang dibutuhkan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di kawasan Ibu Kota Negara. Artikel ini mengungkapkan lima langkah strategis yang perlu diterapkan pemerintah sebagai dasar pelestarian lingkungan hidup di kawasan Ibu Kota Negara. Kelima langkah tersebut adalah penataan ruang di kawasan sebagai batasan wilayah penghijauan, merumuskan peraturan mengenai kelestarian lingkungan hidup, membangun kerja sama dengan berbagai pihak dalam implementasi biodiversitas, membuat kebijakan perihal konservasi hutan, tanah dan daur ulang sampah serta membuat program sosialisasi hubungan masyarakat dengan kelestarian alam.
Copyright (c) 2025 The author(s)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
Penulis memegang hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya tersebut secara bersamaan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.
Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya pada tahun jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusi atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena hal ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar atas karya yang diterbitkan.