Penggunaan Non-Invasive Ventilation pada Pasien COVID-19

  • Juni Kurniawaty Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
  • Bowo Adiyanto Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
  • Yuri Sadewo Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
Kata Kunci: COVID-19, gagal nafas, Non-Invasive Ventilation

Abstrak

Pasien COVID-19 derajat berat dan kritis biasanya memerlukan rawat inap di rumah sakit dan dukungan ventilasi mekanis invasif dan/atau non-invasif. Non-Invasive Ventilation (NIV) digunakan pada kasus yang memerlukan ekalasi terapi oksigen standar ke tingkat yang lebih tinggi. NIV juga dapat digunakan untuk mengurangi intubasi dini, namun penggunaan NIV jangka panjang tidak direkomendasikan. NIV diketahui tidak menurunkan angka intubasi. Kami melaporkan pasien seorang perempuan berusia 52 tahun dengan diagnosis terkonfirmasi COVID-19 derajat berat. Pasien dirawat di ICU dengan penggunaan HFNC dan NIV selama perawatan. Penggunaan NIV pada pasien yang tepat dan waktu yang tepat dapat menetukan prognosis pasien. Penyapihan NIV secara bertahap dapat mempertahankan PO2 dan mengurangi kebutuhan fraksi oksigen pasien. Kondisi pasien dapat membaik dan menjadi survivor COVID-19.

Diterbitkan
2023-06-09
Bagaimana cara mengutip
Kurniawaty, J., Adiyanto, B., & Sadewo, Y. (2023). Penggunaan Non-Invasive Ventilation pada Pasien COVID-19. Jurnal Komplikasi Anestesi, 9(1), 10-17. https://doi.org/10.22146/jka.v9i1.8499
Bagian
Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2