Rekomendasi Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Pelabuhan Boom dan Shipwreck di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik

  • Muslim Dimas Khoiru Dhony Universitas Gadjah Mada
  • Laksmi Eko Safitri Magister Arkeologi, Universitas Gadjah Mada
Keywords: Kawasan Cagar budaya, shipwreck, rekomendasi, pengelolaan

Abstract

The Boom Harbor Cultural Heritage Area and the shipwrecks off Bawean Island are significant cultural heritages that require sustainable management planning. This study aims to provide a concise overview of the management strategies for developing and utilizing the Boom Harbor Cultural Heritage Area and the shipwrecks. Data analyzed stem from the Decree of the Regent of Gresik No. 028/478/HK/437.12/2020, which establishes the Boom Harbor Area, and the cultural heritage recommendation file document number 432-3/009/TACB-Kab.Gresik/05/12/2016, which pertains to the shipwrecks. These documents highlight that these sites possess considerable historical, scientific, and cultural value. The planning strategy follows the guidelines outlined in the 2011 Historic Urban Landscape Recommendation (UNESCO), which identifies four key "instruments": community involvement, knowledge and planning tools, regulatory systems, and financing. By employing these instruments, we recommend collaborative programs among the Bawean Island community, local government, and the private sector, implementing them in stages and ensuring sustainability.

===

Kawasan Cagar Budaya Pelabuhan Boom dan shipwreck di Pulau Bawean merupakan Cagar Budaya yang memerlukan perencanaan pengelolaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran singkat strategi rencana pengelolaan dalam pengembangan dan pemanfaatan KCB Pelabuhan Boom dan shipwreck. Data yang diperoleh berdasarkan Surat Keputusan Bupati Gresik No. Bupati Gresik Nomor: 028/478/ HK/437.12/2020 tentang penetapan Kawasan Pelabuhan Boom dan berkas rekomendasi Cagar Budaya dokumen nomor: 432-3/009/TACB-Kab.Gresik/05/12/2016 mengenai shipwreck menunjukkan bahwa objek-objek tersebut memiliki nilai penting di bidang sejarah, ilmu pengetahuan, kebudayaan. Indikator strategi perencanaan merujuk pada Recommendation on The Historic Urban Landscape 2011 (UNESCO) dengan menggunakan empat instrumen seperti: civic engagement, knowledge and planning tools, regulatory sistem, dan financial. Penggunaan instrumen tersebut menghasilkan rekomendasi mengenai program kolaborasi antara masyarakat Pulau Bawean, pemerintah daerah dan pihak swasta yang dapat dilakukan secara bertahap serta berkelanjutan.

References

Abieta, A. (2011). Pengantar panduan konservasi bangunan bersejarah masa kolonial 2011. Pusat Dokumentasi Arsitektur.
Anwar, K. (2020). Dinamika Bawean dalam Sepenggal Data Arkeologi. In B. B. Utomo (Ed.), Kuasa Kala: Bawean dalam Lintas Narasi (1st ed., pp. 59–77). Balai Arkeologi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Asnawi, B. (2015). Ulama Bawean dan jejaring keilmuan Nusantara abad XIX-XX: Vol. Vol. 2 (W. Izzuddin, Ed.; No. 1.). Lembaga Bawean Cerdas (LBC).
Dhony, M. D. K. (2020). Eksistensi Pulau Bawean Dilihat dari Tinggalan Arkeologi Abad XVII-XX, Pendekatan Arkeologi Kewilayahan. In B. B. Utomo (Ed.), Kuasa Kala: Bawean dalam Lintas Narasi (1st ed., pp. 79–94). Balai Arkeologi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Hendrawan, M. F. (2020). SS.Bengal: Riwayat Perjalanan Sampai Karam di Perairan Kepulauan Bawean. In B. B. Utomo (Ed.), Kuasa Kala: Bawean dalam Lintas Narasi (1st ed., pp. 119–130). Balai Arkeologi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jasper, J. E., & Pirngadie, M. (2017). Seni Kerajinan Pribumi di Hindia Belanda: Jilid 1: Anyaman (Reprint). Dewan Kerajinan Nasional.
Novel, M. (2023). Pemanfaatan Ekosistem Mangrove dan Perubahaan Lingkungan Pesisir Pulau Bawean 1886-1923. Lembaran Sejarah, 19(2), 119-134.
Parthesius, R. (2010). Dutch Ships in Tropical Waters : The Development of the Dutch East India Company (VOC) Shipping Network in Asia 1595-1660. Amsterdam University Press. https://doi.org/10.5117/9789053565179
Priswanto, H. (2015). Penelitian Bentuk dan Karakter Tinggalan Arkeologi Maritim di Pulau Bawean: Identifikasi Potensi (Tahap I).
Priswanto, H. (2016). Penelitian Bentuk dan Karakter Tinggalan Arkeologi Maritim di Pulau Bawean: Identifikasi Potensi (Tahap II).
Priswanto, H. (2018). Peran Pulau Bawean Pada Poros Maritim Nusantara.
Priswanto, H. (2020). Pulau Bawean pada Poros Maritim Nusantara. In B. B. Utomo (Ed.), Kuasa Kala: Bawean dalam Lintas Narasi (1st ed., pp. 39–58). Balai Arkeologi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Safitri, L. E. (2023). Kajian Penentuan Kawasan Cagar Budaya Sangkapura di Kabupaten Gresik [Tesis]. Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.
Styawan, W. E. (2024). Ancaman Perubahan Iklim di Pulau Kecil: Studi Kasus Kerentanan Ekologis Pulau Bawean. Jurnal Ekologi, Masyarakat Dan Sains, 5(2), 211–221. https://doi.org/10.55448/cs8gnr31
Tanudirjo, D. A. (2003). Warisan Budaya untuk Semua: Arah Kebijakan Pengelola Warisan Budaya Indonesia di Masa Mendatang. Kongres Kebudayaan V, 105–121.
Taufiq, M. (2020). Tinggalan Kapal Uap di Perairan Bawean: Bentuk, Fungsi dan Peranannya dalam Aktifitas Pelayaran di Masa Lalu. In B. B. Utomo (Ed.), Kuasa Kala: Bawean dalam Lintas Narasi (Vol. 1, pp. 95–118). Balai Arkeologi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
The United Nations. (2011). Recommendation on the Historic Urban Landscape. Paris: The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Vredenbregt, J. (1990). Bawean dan Islam: Vol. VIII (INIS). Indonesian Netherlands Cooperation in Islamic Studies.
Wirastari, A. V., & Suprihardjo, Rimadewi. (2012). Pelestarian Kawasan Cagar Budaya Berbasis Partisipasi Masyarakat." Jurnal Teknik ITS 1.1 (2012): 64. Jurnal Teknik ITS, 1(1), 63–67.
Published
2025-11-07
How to Cite
Dhony, M. D. K., & Safitri, L. E. (2025). Rekomendasi Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Pelabuhan Boom dan Shipwreck di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. JANUS, 3(1), 79-97. https://doi.org/10.22146/janus.20170
Section
Articles