Kritik Southern Theory Terhadap Hegemoni ‘Sosiologi Modern’ Amerika di Indonesia

https://doi.org/10.22146/jf.55864

Oki Rahadianto Sutopo(1*), Hartmantyo Pradigto Utomo(2)

(1) Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
(2) Pascasarjana Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Artikel ini mengeksplorasi kritik terhadap sosiologi modern Indonesia dengan menggunakan perspektif southern theory dari Raewyn Connell. Secara spesifik kritik termanifestasi melalui empat karakteristik tekstual antara lain the claim of universality, reading from the center, gesture of exclusion dan grand erasure. Selain itu kritik juga dilakukan terhadap karya-karya Soerjono Sukanto sebagai eksponen sosiologi modern Indonesia. Artikel ini memiliki dua tujuan: sebagai titik masuk demokratisasi ilmu sosial Indonesia pasca Orde Baru dan membuka dialog teoretis tidak hanya antar negara-negara global selatan namun juga antara negara-negara global selatan dengan negara-negara global utara. Metode yang diterapkan adalah unthinking dari Gennaro Ascione melalui dua strategi, yaitu melacak dan menerapkan konteks historis serta melakukan disarticulating dengan non-logical aksioma dari teori sosiologi modern Indonesia. Terdapat dua temuan dari kritik southern theory terhadap sosiologi modern Indonesia. Pertama, hegemoni modernisasi Amerika menjadi faktor eksternal pembentukan sosiologi modern Indonesia sekaligus secara internal mengintervensi arah  produksi pengetahuan sosiologi pada masa Orde Baru. Kedua, hegemoni modernisasi Amerika melakukan pemaksaan basis ontologi, epistemologi, dan aksiologi pada Indonesia sebagai negara global selatan.


Keywords


Southern Theory, Global Selatan, Sosiologi Indonesia, Kritik Modernisasi.

Full Text:

PDF


References

Abdulgani, Roeslan. (2011). The Bandung Connection; Konperensi Asia-Afrika Di Bandung 1955. Jakarta: MKAA dan Dirjen Diplik Kemenlu RI.

Aidit, Dipa Nusantara. (1964). Fungsi Universitas Dalam Revolusi. Jakarta: Ilmu Marxis.

Ascione, Gennaro. (2016). Science and the Decolonization of Social Theory: Unthinking Modernity. London: Palgrave Macmillan.

Connell, R. W. (1997). “Why Is Classical Theory Classical?” American Journal of Sociology 102(6):1511–57.

Connell, Raewyn. (2006). “Northern Theory: The Political Geography of General Social Theory.” Theory and Society 32:237–64.

Connell, Raewyn. (2007). Southern Theory; The Global Dynamics of Knowedge in Social Science. Cambridge: Polity Press.

Connell, Raewyn. (2010a). “Learning from Each Other: Sociology on a World Scale.” Pp. 40–51 in The ISA Handbook of Diverse Sociological Traditions, edited by S. Patel. London: Sage.

Connell, Raewyn. (2010b). “Periphery and Metropole in the History of Sociology.” Sociologisk Forskning 47(1):72–86.

Connell, Raewyn. (2011a). Confronting Equality; Gender, Knowledge and Global Change. London: Allen & Unwin.

Connell, Raewyn. (2011b). “Paulin Hountondji’s Postcolonial Sociology of Knowledge.” Pp. 119–35 in Confronting Equality Gender, Knowledge and Global Change, edited by R. Connell. London: Allen & Unwin.

Connell, Raewyn. (2015). “Setting Sail: The Making of Sociology in Australia, 1955–75.” Journal of Sociology 51(2):354–69.

Daniel Dhakidae. (2003). Cendekiawan Dan Kekuasaan Dalam Negara Orde Baru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Delanty, Gerard. (2001). Challenging Knowledge - The University in the Knowledge Society. Buckingham: Open University Press.

Dodson, Michael. (1997). “Land Right and Social Justice.” Pp. 39–51 in Our land is our life: land rights: past, present and future. Brisbane: University of Queensland Press.

Dr. Soerjono Soekanto, S. M. (1983). Teori Sosiologi Tentang Perubahan Sosial. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Go, Julian. (2013). “For a Postcolonial Sociology.” Theory and Society 42(1):25–55.

