Implementasi Manajemen Kearsipan Terhadap Arsip Dinamis di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjar
Raisya Gita Cahyani(1*), Sukaesih Sukaesih(2)
(1) Universitas Padjadjaran
(2) Universitas Padjadjaran
(*) Corresponding Author
Abstract
Adanya keberlimpahan informasi dalam sebuah organisasi tidak akan mampu ditangani dengan baik tanpa adanya manajemen kearsipan. Setiap unit yang bekerja di dalam organisasi akan mencetak riwayat yang perlu disimpan sebagai alat bukti pelaksanaan kegiatan di dalamnya. Dengan adanya penelitian ini, maksud dan tujuan yang ingin dicapai penulis adalah mengetahui manajemen kearsipan yang diimplementasikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjar terhadap arsip dinamis yang dimiliki. Disdukcapil Kota Banjar memiliki tugas dalam menyelenggarakan administrasi kependudukan yang tentunya menghasilkan berkas atau dokumen melalui manajemen kearsipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kearsipan untuk arsip dinamis di Disdukcapil Kota Banjar meliputi kegiatan penciptaan, penyimpanan, pemeliharaan, penggunaan, dan penyusutan. Dari manajemen kearsipan yang terlaksana, terdapat sejumlah faktor kendala dari aspek sumber daya manusia, anggaran, sarana, hingga metode pengelolaannya. Dalam penyusunan karya ilmiah ini, dipilih metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi langsung di Disdukcapil Kota Banjar, wawancara bersama arsiparis, serta kajian literatur terhadap penelitian terdahulu yang masih relevan dengan topik penelitian ini.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ahmad, S., Abbas, M. Y., Taib, M. Z. M., & Masri, M. (2014). Museum exhibition design: Communication of meaning and the shaping of knowledge. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 153, 254–265.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Astuti, A. F. F. (2013, February 5). Kegiatan pameran kearsipan sebagai pemanfaatan dan pendayagunaan media arsip (arsip statis).
Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (1990). Riset kualitatif untuk pendidikan: Pengantar ke teori dan metode (Munandir, Trans.). Depdikbud, Dikti.
Coen, L. H., & Wright, A. G. (1975). The interpretive function in museum work. Curator: The Museum Journal, 18(4), 281–286.
Dong, Y., Mo, X., Hu, Y., Qi, X., Jiang, F., Jiang, Z., & Tong, S. (2020). Epidemiological characteristics of 2143 pediatric patients with 2019 coronavirus disease in China. Pediatrics, 145(6), e20200702.
Effendhie, M. (2019). Arsip, memori, dan warisan budaya: Publikasi dan pameran arsip.
Edmondson, R. (2004). Audiovisual archiving: Philosophy and principles. UNESCO.
Farqo, T. M. (2016). Perancangan konten multimedia sebagai pendukung EGD Museum Surabaya (Doctoral dissertation, Institut Teknologi Sepuluh Nopember).
Gordon, H. M. (1994). Archival exhibitions: Purposes and principles (Doctoral dissertation, University of British Columbia).
Howgill, E. (2015). New methods of analysing archival exhibitions. Archives and Records, 36(2), 179–194.
Kim, S. (2018). Virtual exhibitions and communication factors. Museum Management and Curatorship, 33(3), 243–260.
Leong, C. K., & Chennupati, K. R. (2008). An overview of online exhibitions. DESIDOC Journal of Library and Information Technology, 28(4).
Lester, P. (2006). Is the virtual exhibition the natural successor to the physical? Journal of the Society of Archivists, 27(1), 85–101.
Loran, M. (2005). Use of websites to increase access and develop audiences in museums: Experiences in British national museums. Digithum, 7, 23–28.
Patton, M. Q. (1990). Qualitative evaluation and research methods. SAGE Publications.
Pemerintah Republik Indonesia. (2020). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020.
Powers, S. (1978). Why exhibit? The risks versus the benefits. The American Archivist, 41(3), 297–306.
Rentschler, R. (1998). Museum and performing arts marketing: A climate of change. The Journal of Arts Management, Law, and Society, 28(1), 83–96.
Siahaan, M. (2020). Dampak pandemi Covid-19 terhadap dunia pendidikan. Jurnal Kajian Ilmiah, 20(2).
Styliani, S., Fotis, L., Kostas, K., & Petros, P. (2009). Virtual museums: A survey and some issues for consideration. Journal of Cultural Heritage, 10(4), 520–528.
Vom Lehn, D., & Heath, C. (2005). Accounting for new technology in museum exhibitions. International Journal of Arts Management, 7(3), 11–21.
Waryanti, D. R. (2016). Klasifikasi prioritas ketertarikan perilaku pengunjung pameran terhadap karya seni rupa kontemporer. Invensi (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni), 1(2), 1–12.
Widuri, N. R. (2012). Pameran sebagai media komunikasi antara perpustakaan dengan pengguna. Jurnal Dokumentasi dan Informasi, 28(2), 120–126.
Article Metrics
Copyright (c) 2023 Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
....................................................................................................................................................................................................................................................
The Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan with online ISSN: 2598-0009 and print ISSN: 2597-9981 is published by Universitas Gadjah Mada. The content of this website is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Built on the Public Knowledge Project's OJS 2.4.8.1.








