Manajemen pada Pasien Sindroma Guillain-Barré Di ICU RSUP Dr. Sardjito

  • Akhmad Yun Jufan Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
  • Sudadi Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
  • I Gusti Ngurah Putu Mandela Sunantara Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
Kata Kunci: manajemen intensif, plasma exchange, sindroma GuillainBarré

Abstrak

Sindroma Guillain-Barré (SGB) adalah gangguan autoimun yang mengenai sistem saraf perifer. Sebagian besar pasien dengan SGB secara klinis ditandai dengan tetraplegia dengan atau tanpa gangguan sensorik. Pada SGB hal ini disebabkan respon imun hipereaktif termasuk pelepasan antibodi anti-gangliosida, pembentukan kompleks imun yang bergantung pada antibodi, dan peningkatan makrofag yang menyebabkan demielinasi dan degenerasi aksonal. Pada kasus SGB yang berat dapat muncul dengan klinis progresif dengan keterlibatan otot pernapasan yang membutuhkan ventilasi mekanis dan perawatan di unit perawatan intensif. Pasien yang kami laporkan adalah wanita 26 tahun dengan klinis gagal napas tipe 2 dengan kecurigaan SGB yang dirawat di ICU RSUP Dr. Sardjito dan mendapatkan terapi imunomodulator berupa plasma exchange (PE). Pasien dirawat selama 9 hari di ICU RSUP Dr. Sardjito dengan luaran pasien dapat pindah ke bangsal.

Diterbitkan
2023-05-28
Bagaimana cara mengutip
Jufan, A. Y., Sudadi, & Sunantara, I. G. N. P. M. (2023). Manajemen pada Pasien Sindroma Guillain-Barré Di ICU RSUP Dr. Sardjito. Jurnal Komplikasi Anestesi, 9(2), 20-26. https://doi.org/10.22146/jka.v9i2.8347
Bagian
Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 > >>