Bahasa Indonesia

Abstrak

Laporan kasus ini mengeksplorasi penggunaan blok pleksus servikalis superfisialis bilateral sebagai metode anestesi regional pada seorang pasien laki-laki berusia 44 tahun dengan abses submandibula. Pasien ini memiliki komorbid diabetes melitus tipe 2, insufisiensi renal, dan obesitas grade 1, menjalani operasi insisi drainase abses selama 60 menit. Teknik ini dipilih berdasarkan faktor-faktor pasien dan preferensi tim medis, menghindari risiko yang terkait dengan anestesi umum. Lidocain 2% sebanyak 6cc digunakan untuk setiap sisi, menunjukkan efektivitas blok pleksus servikalis dalam prosedur ini dan prosedur lain seperti diseksi kelenjar getah bening dan perbaikan laserasi. Studi ini menegaskan bahwa anestesi regional dengan panduan ultrasound adalah pilihan yang cepat, minim sumber daya, dan aman, dengan potensi untuk menghindari dosis analgesik yang tidak tepat. Untuk prosedur yang lebih lama, anestesi lokal seperti ropivacaine atau bupivacaine dapat digunakan. Kesimpulan utama adalah bahwa blok pleksus servikalis superfisialis merupakan alternatif yang efektif dan aman untuk anestesi pada prosedur leher tertentu.

Diterbitkan
2024-03-01
Bagaimana cara mengutip
Krisna Bayu, T., Wisudarti, C. F. R., Sudadi, Ikhsan, I., & Farid, A. F. (2024). Bahasa Indonesia. Jurnal Komplikasi Anestesi, 11(2), 242-247. https://doi.org/10.22146/jka.v11i2.12902
Bagian
Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >>