Manajemen pada Pasien Sindroma Guillain-Barré Di ICU RSUP Dr. Sardjito
Abstrak
Sindroma Guillain-Barré (SGB) adalah gangguan autoimun yang mengenai sistem saraf perifer. Sebagian besar pasien dengan SGB secara klinis ditandai dengan tetraplegia dengan atau tanpa gangguan sensorik. Pada SGB hal ini disebabkan respon imun hipereaktif termasuk pelepasan antibodi anti-gangliosida, pembentukan kompleks imun yang bergantung pada antibodi, dan peningkatan makrofag yang menyebabkan demielinasi dan degenerasi aksonal. Pada kasus SGB yang berat dapat muncul dengan klinis progresif dengan keterlibatan otot pernapasan yang membutuhkan ventilasi mekanis dan perawatan di unit perawatan intensif. Pasien yang kami laporkan adalah wanita 26 tahun dengan klinis gagal napas tipe 2 dengan kecurigaan SGB yang dirawat di ICU RSUP Dr. Sardjito dan mendapatkan terapi imunomodulator berupa plasma exchange (PE). Pasien dirawat selama 9 hari di ICU RSUP Dr. Sardjito dengan luaran pasien dapat pindah ke bangsal.
Copyright (c) 2022 Akhmad Yun Jufan, Sudadi, I Gusti Ngurah Putu Mandela Sunantara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The Contributor and the company/institution agree that all copies of the Final Published
Version or any part thereof distributed or posted by them in print or electronic format as permitted herein will include the notice of copyright as stipulated in the Journal and a full citation to the Journal.