Hadiz, Vedi R., and Daniel Dhakidae. (2006). “Kata Pengantar.” Pp. 1–30 in Ilmu Sosial dan Kekuasaan di Indonesia, edited by V. R. Hadiz and D. Dhakidae. Jakarta: Equinox Publishing Indonesia.

Haney, David. (2008). The Americanizationof Social Science; Intellectuals and Public Responsibility in the Postwar United States. Philadelphia: Temple University Press.

Heryanto, Ariel. (2006). “Kiblat Dan Beban Ideologi Ilmu Sosial Indonesia.” Pp. 63–98 in Ilmu Sosial dan Kekuasaan di Indonesia, edited by V. R. Hadiz and D. Dhakidae. Jakarta: Equinox Publishing Indonesia.

Hountondji, Paulin J. (1995). “Producing Knowledge in Africa Today The Second Bashorun M. K. O. Abiola Distinguished Lecture.” African Studies Review 38(3):1-10.

Kleinman, Arthur, Veena Das, and Margaret M. Lock. (1997). Social Suffering. California: University of California Press.

Koentjaraningrat. (1989). Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT. Gramedia.

Nasikun. (2015). Sistem Sosial Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Nugroho, Heru. (2006). “Ekonomi Politik Pendidikan Tinggi: Univesitas Sebagai Arena Perebutan Kekuasaan.” Pp. 155–85 in Ilmu Sosial dan Kekuasaan di Indonesia, edited by V. R. Hadiz and D. Dhakidae. Jakarta: Equinox Publishing Indonesia.

Patel, Sujata. (2010). The ISA Handbook of Diverse Sociological Traditions. London: Sage.

Riyanto, Geger. (2011). “Selo Soemardjan Sang Penerjemah: Subjektivitas Dalam Asal-Usul Cara Berpikir Sosiologis Di Indonesia.” Antropologi Indonesia 33(1):153–74.

Samuel, Hanneman. (2010a). Genealogi Kekuasaan Ilmu Sosial Indonesia; Dari Kolonialisme Belanda Hingga Modernisme Amerika. Depok: Kepik Ungu.

Samuel, Hanneman. (2010b). “Universitas, Negara Dan Masyarakat Indonesia: Implementasi Paradigma Modernisasi Di Era Orde Baru.” Humaniora 22:31–42.

Samuel, Hanneman, and Oki Rahadianto Sutopo. (2013). “The Many Faces of Indonesia: Knowledge Production and Power Relations.” Asian Social Science 9(13):289–98.

Santos, Boaventura de Sousa. (2018). The End of the Cognitive Empire; The Coming of Age of Epistemologies of the South. Durham: Duke University Press.

Singarimbun, Masri, and Sofian Effendi. (1982). Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES.

Soekanto, Soerjono. (1982). Sosiologi; Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Soekanto, Soerjono, and Ratih Lestarini. (1988). Fungsionalisme Dan Teori Konflik Dalam Perkembangan Sosiologi. Jakarta: Sinar Grafika.

Soemardjan, Selo. (1984). “Ilmu Itu Netral Dan Ilmuwan Harus Objektif.” in Krisis Ilmu Sosial dalam Pembangunan Di Dunia Ketiga, edited by A. E. Priyono and A. O. Saleh. Yogyakarta: PLP2M.

Soemardjan, Selo, and Soelaiman Soemardi. (1964). Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Sunarto, Kamanto. (1989). “Sosiologi.” in Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial di Indonesia sampai Dekade 80-an, edited by M. Malo. Jakarta: CV Rajawali.

Yousuke, Koto. (2010). “Sociology in Post-World War II Japan.” Pp. 324–34 in The ISA Handbook of Diverse Sociological Traditions, edited by S. Patel. London: Sage.

 



DOI: https://doi.org/10.22146/jf.55864

Article Metrics

Abstract views : 3565 | views : 5539

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Jurnal Filsafat

Jurnal Filsafat Indexed by:

Google ScholarSinta (Science and Technology Index)


Jurnal Filsafat ISSN 0853-1870 (print), ISSN 2528-6811 (online)